Menolak Khilafah Karena Bukan Termasuk Rukun Islam? - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Thursday, September 24, 2020

Menolak Khilafah Karena Bukan Termasuk Rukun Islam?


Oleh Ainul Mizan (Peneliti LANSKAP) 

Salah satu alasan mendasar menolak Khilafah adalah ajaran Khilafah itu bukan termasuk rukun Islam. Sedangkan sudah maklum rukun Islam itu adalah 5 perkara yakni syahadat, sholat, zakat, puasa dan haji. Hal ini tertuang dalam hadits Nabi Saw berikut ini. 

بني الإسلام على خمسٍ: شهادة أن لا إله إلا الله وأن محمدًا رسول الله، وإقام الصلاة، وإيتاء الزكاة، وحج البيت، وصوم رمضان))؛ رواه البخاري ومسلمٌ.
Islam itu dibangun atas dasar 5 perkara yakni syahadat tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan sholat, menunaikan zakat, pergi haji ke baitullah, dan berpuasa Ramadhan (HR Bukhori Muslim).

Al - Imam Ibnu Rajab Hanbaliy dalam Jamiul Ulum wal Hikam menjelaskan hadits tersebut dengan redaksi berikut ini. 

قال ابن رجب - رحمه الله -: والمقصود تمثيل الإسلام ببنيان، ودعائم البنيان هذه الخمس، فلا يثبت البنيان بدونها، وبقية خصال الإسلام كتتمة البنيان، فإذا فقد منها شيء نقص البنيان، وهو قائم لا ينتقض بنقض ذلك، بخلاف نقض هذه الدعائم الخمس، فإن الإسلام يزول بفقدها جميعًا بغير إشكال، وكذلك يزول بفقد الشهادتين
Maksud hadits tersebut, pemisalan Islam dengan bangunan, dan keberlangsungan bangunan Islam dengan 5 perkara. Maka tidaklah kuat bangunan Islam tanpanya. Sedangkan perkara Islam lainnya layaknya penyempurna bangunan. Jika kurang salah satu dari perkara penyempurna tersebut, bangunan tetap berdiri berbeda halnya yang kurang adalah 5 perkara yang mendasari keberlangsungan bangunan Islam. Karena sesungguhnya Islam bisa rusak dengan hilangnya 5 perkara seluruhnya tanpa keraguan, demikian pula Islam bisa rusak dengan hilangnya 2 kalimat syahadat.

Bukankah banyak kewajiban Islam yang tidak termasuk ke dalam rukun Islam? Sebagai contoh berbakti kepada kedua orang tua hukumnya wajib. Bahkan indikasi wajibnya bisa dilihat dari perintah Allah untuk tetap berbuat baik kepada keduanya walau kita tidak boleh taat saat orang tua menyuruh kita menyekutukan Allah. 

Ajaran Khilafah itu memang bukan termasuk rukun sesuai hadits tersebut. Akan tetapi hukumnya adalah wajib. 

Jadi sangat naif ketika menolak memperjuangkan Khilafah dengan alasan tidak termasuk bagian dari 5 rukun Islam tersebut. Artinya, akan banyak kewajiban dalam Islam yang terbengkalai hanya karena tidak termasuk rukun Islam yang lima. Tentunya akan termasuk orang fasik dan dholim bila menelantarkan kewajiban - kewajiban dalam Islam. Bahkan bisa menjadi kafir bila mengingkari kewajiban - kewajiban di luar 5 rukun sebagai bagian dari ajaran Islam.

Al - Jurdaniy dalam syarah hadits arbain Nawawiyyah menjelaskan: 

قال الجرداني - رحمه الله -: إن هذا الحديث حديث عظيم قد اشتمل على أركان الإسلام؛ فهو من قواعد الدين العظيم
Sesungguhnya hadits tersebut adalah hadits yang agung. Hadits tersebut mencakup rukun - rukun Islam. Hadits tersebut termasuk bagian dari pokok - pokok ajaran agama yang agung. 

Artinya berdasarkan keterangan ini, bahwa pokok - pokok Islam di dalamnya adalah 5 perkara yang termasuk rukun Islam. Sedangkan menukil keterangan dari al - Imam Jalaluddin as - Suyuthi di dalam mukadimah Kitab al - Inafah fi Rathbatil Khilafah dijelaskan:

الخلافة ركن عظيم من اركان الاسلام، آكدها الشارع ووردت بها الاحاديث 
Khilafah itu adalah ajaran pokok yang Agung dalam Islam. Asy Syari' menguatkannya dan hadits - hadits menunjukkannya.

Ajaran Khilafah itu sendiri merupakan fardhu kifayah yang berbeda dengan 5 rukun Islam dalam hadits tersebut. 5 rukun Islam itu yang menjamin keberlangsungan bangunan Islam, di samping termasuk fardhu ain. 

Fardhu kifayah Khilafah itu ditujukan kepada seluruh kaum muslimin. Menelantarkannya menjadi dosa komunal bagi seluruh kaum muslimin. Bahkan Islam menjadikan Khilafah sebagai mahkota kewajiban. Tegaknya Khilafah menjadi jaminan pelaksanaan ajaran Islam secara paripurna. Artinya menolak Khilafah bermakna menelantarkan pelaksanaan Islam secara paripurna.

Al Imam al Ghozali dalam al Iqtishad fil i'tiqad menegaskan:

الدين اس وسلطان حارس،  فما لا اس له فمهظوم وما لا حارس له فضائع
Agama itu asas dan kekuasaan adalah penjaganya. Maka sesuatu yang tidak punya asas, akan rapuh. Dan sesuatu yang tidak ada penjaganya, maka akan lenyap.

Yang terakhir, bahwa makna syahadat Rasul adalah membenarkan apa saja yang dikabarkan Rasul Saw, melaksanakan semua yang diperintahkan dan meninggalkan apa saja yang dilarang oleh Rasul Saw. Karena sesungguhnya ketaatan kepada Rasul Saw sejatinya adalah ketaatan kepada Allah SWT.  Adapun al - Khilafah notabenenya adalah sistem pemerintahan warisan Rasul Saw yang diperintahkannya kepada kaum muslimin untuk menegakkannya. 

# 23 September 2020


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here