Kriminalisasi Ajaran Islam Itu Sungguh Kebacut - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Thursday, September 3, 2020

Kriminalisasi Ajaran Islam Itu Sungguh Kebacut


Aminudin Syuhadak (Direktur LANSKAP)

Hari ini muncul sejumlah dugaan di masyarakat bahwa isu kriminalisasi jubir HTI digunakan oleh pihak-pihak tertentu untuk memberikan stigma negatif pada Khilafah. Isu ini selalu dilekatkan dengan topik pembahasan seputar negara Islam atau Khilafah. Anehnya, sistem Khilafah yang begitu mulia itu digambarkan oleh mereka sebagai sebuah sistem yang kejam, menakutkan, diskriminatif, sumber konflik, dan seterusnya.

Opini yang beredar, Khilafah diidentikkan dengan tindakan anarkis seperti pembunuhan dan pengrusakan tempat-tempat umum. Dihadirkan pula stigma diskriminatif seperti pemaksaan terhadap umat non-Muslim supaya memeluk Islam, dst. Syariah dan Khilafah pun digambarkan tak layak ditegakkan karena mengakibatkan terjadinya instabilitas negara.

Hal ini selaras dengan strategi Barat untuk memberikan citra negatif pada syariah dan Khilafah. Menurut D. Kaplan, White House telah menyetujui strategi rahasia, yang untuk pertama kalinya AS memiliki kepentingan nasional untuk memengaruhi apa yang terjadi di dalam Islam. Minimal di 24 negara Muslim, AS secara rahasia telah mendanai radio, TV, kursus-kursus di sekolah Islam, pusat-pusat kajian, seminar-seminar politik, dan program-program lain yang mempromosikan Islam moderat (David E. Kaplan, Terj. Usnews.com, 25/4/2005).

Walhasil, kriminalisasi ajaran Islam khilafah memang kebablasan, yaitu dengan menganggap seruan dan penyeru penerapan syariah dan penegakan Khilafah ar-Rasyidah sebagai ancaman.

Padahal Islam ini diturunkan agar menjadi rahmat[an] lil 'alamin. Allah SWT berfirman:

]وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ[

Tidaklah Kami mengutus kamu (Muhammad) melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam (TQS al-Anbiya' [21]: 107)

Rahmat[an] lil 'alamin itu menjadi sifat dari Islam secara keseluruhan; akidah, syariah dan hukum-hukumnya termasuk khilafah, jihad, hudud, dll. Karena itu rahmat[an] lil 'alamin secara sempurna hanya akan terwujud ketika Islam secara keseluruhan diterapkan secara nyata di tengah-tengah kehidupan. Penerapan Islam secara menyeluruh itu tidak lain melalui Khilafah ar-Rasyidah 'ala minhaj an-Nubuwwah. Dengan demikian justru penerapan syariah secara totalitas dalam institusi Khilafah ar-Rasyidah ‘ala minhaj an-Nubuwwah itulah yang harus diperjuangkan untuk mewujudkan rahmat[an] lil 'alamin. Ketika itu terjadi, keberkahan akan benar-benar meliputi negeri dari segala sisi.

]وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ… [

Jika saja penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi... (TQS al-A'raf [7]: 96).


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here