SEBUAH IRONI NEGERI - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Saturday, August 15, 2020

SEBUAH IRONI NEGERI



Kurdiy At-Tubany (Lingkaran Opini Rakyat) 

Sepanjang bulan Agustus kali ini seperti biasanya marak berbagai kegiatan walau karena Covid19 menjadi sedikit terkurangi.Berbagai kegiatan tersebut tentu saja dimaksudkan dalam rangka memperingati 75 tahun kemerdekaan Indonesia, yang pada akhirnya dengan beragam kegiatan itu diharapkan akan muncul dan tumbuh rasa cinta pada negeri ini dan tentu dengan rasa cinta itu akan tumbuh semangat optimisme, berjuang dan rela berkorban agar negeri ini semakin baik dari hari ke hari.

Pertanyaan kritisnya dari beragam pernak pernik itu adalah apakah dari beragam kegiatan dan berbagai pernak-pernik yang menyertai dalam rangka memperingati kemerdekaan negeri ini yang dilaksanakan tiap tahun itu makin membuat rasa cinta, rela berkorban, nasionalisme positif oleh rakyat negeri pada negeri ini meningkat?

Secara umum, kita akan mendapati fakta sebaliknya, justru semakin lama makin menurun. Bagaimana tidak menurun, kalau di satu sisi rakyat dibombardir dengan berbagai pungutan (pajak, retribusi dll) namun disisi lain kita mendapati berita korupsi milyaran bahkan trilyunan dilakukan oleh pengelola negara. 

Bagaimana tidak menurun, kalau disatu sisi pelanggar hukum yang pelakunya dari rakyat begitu cekatan dalam memproses, namun disisi lain lelet jika ada pelanggar hukum yang pelakunya adalah pengelola negeri dan/atau teman-teman para pengelola negeri. 

Bagaimana tidak menurun, jika disatu sisi kita dijejali dengan ungkapan bahwa negeri ini adalah Negara besar nan kaya, namun minyaknya, gas bumi nya, emas nya ternyata justru dikuasakan kepada asing oleh penguasa negeri. Dan banyak lagi kontradiksi lainya.

Di saat situasi yang terang benderang tersebut, dimana di banyak kasus pelaku yang merugikan Negara adalah justru pengelola negeri ini, saat itu juga para pengelola negeri ini berkata ayo cintai  negeri!! Pie jal? 

Satu hal yang penting untuk digarisbawahi, bahwa rasa cinta yang tumbuh itu tidak hadir HANYA dengan slogan dan simbol, apalagi UANG!!!

Tapi mari kita renungi, ternyata justru soal symbol, slogan dan UANG itulah yang kini sepertinya menjadi tumpuan harapan atas pengelola negeri ini di dalam rangka menumbuhkan rasa cinta negeri, rasa rela berkorban-berjuang untuk negeri ini. Kita menyaksikan bahwa bulan agustus justru telah bergeser dari penumbuhan rasa cinta negeri, menjadi penumbuhan proyek rasa cinta negeri. Ya, semua kembali pada dengan membuat kegiatan (proyek) rasa cinta negeri berapa rupiah yang akan saya dapatkan? aku mau jadi pengelola negeri, aku dapat apa?

Semua sibuk dengan slogan, symbol dan dana TAPI melupakan substansi yang akan menumbuhkan rasa cinta, diantaranya yakni selarasnya ucapan dan tindakan. Tak kan pernah ada rasa cinta kalau tidak ada keselarasan antara ucapan dan tindakan. Apalagi itu tersemat dalam diri seorang pemimpin, yakni tidak selarasnya antara ucapan dan kebijakan yang diambil.

Kita sebagai seorang muslim yang benar, PASTI mencintai negerinya, PASTI menginginkan kebaikan dan keberkahan menjadi bagian dari negeri yang didiaminya. Mari cintai negeri ini dengan benar.

Allahumma sholi 'ala sayyidina Muhammad, Wa Asyghili dzolimin bi dzolimin..Wa Akhrijna min baini salimin..Wa 'ala alhihi wa shohbihi ajma'in..


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here