Perempuan Di Era Khilafah - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Tuesday, August 4, 2020

Perempuan Di Era Khilafah



Indarto Imam

Umat manusia, termasuk kaum perempuan, di bawah naungan Khilafah benar-benar bisa merasakan kehidupan yang mulia dan terhormat. Mereka diselimuti perasaan aman dan nyaman serta diwarnai kewajaran dan keadilan. Semuanya merasa hidup makmur dan sejahtera. Bahkan pernah ada suatu masa saat tidak ada lagi yang mau mengambil zakat, karena semua merasa telah kaya.

Khalifah Umar bin al-Khaththab ra. pernah berkata, "Sekiranya ada seekor domba yang terperosok di tepi sungai Dajlah, niscaya saya yakin bahwa Allah pasti akan menghisab saya akan hal itu pada Hari Kiamat. Jadi, mengapa kamu belum juga meratakan jalan itu untuknya?” Beliau berkata pula, "Demi Allah, aku tidak akan merasakan kenyang, sebelum seorang Muslim yang terakhir di Madinah merasa kenyang."

Apa yang dilakukan Khalifah Umar bin Khaththab ra. juga menunjukkan bagaimana Khilafah Islam melindungi dan menjamin kesejahteraan perempuan, bahkan rakyat secara keseluruhan. Beliau yang kekuasaannya sudah melewati batas-batas semenanjung Arabia telah terbiasa melakukan patroli untuk memastikan semua penduduk terpenuhi kebutuhannya. Beliau bahkan tak ragu memanggul karung berisi gandum demi memenuhi kebutuhan seorang ibu dan anaknya karena kesadaran penuh akan tanggungjawab sebagai kepala negara di sisi Allah SWT. Beliau pun pernah menetapkan kebijakan menggilir pasukan jihad setiap empat bulan sekali demi mendengar keluhan seorang istri tentara yang merindukan suaminya.

Khalifah Umar bin Abdul Aziz menulis surat kepada amilnya (kepala daerah) di Samarkand, Sulaiman bin Abi as-Samri, "Hendaklah kamu membangun beberapa penginapan di wilayahmu. Jika ada di antara kaum Muslim yang melewati wilayahmu maka biarkan mereka tinggal sehari semalam dan uruslah kendaraannya. Jika ia masih punya alasan untuk tinggal maka biarkan ia tinggal sehari dua malam. Jika ada seseorang yang kehabisan bekal maka berilah ia harta yang cukup untuk sampai ke daerah tempat tinggalnya."

Pada masa Khalifah al-Mu'tashim Billah, ketika seorang Muslimah jilbabnya ditarik oleh salah seorang Romawi, ia segera menjerit dan meminta tolongan kepada Khalifah: Wa Islama wa Mu'tashim!, "Di mana Islam dan di mana Khalifah Mu'tashim?" Ketika mendengar jeritan perempuan Muslimah tersebut, Khalifah serta-merta bangkit dan memimpin sendiri pasukannya untuk membela kehormatan seorang muslimah yang dinodai oleh seorang pejabat kota tersebut (waktu itu masuk dalam wilayah kekaisaran Romawi). Kepala Negara Daulah Khilafah Islamiyah ini mengerahkan ratusan ribu tentaranya ke Amuria-perbatasan antara Suriah dan Turki. Sesampainya di Amuria, beliau meminta agar orang Romawi pelaku kezaliman itu diserahkan untuk diadili. Saat penguasa Romawi menolaknya, beliau pun segera menyerang kota, menghancurkan benteng pertahanannya dan menerobos pintu-pintunya hingga kota itu pun jatuh ke tangan kaum Muslim. Ribuan pasukan musuh terbunuh, ribuan lainnya berhasil ditawan.

Demikianlah kesempurnaan aturan Islam yang dibawa oleh Muhammad saw. untuk seluruh umat manusia hingga akhir jaman, tanpa memihak salah satunya seraya mengabaikan yang lainnya. Sebagai aturan yang terpadu, Islam mengatur seluruh aspek kehidupan yang akan menjamin terwujudnya ketentraman umat manusia, karena Islam sesuai dengan fitrah manusia, memuaskan akal manusia dan tidak membedakan jenis kelamin manusia. Telah jelas bagaimana keadaan umat Islam ketika berada dalam naungan Daulah Khilafah Islamiyah. Seluruhnya dapat merasakan bagaimana cahaya Islam menaungi seluruh umat, tanpa kecuali.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here