Hanya Khilafah yang Bisa Memberantas Berbagai Bentuk Penistaan Terhadap Islam - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Tuesday, September 8, 2020

Hanya Khilafah yang Bisa Memberantas Berbagai Bentuk Penistaan Terhadap Islam


Oleh Ainul Mizan (Peneliti LANSKAP) 

Kasus penistaan terhadap Islam terus saja terjadi. Dengan bertopeng kebebasan berekspresi dan berpendapat, penistaan terhadap Islam menjadi suatu yang ditolelir. Walhasil penistaan terhadap Islam sulit untuk bisa dihentikan. 

Tanggapan PM Norwegia menyusul aksi pembakaran al - Qur'an di Oslo, Norwegia menegaskan hal tersebut bagian dari kebebasan berekspresi (www.pikiran rakyat.com, 2 September 2020). Telah diketahui kelompok anti Islam, SIAN (Stop Islamization of Norwey)  melakukan aksi pembakaran al Qur'an di Norwegia. Dilanjutkan dengan seorang perempuan yang meludahi, merobek dan membakar al - Qur'an. Di Swedia, para pendukung Rasmus Paludan melakukan pembakaran pada salinan al - Qur'an (www.cnbcindonesia.com, 31 Agustus 2020).

Penistaan terhadap Islam di Barat bukanlah ini yang pertama. Sebelumnya pada tahun 2019, Lars Thorsen dari kelompok anti Islam SIAN membakar al- Qur'an di Swedia (www.news.okezone.com, 27 Nopember 2019). 

Tentunya penistaan terhadap Islam terjadi dalam berbagai bentuk. Membakar al-qur'an, menghina al - Qur'an, Nabi, Allah SWT dan termasuk pula kriminalisasi terhadap ajaran Islam. Khilafah sebagai ajaran Islam dituduh menjadi biang perpecahan, sebagai satu contoh. 

Negara demokrasi hanya bisa mengecam. Tidak ada aksi nyata membela Islam dengan menurunkan tentara. Wajar bila tidak ada ketakutan bagi para penista tersebut.

Satu - satunya negara yang mampu melibas semua penistaan terhadap Islam adalah Khilafah. Khilafah itu yang menerapkan Syariat Islam. Hal yang semestinya Khilafah menjadi penjaga terpecaya terhadap Islam dan umatnya. 

Pada tataran normatif ideologis. Khilafah akan mengadopsi pokok - pokok aqidah Islam untuk menjadi asas negara. Di antara yang termasuk pokok - pokok aqidah Islam adalah keberadaan Allah SWT yang berbeda dengan makhluk, Nabi Muhammad Saw sebagai Nabi terakhir, kepastian hari akhir, dan lainnya. Dengan demikian, Khilafah akan mampu mendeteksi upaya penyimpangan aqidah. Ambil contoh kelompok Ahmadiyah yang mengajarkan Mirza Ahmad sebagai Nabi setelah Rasulullah Saw. Tentu ini sudah menyalahi pokok - pokok aqidah Islam. Dan ajaran mereka yang menobatkan Mirza Ahmad sebagai Nabi itu sudah termasuk delik penistaan terhadap Islam. Ini yang pertama. 

Yang kedua, Khilafah akan mengedukasi rakyatnya tentang tsaqafah  kewajiban menjaga kemuliaan Islam. Hukum larangan berkelompok di atas landasan ashobiyah. Sementara ashobiyah bermakna al - muawanah ala adhulmi (saling tolong menolong di atas kedholiman). Padahal Alloh memerintahkan agar tolong menolong atas kebenaran dan taqwa. Pendek kata, Khilafah akan menegaskan aturan bahwa kelompok, organisasi, dan jama'ah di dalam wilayahnya harus berasaskan kepada Islam. Tidak boleh ada kelompok, organisasi dan jama'ah yang berasaskan sekulerisme, atheisme, pluralisme dan yang lainnya. 

Hal ini dilakukan mengingat kelompok, organisasi dan jama'ah yang berasaskan ashobiyyah akan mempropagandakan kekufuran. Bahkan mereka akan berani menistakan Islam.

Ketiga, Khilafah akan mengedukasi umat Islam mengenai keharaman melakukan penistaan terhadap Islam. Sesungguhnya bermain - main dan bersenda gurau dengan menggunakan ajaran Islam itu termasuk penistaan terhadap Islam. 

Allah SWT menegaskan dalam firmannya:

ولئن سألتهم ليقولن انما كنا نخوض ونلعب قل ابالله وآياته كنتم تستهزؤون. 
Dan ketika ditanyakan pada mereka, sungguh mereka akan menjawab: sesungguhnya kami hanya bercanda dan bermain main. Katakanlah, apakah terhadap Alloh dan ayat - ayatnya, kalian bersenda gurau (QS At Taubah ayat 65).

Di samping itu, Khilafah akan mengedukasi umat akan larangan menghina agama lain. Karena hal demikian akan memicu upaya penistaan terhadap Islam. 

Jadi bagi siapa saja yang melakukan penistaan terhadap Islam akan menerima sangsi setimpal. Bagi mereka yang kafir, pilihan sangsinya adalah masuk Islam dan atau hukuman mati. Sedangkan bagi muslim yang menista Islam, hukumannya adalah mati. Para ulama sudah banyak menjelaskannya. Al Imam Tajuddin as Subki dalam kitabnya As Saiful Maslul ala man Sabbar rasul. Begitu pula, Ibnu Taimiyah menuliskan kitabnya Ash Sharimil Maslul ala Man Syatimir Rasul. 

Ketiga hal tersebut merupakan satu kesatuan yang harus dipahami oleh masyarakat. Khilafah bertanggung jawab dalam mengedukasi masyarakatnya secara intensif.

Adapun pada tataran teknis strategis. Terhadap para pelaku penistaan Islam, Khilafah akan bersikap tegas. Hal ini terkait erat dengan kekuatan militer dan alutsista yang dimiliki negara. 

Pernah di jaman Nabi Saw terjadi penistaan terhadap al - Qur'an. Abi Sarah setelah menistakan al - Qur'an dengan memalsukan ayatnya, lari ke mekah. Maka Rasul Saw, berupaya untuk menaklukan mekah. Ketika berhasil memasuki mekah, Rasul Saw mengeksekusi Abi Sarah, bersama Abdullah bin Hilal dan Miqyas bin Shubabah, karena juga menistakan Islam. Dalam konteks ini, Khilafah akan berusaha menaklukan sebuah negeri yang melindungi para penista Islam. 

Bila pelakunya murni individual tidak terlalu ribet untuk mengeksekusinya. Kisah tentang seorang tua yang membunuh istrinya, lantaran si istri berkali - kali menghina Nabi Saw. Sedangkan Nabi Saw sendiri menegaskan bahwa ia telah tunaikan hak beliau. 

Bisa juga, pelaku penistaan Islam tersebut adalah langsung negara. Maka relevan sekali sikap Sultan Abdul Hamid II yang mendeklarasikan jihad kepada Inggris dan Perancis. Hal tersebut disebabkan Inggris dan Perancis berencana akan memutar film karya Voltaire yang menista Rasulullah Saw. Setelah mendapat ancaman jihad Khilafah, Inggris dan Perancis tidak jadi menayangkan film yang rasis tersebut. 

Demikianlah peran Khilafah dalam memberantas setiap upaya menistakan Islam. Sebuah peran yang akan timbul rasa saling menghargai dan menghormati agama dan kepercayaan orang lain. Dengan demikian hanya Khilafah yang dibutuhkan dunia untuk wujudkan kedamaian dan keadilan. 

# 7 September 2020


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here