Bom Waktu Krisis Demografi Di Negara Kapitalistik Dan Berkah Allah SWT Atas Besarnya Populasi Muslim Dunia - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Thursday, September 24, 2020

Bom Waktu Krisis Demografi Di Negara Kapitalistik Dan Berkah Allah SWT Atas Besarnya Populasi Muslim Dunia


Ainun D. N. (Direktur Muslimah Care)

Sejak 1960 secara global dibangun mitos di seputar masalah ledakan jumlah penduduk. Dimitoskan bahwa angka pertumbuhan penduduk yang tinggi dan besarnya jumlah penduduk telah menjadi bencana yang mengancam peradaban umat manusia. United Nations Population Fund (UNFPA) pada tanggal 8/7/2010 menginformasikan bahwa jumlah penduduk dunia sudah mencapai 6,8 miliar orang dan akan naik dua kali lipat dalam 4 dekade kedepan, yaitu tahun 2050, apabila tingkat pertumbuhan penduduk tidak dikendalikan.

Para ahli Barat berperan besar dalam membangun mitos masalah over populasi. Menurut John A. Lorraine (1967) over populasi pada abad ke-20 adalah salah satu bencana yang menimpa planet kita ini. Cicely D. Williams (1966) mengatakan bahwa negara-negara di dunia yang kini menderita akibat over populasi diharuskan untuk menghabiskan dana yang banyak untuk mengendalikan kesuburan penduduknya. Menurut dia, cara terbaik adalah dengan membuat program keluarga berencana (KB). Menurut W. Parker Mauldin (1977) untuk mengatasi masalah over populasi diperlukan program kependudukan yang diterapkan dalam rencana pembangunan.

George B. Simmons (1977) dalam penelitiannya menemukan bahwa pertumbuhan populasi adalah masalah dan terkait dengan perubahan ekonomi. Menurut dia, pertumbuhan penduduk yang pesat di negeri miskin di Afrika, Asia dan Amerika Latin membuat penyelesaian masalah ekonomi jadi sulit dan lebih sulit lagi untuk memastikan pertumbuhan pendapatan perkapita. Menurut dia pula, kemiskinan tidak akan bisa diatasi jika populasi tidak dikendalikan. Karena itu, harapan terbaik adalah menggabungkan reformasi sosial dan ekonomi dengan program pengendalian populasi.

Lebih jauh lagi, Roy O. Greep (1998) menyatakan bahwa over populasi merupakan akar masalah sosial dan lingkungan seperti kemiskinan, kepadatan penduduk, kejahatan, terorisme, polusi air dan udara serta hilangya ozon. Menurut dia, dengan berbagai alasan maka pertumbuhan jumlah penduduk harus dikendalikan baik secara alami atau dengan campur tangan manusia.

Namun, benarkah jumlah penduduk yang besar merupakan masalah atau bahkan bencana? Memang, tidak banyak artikel akademik yang mendukung pertumbuhan jumlah penduduk, apalagi mengatakan bahwa pertumbuhan populasi yang tinggi justru mendukung ekonomi dan pamor negara! Namun, cerita Cina, India dan Brazil menunjukkan bahwa populasi yang besar, jika dokimbinasikan dengan kemampuan teknologi dan pengaturan logistik yang tepat, akan membangun ekonomi yang besar dengan pasar lokal yang mendukung bisnis untuk tumbuh, meningkatkan skala produksi ekonomi, serta menaikkan potensi dan status negara.

Faktanya, Inggris sebagai negara adidaya pada abad ke-19, pertumbuhan ekonominya didukung oleh teknologi, tenaga kerja murah, dan bahan mentah dari daerah jajahannya serta perluasan pasar di dunia dengan mengontrol lalu-lintas perdagangan dunia. Namun, sekarang Inggris menduduki peringkat yang lebih rendah dibandingkan dengan adidaya lain dalam berbagai aspek; bukan karena tidak menguasai teknologi, tetapi justru karena pasar globalnya telah mengecil dan kapasitas memperoleh bahan baku dan tenaga kerja murah telah berkurang—di satu sisi akibat naiknya pengaruh Amerika dan di sisi lain karena berkurangnya populasi Inggris dibandingkan dengan era kolonial dulu.

Lebih jauh lagi, kasus Amerika yang mengundang imigran asing dengan menyelenggarakan undian memperoleh visa menunjukkan, bahwa pertumbuhan populasi penduduk justru membantu dominasi ekonomi Amerika. Kalau pertumbuhan populasi merupakan masalah, mengapa Eropa, Kanada, Australia, dll justru mengkompensasi penurunan populasinya dengan mengundang imigran?

Faktanya, besarnya populasi justru dan selalu menjadi faktor penting bagi suatu negara untuk mempengaruhi kebijakan dunia, ekonomi dan geopolitik. Tentu penurunan jumlah penduduk akan kontraproduktif bagi bangsa manapun yang bermimpi akan menjelma menjadi kekuatan adidaya dunia. Itulah sebabnya Jerman, Italia, Jepang dan Rusia sangat khawatir dengan menurunnya populasi mereka. Bagi suatu negara ideologis, adalah penting memiliki populasi besar yang menganutnya; lalu berikutnya mengikuti, mempraktikkan, mengimplementasikan, mempropagandakan dan menyebarluaskan sistem ideologi tersebut.

Dari sekian banyak berkah Allah SWT adalah besarnya populasi Muslim dunia yang bisa menjadi potensi besar bagi bangkitnya negara adidaya baru ke depan. Studi demografi komprehensif dari 200 negara menunjukkan populasi Muslim dunia sebesar 1,57 miliar yang mewakili sekitar 23% dari 6,8 miliar penduduk dunia menurut estimasi di tahun 2009.1

Studi lanjutan menunjukkan bahwa dua pertiga dari Muslim dunia tinggal di 10 negara, yaitu enam negara di Asia (Indonesia, Pakistan, India, Bangladesh, Iran and Turki), tiga negara di Afrika Utara (Mesir, Aljazair dan Maroko) dan satu negara di sub-sahara Afrika (Nigeria).

Secara umum populasi Muslim ada di lima benua, dimana 60% berada di Asia dan 20% di Timur Tengah dan Afrika Utara. Negara di Timur Tengah dan Afrika Utara banyak yang mayoritas penduduknya adalah Muslim.

Lebih dari 300 juta Muslim (seperlima dari total penduduk Muslim dunia) tinggal di negara dimana Muslim bukan mayoritas. Populasi minoritas Muslim ini cukup besar. India yang dulu adalah bagian dari dari Khilafah Islamiyah memiliki populasi Muslim ketiga terbesar di dunia. Cina memiliki penduduk Muslim lebih banyak daripada Syria. Rusia adalah rumah bagi populasi Muslim yang lebih banyak daripada gabungan Yordania dan Libya. Dari sekitar 317 juta Muslim yang tinggal sebagai minoritas, sekitar 240 juta (75 %) tinggal di lima negara: India (161 juta atau 13,4% dari populasi), Ethiopia (28 juta atau 34% dari populasi), Cina (22 juta), Rusia (16 juta atau 11,7% dari populasi) dan Tanzania (13 juta atau 30,2% dari populasi). Dari 10 negara terbesar dengan jumlah Muslim minoritas adalah Eropa yaitu Rusia (16 juta) dan Jerman (4 juta atau 5% dari populasi).


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here