Cina Menyiapkan Perlawanan Militer Raksasa Yang Membuat Kemungkinan Riil Untuk Mengancam Keunilateralan Politik AS di dunia - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Saturday, September 26, 2020

Cina Menyiapkan Perlawanan Militer Raksasa Yang Membuat Kemungkinan Riil Untuk Mengancam Keunilateralan Politik AS di dunia


(Sebuah Analisis )

Umar Syarifudin (pengamat politik internasional)

Dikabarkan The Hoan Cau Times, sub-publikasi People's Daily, corong Partai Komunis Tiongkok, menerbitkan editorial yang menyerukan kesiapan untuk bersiap menghadapi potensi perang.

"Kami memiliki sengketa teritorial dengan sejumlah negara tetangga yang telah dihasut oleh AS untuk menghadapi China," papar editorial surat kabar tersebut mengulas memanasnya konflik di Laut China Selatan.

Surat kabar China telah memperhitungkan "kesiapan berperang" yang dikonfirmasi adanya informasi penyiapan 11.000 tentara AS dimobilisasi ke pangkalan di Pulau Guam untuk latihan militer skala besar. Bagi Amerika Serikat sendiri, kawasan Indo-Pasifik tetap menjadi prioritas utama Pentagon. Ini telah dinyatakan oleh Jenderal Charles Q. Brown Jr, komandan Angkatan Udara AS di Pasifik.

Menurut The Sun, AS akan memobilisir sejumlah besar tentara, kapal perang dan 100 pesawat, akan berpartisipasi dalam latihan untuk melindungi pangkalan strategis AS di Pasifik.

Bila dicermati, memanasnya konflik kedua negara tersebut menunjukkan bahwa problema internasional utama bagi Amerika saat ini adalah kebangkitan Cina yang memungkinkan Cina membangun politik, militer, serta ekonomi raksasa yang membuat kemungkinan riil untuk mengancam keunilateralan dan dominasi politik, militer serta ekonomi AS di dunia. Ditambah lagi, belanja militer Cina yang meningkat drastis, yang melebihi total gabungan belanja militer Russia, Inggris dan Prancis dalam tahun - tahun terakhir. Bahkan banyak program militer Cina bersifat rahasia. Karena semua itu, Cina telah menjadi perhatian utama bagi para politisi Amerika. 

Cina telah berhasil mengembangkan tentaranya secara signifikan. Cina telah menjadi negara kedua secara global setelah Amerika Serikat dalam hal belanja militer dengan anggaran militer sebesar 261 miliar Dollar untuk tahun 2019. 

Berbagai pernyataan para pejabat Amerika semuanya difokuskan dalam menghadang kebangkitan Cina ini pada jangka waktu belakangan ini. Mantan Menteri pertahanan AS Ashton Carter pernah menyatakan, Cina menaikkan kemungkinan militerisasi lebih lanjut. Ia mengatakan bahwa Amerika berada dalam transisi.

Secara historis, Amerika sudah berpengalaman memenangkan perang dingin pada era Uni Soviet, pada waktu itu ada kedekatan antara Cina dan Uni Soviet dengan dorongan kesatuan Partai Komunis. Karena pada waktu itu Amerika bekerja dengan serius untuk mengalahkan Uni Soviet, maka Amerika menilai kedekatan Uni Soviet dengan Cina sebagai hal yang sangat serius. Amerika melakukan strategi untuk memisahkan kedekatan ini sebagai langkah yang diperlukan untuk melemahkan dan mengalahkan Uni Soviet. Pada waktu itu, hadirnya rencana Kissinger untuk mengganggu hubungan antara Cina dan Uni Soviet dan Amerika telah meraih keberhasilan besar dalam hal itu. Dan sekarang realitasnya terbalik. Amerika khawatir terhadap kekuatan Cina. 

Pada hari ini, Amerika memperhatikan kedekatan antara Cina dan Russia, sementara Amerika ingin menjauhkan kedekatan ini sebagai langkah yang diperlukan untuk mengisolasi dan melemahkan Cina. Artinya, itu seperti yang dilakukan Amerika dahulu, tetapi secara terbalik. Amerika hari ini menjalankan politik yang efektif terhadap Russia dengan mendorong negara ini untuk melayani Amerika di panggung Cina. 

Kemampuan militer Russia dapat dimanfaatkan oleh Amerika untuk menghadapi Cina, dengan menugasi Russia untuk berpartisipasi menentang senjata nuklir Korea Utara, atau terlibat dalam mengancam pasokan energi untuk Cina dari Russia atau dari Asia Tengah. Atau bahkan berpartisipasi dalam penetapan kebijakan-kebijakan khusus mengenai kebebasan navigasi di sekitar Laut Cina dan Amerika memberi kontribusi usahanya untuk mengeluarkan Cina dari kepulauan tersebut. 

Tetapi Amerika belum bisa melakukan perang di dengan Cina di Laut Cina Selatan dan tetap mempertahankan pengaruhnya yang meluas di banyak wilayah di dunia kecuali dengan mengandalkan kekuatan mitra regional dan lokal yang direkrutnya agar bekerja demi keuntungan Amerika. 

Amerika hari ini bergantung kepada penggunaan negara lain lebih banyak dan padat dari sebelumnya untuk mengamankan berbagai kepentingannya dan mempertahankan pengaruhnya. Karenanya, Amerika bekerja untuk membawa para anteknya di banyak negara untuk sampai ke tampuk kekuasaan, sehingga negara - negara tersebut akan menjadi tangan kanannya. Selanjutnya Amerika memastikan para agennya mampu menjamin setiap langkahnya hasilnya akan selalu menguntungkan AS dan jalannya antek-anteknya itu disiplin dengannya, maka Amerika bekerja dengan semua kekuatannya untuk membawa agennya yang pro Amerika ke tampuk pemerintahan.


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here