Para Imam Mazhab Yang Empat Telah Sepakat Bahwa... - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Monday, August 3, 2020

Para Imam Mazhab Yang Empat Telah Sepakat Bahwa...



Eko Susanto (Koordinator BARA)

Kewajiban adanya Khilafah telah disepakati oleh seluruh ulama dari seluruh mazhab. Tidak ada khilafiyah (perbedaan pendapat) dalam masalah ini, kecuali dari segelintir ulama yang tidak dianggap perkataannya (la yu'taddu bihi) (Lihat: Al-Mawsu'ah al-Fiqhiyah al-Kuwaitiyyah, Bab "Al-Imamah al-Kubra," VI/163).

Disebutkan dalam kitab Al-Mawsu'ah al-Fiqhiyah al-Kuwaitiyyah (VI/164):

Umat Islam telah sepakat mengenai wajibnya akad Imamah [Khilafah], juga telah sepakat bahwa umat wajib menaati seorang imam [khalifah] yang adil yang menegakkan hukum-hukum Allah di tengah mereka, yang mengatur urusan mereka dengan syariah Islam yang dibawa oleh Rasulullah saw.. Tidak ada yang keluar dari kesepakatan ini orang yang teranggap perkataannya saat berbeda pendapat.

Syaikh Abdul Qadim Zallum (Amir Kedua Hizbut Tahrir) menyebutkan:

Mengangkat seorang khalifah adalah wajib atas kaum Muslim seluruhnya di segala penjuru dunia. Melaksanakan kewajiban ini—sebagaimana kewajiban manapun yang difardhukan Allah atas kaum muslimin—adalah perkara yang pasti, tak ada pilihan di dalamnya dan tak ada toleransi dalam urusannya. Kelalaian dalam melaksanakannya termasuk sebesar-besar maksiat, yang akan diazab oleh Allah dengan azab yang sepedih-pedihnya (Abdul Qadim Zallum, Nizham al-Hukm fi al Islam, hlm. 34).

Kewajiban Khilafah ini bukan hanya pendapat Hizbut Tahrir, tetapi pendapat seluruh ulama. Khusus dalam lingkup empat mazhab Ahlus Sunnah, Syaikh Abdurrahman al-Jaziri menyebutkan:

Para imam mazhab yang empat [Imam Abu Hanifah, Malik, Syafi'i, dan Ahmad] rahimahumulLah, telah sepakat bahwa Imamah [Khilafah] itu fardhu, dan bahwa kaum Muslim itu harus mempunyai seorang imam (khalifah) yang akan menegakkan syiar-syiar agama dan menolong orang yang dizalimi dari orang zalim. Mereka juga sepakat bahwa kaum Muslim dalam waktu yang sama di seluruh dunia, tidak boleh mempunyai dua imam, baik keduanya sepakat atau bertentangan (Ibnu Hazm, Al-Fashl fi al-Milal wa al-Ahwa' wa an-Nihal, IV/78).

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here