Invasi Kapitalisme - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Wednesday, August 5, 2020

Invasi Kapitalisme



Aminudin Syuhadak (Dir. LANSKAP)

Di dalam Kapitalisme, sebagian cara penyebaran yang lazim adalah penjajahan dan pendudukan. Sejak zaman kekuasaan Imperium Inggris hingga kekuasaan Amerika, sejarah penjajahan benua ke benua dan penundukkan orang-orang pribumi, perampasan sumberdaya, dan akhirnya pembagian komunitas-komunitas pribumi tersebut menjadi negara-negara bagian kecil atas nama nasionalisme dan penanaman penguasa-penguasa boneka, telah menjadi alat penyebaran yang alami bagi Kapitalisme. Tentu, Bashar al Assad saat ini, dan Sharif Hussein atau Kemal Pasha masa lalu. 

Bahkan pada Abad 21 ini, saat yang gagasan-gagasan kemerdekaan, kebebasan dan HAM didengung-dengungkan oleh bangsa-bangsa kapitalis, invasi ke Irak tahun 2003 dan penderitaan atas penderitaan umat Islam yang tidak terhitung merupakan contoh terbaik bagaimana Kapitalisme demokratik sekular menyebarkan gagasan-gagasannya tentang 'kebebasan dan demokrasi' kepada bangsa-bangsa lain.

Sebaliknya, ideologi Islam yang diterapkan oleh sistem Khilafah pada masa lalu tidak pernah memperlakukan umat manusia dengan cara biadab seperti itu. Khilafah tidak menyebarkan Islam dengan paksaan maupun menghancurkan peradaban. Saat Islam menyebar ke Mesir, banyak orang Kristen Koptik yang tidak memeluk Islam dan hari ini mereka masih berjumlah kira-kira 7 juta. Demikian juga saat India dibuka kepada Islam, para penduduk tidak dipaksa untuk menerima Islam. Sekitar 750 juta orang Hindu yang tinggal di India hari ini, meskipun faktanya Islam memerintah anak benua itu selama lebih dari 700 tahun, adalah saksi klaim tersebut.

Orang-orang Yahudi yang selamat dari hoIocaust Spanyol diterima dengan tangan terbuka oleh Khilafah Ustmani. Di Spanyol (wilayah) Islam, mereka tumbuh dengan subur dan menjadi bagian yang penting di dalam masyarakat Islam. Selain itu, Islam tidak memperlakukan orang-orang Mesir, Turki, atau India sebagai orang yang berbeda dari orang-orang Jazirah Arab, saat ideologi Islam telah tumbuh dan membentuk negara pertama dengan dasar ideologi. Islam tidak merampas atau merampok harta anak benua yang kaya sumberdaya dan membawanya ke Arab. Sebaliknya, Imperium Inggris melakukannya dan Amerika melanjutkan perampokannya.

Supremasi ideologi Islam tegak di atas fakta bahwa ketika Amerika memasuki Irak, tidak ada yang menyambut mereka dan tidak seorang pun bersedia menerima keyakinan dan gagasan orang-orang Amerika. Mereka berkata, "Tidak Saddam, tidak Bush. Kami ingin Islam." Sebaliknya, saat Islam memasuki Makkah, penduduk merangkul Islam dan menerima Nabi saw. dengan penyambutan yang paling gagah berani. Sejarah menjadi saksi penaklukan Makkah terbesar dan tak tertandingi oleh Islam ini. Keunggulan Islam tegak di atas fakta bahwa ketika Umar bin al-Khaththab ra. memasuki Yerusalem setelah penaklukannya, rakyat Yerusalem telah memberikan penyambutan sepenuh hati dan menerima Khalifah Umar ra.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here