Police Influenza - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Friday, August 28, 2020

Police Influenza

Daniel Mohammad Rosyid


Beberapa hari ini masyarakat dikejutkan oleh berita tentang glontoran dana Pemerintah besar-besaran pada para influencer atau buzzer untuk memanipulasi opini publik. Nggak tanggung-tanggung, dana untuk para buzzer ini mencapai ratusan Milyar Rupiah. Saat orang dikagetkan dengan kebakaran yang meludeskan Gedung Kejaksaan Agung di Jakarta, peran influencer yang didanai melalui anggaran Kepolisian RI ini dalam manipulasi opini publik betul-betul mencengangkan. 


Problem yang dihadapi oleh Pemerintah saat ini adalah kepercayaan publik yang merosot terus, terutama dalam penegakan hukum  ( law and order ). Kasus arogansi oknum toloh pengurus Anshor Rembang Pasuruan atas seorang kyai menambah buruk potret law and order ini. Polisi justru sering tidak hadir ditempat yang seharusnya hadir. Kemerosotan public trust ini adalah satu-satunya penjelasan yang masuk akal mengapa pemerintah begitu mengandalkan para influencer untuk memperbaiki citra pemerintah.


Selama 5 tahun terakhir kita menyaksikan peran polisi yang makin besar bahkan cenderung terlalu besar. Telah terjadi semacam dwi fungsi polisi yang dulu pernah dilakukan TNI. Urusan polisi saat ini merentang sejak urusan red notice sampai teroris. Sejak manajemen BUMN sampai intelijen. Pendek kata all powerfull. 


Kecenderungan peran dominan polisi ini tidak sehat sekaligus berbahaya. Urusan law and order dimonopoli hampir secara radikal oleh polisi. Seperti sekolah yang memonopoli secara radikal pendidikan telah mempersempit kesempatan belajar, kepolisian yang terlalu besar justru mengurangi law and order. Yang membesar justru lawlessness and disorderliness.


Sesuatu yang baik itu akan bermanfaat jika dalam dosis yang tepat. Jika mulai berlebihan justru mulai merusak. Seperti gula dibutuhkan agar sehat, namun jika  berlebihan justru mengakibatkan diabetes. Kita jelas butuh polisi, tapi tidak butuh polisi yang kebesaran seperti saat ini. Saya menyebutnya police flu symptoms yang mungkin tidak mematikan tapi jelas mendungukan masyarakat. 


Stasiun Gubeng, 24/8/2020

 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here