Indonesia Resesi? - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Saturday, September 26, 2020

Indonesia Resesi?


Lukman Noerochim (stafsus FORKEI)

Ekonomi global dunia saat ini mengalami krisis yang cukup serius. Dampak buruk dari resisi ekonomi dunia itu terlihat secara menyeluruh di berbagai negara, mulai dari negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, Filipina, AS, Eropa (termasuk Jerman dan Perancis) Italia, Korea Selatan, Hong Kong, Inggris, dan Singapura, Rusia, sampai negara berkembang seperti Indonesia.

Indonesia di masa pandemi covid-19 memasuki resesi ekonomi. Hal ini diungkap Secara resmi oleh Menkeu Sri Mulyani yang menyampaikan pada Selasa (22/9/20), bahwa negara ini akan mengalami resesi pada akhir bulan ini akibat minusnya peningkatan ekonomi Indonesia, pada kuartal III ini, akibat dampak pandemi Covid-19.

Yang kian membuat para ekonom khawatir adalah bahwa sampai detik ini, resesi yang berkepanjangan itu tidak ada menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Bahkan semakin menimbulkan gejala baru. Sejumlah ekonomi memperkirakan krisis ini akan menimbulkan ledakan yang mengerikan yang menyebabkan runtuhnya negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Uni Eropa yang mereka perkitakan di tahun 2021, the Great Depression.

Sebab hakiki krisis finansial global dan krisis ekonomi secara umum adalah kerusakan sistem ekonomi kapitalis dan ketidakcocokannya untuk realita. Sistem ekonomi kapitalisme yang tidak merealisasi pertumbuhan harta dalam bentuk yang menjamin keadilan, kebahagiaan dan kesejahteraan untuk umat manusia. Sistem ekonomi yang krisis merupaka bagian integral darinya. Seperti yang dilaporkan di dalam majalah The Economist, sebuah jurnal bisnis dan keuangan, "sesungguhnya krisis, keserakahan dan kesengsaraan merupakan bagian dari sistem keuangan Barat...". Fakta yang diakui oleh para penggagas ekonomi kapitalisme adalah bahwa krisis merupakan bagian dari sistem ekonomi kapitalisme. Dan manusia harus beradaptasi dengan ketidakadilan riba, ketatnya inflasi, penderitaan dari resesi, kesempitan hidup akibat pengangguran, perbudakan yang rakus dan kehinaan eksploitasi. Mereka mengakui bahwa ini adalah penyakit kronis dan modal dari sistem ekonomi kapitalisme mereka.

Kita tidak bisa memperkirakan secara pasti kapan Ekonomi Kapitalis ini akan benar-benar runtuh. Namun secara subjektif dalam pandangan Islam, sistem Ekonomi kapitalis dengan pilar-pilarnya memiliki pondasi yang rapuh.

Ekonomi Barat saat ini terkesan kokoh bukan karena sistem ekonominya yang teruji dan tangguh. Namun tidak lebih dari hasil penjajahan yang merupakan sifat yang melekat dari sistem Ekonomi Kapitalis. Jika tidak menjajah kekayaan kaum muslimin di negeri-negeri Islam, sungguh sistem Ekonomi ini sudah lama hancur.

Dan siapa saja, umat mana saja yang mengikut aturan Allah, pasti akan selamat. Namun jika berpaling dari sistem Allah, niscaya akan hancur. Firman Allah;

(فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقَىٰ. وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَىٰ)

"Barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Dan Barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, Maka Sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam Keadaan buta". (Thaha 123-124).


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here