Jejak Islam Di Sulu dan Mindanao - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Monday, September 28, 2020

Jejak Islam Di Sulu dan Mindanao


Taufik S. Permana (Geopolitical Institute)

Di Filipina jumlah penduduk Muslim hanya sekitar 6% dari total jumlah penduduknya. Mereka menempati wilayah bagian selatan terutama di Kepulauan Mindanao dan Sulu yang dikenal dengan Propinsi Moro.

Pada masa lalu Mindanao adalah kerajaan merdeka. Kemudian pada akhir abad ke -13 para pedagang Arab datang bersamaan dengan datangnya mereka ke Siam (Thailand).  Sejak saat itu Islam berkembang dengan baik dan pada akhir abad ke-14 di Mindanao telah berdiri Kesultanan Islam.

Sulu juga merupakan daerah kepulauan yang berada di bagian selatan Filipina. Kota ini merupakan jalur perdagangan dan menjadi salah satu kekuatan politik pada abad ke 15. Seperti halnya Mindanao, Islam masuk dan berkembang di Sulu melalui orang Arab yang melewati jalur perdagangan Malaka, Borneo dan Filipina. Pembawa Islam di Sulu adalah Syarif Karim al-Makdum, mubalig Arab yang ahli dalam ilmu pengobatan. Abu Bakar, seorang dai dari Arab, menikah dengan putri Pangeran Bwanas dan kemudian memerintah di Sulu dengan mengangkat dirinya sebagai sultan.

Para penguasa Kesultanan Sulu di Filipina Selatan yang di mulai sejak Syarif Abu Bakar atau Sultan Syarif al-Hasyim (1405-1420 M) hingga Sultan Jamalul Kiram II (1887) berjumlah 32 sultan.

Tahun 1565 Spanyol mendarat di Mindanao dan Sulu. Mereka menyerang Kesultanan Islam hingga 350 tahun lamanya. Walaupun demikian, Spanyol tidak pernah berhasil menguasai Kesultanan Islam.

Setelah Spanyol kalah dalam Perang Dunia kedua melawan Amerika Serikat tahun 1898, Filipina diserahkan kepada Amerika Serikat. Wilayah Mindanao dan Sulu yang tidak pernah dikuasai oleh Spanyol ikut pula diserahkan ke AS. Masyarakat Islam di sana berontak melawan pendudukan Amerika. Akhirnya, pada 20 Agustus 1899, Sultan Sulu menandatangani perdamaian dengan Amerika. Namun kemudian, tahun 1902, AS menciptakan Propinsi Moro yang meliputi Mindanao dan Sulu. Sejak saat itu wilayah Filipina Selatan dikontrol langsung oleh Manila.


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here