Kestabilan Mata Uang Dinar Dan Dirham - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Saturday, September 12, 2020

Kestabilan Mata Uang Dinar Dan Dirham


Hadi Sasongko (Direktur PoroS)

Uang yang ideal harus memiliki nilai intrinsik dan nilainya konstan.  Ini hanya dimiliki oleh emas dan perak. Dari berbagai riwayat diketahui, harga seekor kambing pada masa Nabi saw. rata-rata 1 dinar.   Dengan 1 dinar yang sama, saat ini kita bisa membeli seekor kambing di mana saja di dunia ini karena 1 dinar sama dengan Rp 1.168.750,- (1 gr emas= Rp. 275.000,- (Kompas, 13/11).  Artinya, selama 1400 tahun lebih ketika sistem Islam tegak nilai dan daya beli dinar itu konstan. Dengan kata lain, tidak terjadi inflasi harga kambing. Andai selama itu inflasi harga kambing 1 % saja pertahun, maka harga kambing sekarang akan setara dengan 1 dinar x (1+0.01)^1400= 1,121,820 dinar!

Namun,  karena faktanya harga kambing sekarang adalah sama dengan harga kambing pada zaman Nabi saw., yaitu 1 dinar, maka inflasi Dinar selama 1400 tahun adalah 0.00% yaitu 1 Dinar x (1+0.00)^1400 = 1 dinar !

Bandingkan dengan rupiah. Dibandingkan awal tahun 1997, nilai rupiah saat ini tinggal seperempatnya, bahkan kurang.  Begitu pula dolar AS.  Menurut Miller, setelah 55 tahun terhitung dari 1940-1995, 1 dolar AS tinggal berharga 8 sen, artinya telah kehilangan 92% nilainya.  Pada tahun 2002, nilai riil efektif dolar menurut Outlook Report terus merosot dan terpangkas 20% pertahun. 

Karena itu, dengan menerapkan mata uang dinar dan dirham atau yang berbasis emas dan perak, nilai kekayaan masyarakat akan terjaga dan terlindungi dari waktu ke waktu. Inflasi juga akan lebih mudah dikendalikan sehingga kehidupan perekonomian pun akan stabil.


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here