Kemenangan Pasti Datang! - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Sunday, September 13, 2020

Kemenangan Pasti Datang!


Adam Syailindra (Koordinator Forum Aspirasi Rakyat)

Rasulullah saw. dan para Sahabatnya, juga generasi salafush-shalih setelah mereka, meraih kemenangan demi kemenangan atas musuh-musuh mereka karena mereka senantiasa berpegang teguh pada agama ini.

Di dalam banyak kitab Sîrah telah diriwayatkan bahwa musuh mana pun tidak sanggup bertahan lama menghadapi para Sahabat Rasulullah saw., bahkan Kerajaan Romawi sekalipun, yang saat itu merupakan sebuah 'negara adidaya'.

Mengapa pasukan Romawi bisa dikalahkan oleh kaum Muslim? Inilah yang juga menjadi pertanyaan Heraklius, penguasa Romawi saat itu. Saat berada di Antakiah dan pasukan Romawi pulang dalam keadaan kalah menghadapi kaum Muslim, Heraklius berkata kepada pasukannya, "Celaka kalian! Jelaskan kepadaku tentang orang-orang yang berperang melawan kalian? Bukankah mereka juga manusia seperti kalian?!"

"Benar," jawab pasukan Romawi.

"Siapa yang lebih banyak pasukannya, kalian atau mereka?"

"Kami lebih banyak pasukannya beberapa kali lipat di semua tempat."

"Lalu mengapa kalian bisa dikalahkan?" Tanya Heraklius lagi.

Salah seorang tokoh Romawi berkata, "Karena mereka biasa melakukan salat malam, berpuasa pada siang hari, menepati janji, melakukan amar makruf nahi mungkar dan berlaku adil kepada sesama mereka. Sebaliknya, kita biasa minum minuman keras, berzina, melakukan keharaman, ingkar janji, merampok, menzalimi orang, memerintahkan hal-hal haram, melarang hal-hal yang diridhai Tuhan serta membuat kerusakan di muka bumi."

Kepada tokoh itu, Heraklius berkata, "Kamu benar!" (Diriwayatkan oleh Ahmad bin Marwan al-Malik, dalam kitab Al-Bidayah (VII/15); juga oleh Ibnu Asakir).

Sebab-sebab pembawa kemenangan juga pernah dijelaskan oleh salah seorang intel Romawi yang dikirim untuk menyelidiki kondisi kaum Muslim. Usai menjalankan tugasnya, intel itu menjelaskan kondisi kaum Muslim, "Mereka adalah 'para biarawan' (para ahli ibadah) pada malam hari dan para pendekar ulung pada siang hari. Jika anak penguasa mereka mencuri, mereka memotong tangannya, dan jika ia berzina, mereka merajamnya, untuk menegakkan kebenaran di tengah-tengah mereka."

Mendengar itu, atasan sang intel itu berkata, "Jika laporanmu ini benar, perut bumi (kematian, pen.) lebih baik bagiku daripada berhadapan dengan mereka di atas permukaan bumi. Aku berharap Tuhan tidak mempertemukan aku dengan mereka." (Diriwayatkan Al-Baihaqi, dalam As-Sunan al-Kubra, VIII/175).

Jelas, kemenangan generasi Muslim terdahulu adalah karena keteguhan mereka dalam berpegang teguh dengan agama ini. Sebaliknya, kekalahan yang mereka alami adalah karena kebalikannya.

Jika kita menelaah Perang Uhud, misalnya, kita akan menemukan bahwa sebab kekalahan kaum Muslim di dalamya ialah karena perilaku sebagian kecil dari mereka yang tidak menaati perintah Rasulullah saw. Sebagian pasukan pemanah, yang jumlah mereka tidak mencapai 4% dari jumlah total pasukan kaum Muslim ketika itu, melakukan tindakan indisipliner. Mereka bermaksiat terhadap perintah Rasulullah saw. Akibatnya, 70 orang Sahabat terbunuh; perut mereka dibelah; hidung dan telinga mereka dimutilasi; Rasulullah saw. sendiri terluka, wajah Beliau tergores, dan gigi antara gigi seri dan gigi taring Beliau rontok.


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here