Islam Mencegah Pemiskinan Dan Eksploitasi - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Tuesday, September 22, 2020

Islam Mencegah Pemiskinan Dan Eksploitasi


M. Firdaus (Dir. FORKEI)

Masyarakat Islam adalah masyarakat yang dibangun berdasarkan ideologi Islam yang memiliki tingkat integrasi sosial yang sangat tinggi. Misi penciptaan (ibadah) dan pelaksanaan hukum-hukum Allah SWT menjadi fokus utama dalam masyarakat Islam (Lihat: QS adz-Dzariyat [51]: 56).

Islam membangun masyarakatnya dengan landasan akidah tauhid. Konsep kehidupannya berjalan untuk menaati perintah-perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya. Makna kebahagiaannya adalah ridha Allah SWT. Sistem nilai Islam menciptakan identitas khas dalam masyarakatnya. Islam memandang kemuliaan manusia dari ketakwaannya, bukan dari materi ataupun atribut fisik lainnya. Hal ini membentuk mentalitas mulia yang mampu menempatkan keridhaan Allah SWT di atas kepentingan pribadi. Sebab, tujuan hidup manusia itu adalah untuk meraih kebaikan dunia dan akhirat daripada sekadar mengejar kenikmatan dunia sesaat. Hal ini juga akan mematahkan gambaran kepribadian materialistik yang fokus hanya pada uang dan materi tanpa peduli konsekuensinya bagi orang lain apalagi masyarakat. Dengan itu eksploitasi dan kezaliman terhadap orang lain akan dapat diminimalisasi.

Nilai-nilai hidup Islam tidak akan pernah menempatkan materi di atas moralitas, atau uang di atas derajat kaum perempuan, meski mereka miskin sekalipun.  Karena itulah sistem nilai Islam akan mencegah kemiskinan dan eksploitasi dari akarnya, dan menempatkan keadilan di tengah-tengah masyarakat.

Rasulullah saw. mengibaratkan kehidupan masyarakat Islam seperti sekelompok orang yang mengarungi lautan dengan kapal; dakwah dan amar makruf nahi mungkar menjadi spiritnya, bukan hedonisme dan pragmatisme seperti pada masyarakat kapitalistik yang individualis.

Profesi di dalam Islam bukan segala-galanya. Menjadi profesional tidak berarti membuat umat Islam melupakan identitas hakikinya sebagai hamba Allah, juga tidak boleh melalaikan peranan utamanya sebagai seorang da’i/da’iyah yang melakukan perbaikan dan amar makruf nahi mungkar di tengah masyarakat. Begitupun terkait profesi (jenis pekerjaan).

Bekerja dalam pandangan Islam adalah salah satu sebab kepemilikan (bukan satu-satunya sebab) atas harta dan diarahkan dalam rangka mencari karunia Allah SWT. Dalam Islam bekerja atau pekerjaan bukanlah satu-satunya jalan mencapai keamanan finansial. Ada peran perwalian kaum laki-laki dan juga ada peran negara di sini.

Islam juga memiliki prinsip-prinsip pengaturan ekonomi yang sehat dan menolak model keuangan cacat kapitalis yang berbasis riba; melarang penimbunan kekayaan atau privatisasi sumberdaya alam; juga melarang asing berinvestasi besar dalam pembangunan infrastruktur, pertanian, industri dan teknologi. Islam juga memiliki pandangan yang jelas dan tegas terkait pengaturan kepemilikan, peran negara dan hukum-hukum terkait ketenagakerjaan yang akan mencegah eksploitasi pihak kuat terhadap yang lemah.  Islam pun menolak konsep kebebasan kepemilikan yang mengizinkan memperoleh kekayaan dengan berbagai cara, bahkan dengan jalan mengeksploitasi atau merendahkan orang lain, seperti prinsip riba atau mengeksploitasi tubuh perempuan demi keuntungan. Sistem ekonomi Islam diarahkan untuk mengupayakan distribusi kekayaan yang efektif dalam menjamin kebutuhan pokok semua warga negaranya dan bukan hanya demi pertumbuhan ekonomi. Namun, Islam pun menerapkan hukum yang menciptakan produktivitas ekonomi yang sehat untuk mangatasi pengangguran massal dan memungkinkan individu untuk mendapat kemewahan.

Karena itu, tentu diperlukan sistem dan kepemimpinan di Dunia Islam. Islam dengan seluruh kesempurnaannya menawarkan visi politik yang sama sekali berbeda untuk kawasan dan seluruh dunia agar terlepas dari belenggu kemiskinan dan eksploitasi. Visi politik Islam adalah kepemimpinan tunggal untuk umat Islam di seluruh dunia, yang tidak akan membiarkan umat Islam tercerai-berai dan tereksploitasi hanya karena kepentingan nasional yang sempit.


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here