Dinar Dan Dirham Lebih Unggul - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Thursday, September 10, 2020

Dinar Dan Dirham Lebih Unggul


Aji Salam (ASSALIM JATIM)

Pengalaman moneter dunia menunjukkan mata uang kertas (fiat money) bersifat labil dan selalu kehilangan nilai akibat inflasi. Selembar kertas rupiah dengan selembar kertas dolar AS memiliki nilai tukar yang sangat jauh berbeda. Padahal secara fisik nilai instrinsiknya kurang lebih sama. Daya beli selembar rupiah dengan nominal 1.000 pada hari ini juga lebih rendah dibandingkan dengan satu tahun lalu atau sepuluh tahun sebelumnya.

Akibatnya, seseorang yang memegang dan menyimpan uang kertas sangat riskan mengalami kehilangan nilai kekayaan riilnya. Negara yang mata uangnya lemah dibandingkan mata uang kuat negara lain, nilai kekayaannya dalam mata uang asing cenderung merosot, sedangkan hutang luar negerinya membengkak dalam mata uang lokal. Akhirnya, sebuah negara dan masyarakatnya dapat dimiskinkan dalam sekejap hanya dengan menjatuhkan nilai tukar mata uangnya, sebagaimana pengalaman krisis moneter yang menimpa Indonesia pada tahun 1997/1998.

Mata uang berbasis emas dan perak (dinar dan dirham) adalah mata uang negara Khilafah yang memiliki sifat universal. Dominasi dolar AS ataupun mata uang kuat (hard currency) lainnya atas transaksi ekonomi dunia merupakan salah satu metode penjajahan Kapitalisme atas masyarakat dunia yang harus dihentikan dengan mata uang dinar dan dirham.

Bagaimana mungkin untuk mendapatkan uang kertas dolar Indonesia harus menyerahkan sumberdaya alamnya, bekerja keras menghasilkan produk-produk ekspor, bahkan disertai dengan penyerahan kedaulatan negara. Sebaliknya, untuk mendapatkan dolar yang sama, AS dengan mudah mencetaknya sendiri. Padahal biaya cetak setiap satu dolar AS hanya satu sen dan AS mendapat untung 99 sen.

Mata uang dinar dan dirham menjamin kebebasan setiap negara dan penduduk dunia untuk melakukan transaksi ekonomi dan perdagangan tanpa harus takut mengalami gejolak kurs, kehilangan kekayaan, ataupun mengalami penjajahan moneter. Dengan demikian, keberadaan mata uang ini sebagai alat tukar internasional menjadi salah satu syarat bagi terwujudnya kesejahteraan dunia.


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here