Merangkai Cinta Dan Cita Keluarga Revolusioner - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Thursday, September 24, 2020

Merangkai Cinta Dan Cita Keluarga Revolusioner


Oleh : Muhammad Ikhsan

Berkumpul bersama dengan keluarga adalah salah satu dari sekian banyak kenikmatan di dunia. Siapa sih yang ngga bahagia dan gembira ketika berkumpul bersama keluarga? Bahasa Jaman Now-nya itu "Quality Time". Suatu momen yang teramat istimewa untuk menghabiskan waktu berkumpul bersama keluarga yang tidak bisa digambarkan dan tidak mungkin tergantikan dengan momen yang lain. 

Setiap lelaki dewasa yang telah berkeluarga tentu saja menginginkan setiap kebaikan dan kebahagiaan ada dalam kehidupan bersama istri dan anak-anaknya. Hal ini adalah wajar, sebagai wujud dari rasa cintanya kepada mereka, di mana rasa cinta itu merupakan fitrah yang sudah Allah tetapkan pada seluruh jiwa tiap manusia.

Menjadi seorang suami dan ayah ideal dalam satu bahtera rumah tangga tentu saja adalah dambaan setiap lelaki dewasa yang telah berkeluarga, lebih khususnya yang beriman kepada Allah Ta’ala dan hari akhir. Dan tentu saja ini tidak mudah kecuali hanya bagi orang orang yang telah dimudahkan oleh Allah Ta’ala.

Oleh karenanya, penting bagi keluarga Muslim untuk selalu menjaga suasana keimanan dengan memperhatikan sejumlah hal. Pertama: senantiasa memelihara suasana dan semangat keimanan, pergerakan dan keilmuan dalam keseharian. Para orangtua harus dapat menjaga suasana dan semangat dakwah agar rahmat Allah SWT tidak terputus bagi keluarganya. Upayakan agar senantiasa kompak dengan anak-anak untuk menjalankan tilawah al-Quran, shalat tahajud, shalat berjamaah, memakmurkan masjid serta shaum sunnah bersama-sama. Caranya, buatlah jadwal bersama yang telah disepakati oleh seluruh anggota keluarga. Jika sulit memulai jadwal harian maka upayakan memiliki jadwal mingguan. Kesungguhan dan upaya optimal setiap anggota keluarga, terutama orangtua, akan membuahkan hasil yang manis. Suasana harmonis yang dilandasi militansi anggota keluarga akan mewujudkan rumah tangga sakinah mawwadah wa rahmah yang merupakan modal utama kekuatan rumah tangga ideologis.

Hendaknya suam dan istri senantiasa melakukan introspeksi akan segala kelemahan, kekurangan, dan banyaknya kebaikan yang telah terlewatkan. Berapa banyak kebaikan dalam puasa hilang bersama ghibah (menggunjing), namimah (mengadu domba), dan pandangan yang penuh tipuan (kha'inah). Berapa banyak kebaikan shalat malam hilang bersama nyenyaknya tidur, menonton film, drama, sinetron dan perbuatan tidak baik lainnya. Berapa banyak kebaikan dalam al-Quran telah hilang bersama kemalasan untuk duduk dalam halaqah zikir dan kebaikan-kebaikan lain yang hilang begitu saja termasuk melakukan aktivitas dakwah. Muhasabah ini akan meningkatkan kualitas keluarga Muslim untuk terus istiqamah dalam perjuangan dakwah Islam dan menjadikan Islam sebagai poros kehidupannya.

Hendaklah keluarga Muslim mengukir kemenangan hakiki dengan mewujudkan rumah tangga yang ideologis; rumah tangga yang layak dijadikan teladan, sumber inspirasi umat. Anggota keluarganya adalah para pengemban dakwah yang bertakwa, penjaga Islam yang terpercaya. Suami mampu (kafa'ah) menjadi imam, teladan keluarga dan umat yang akan membawa keluarganya sampai kepada-Nya dengan selamat sebagaimana Rasulullah saw. Istri mampu menjadi sumber kekuatan suami dan pendukung perjuangan sebagaimana ibunda Khadijah ra. Ibu mampu mencetak generasi pilihan serta mujahid-mujahid yang syahid sebagaimana Khansa ra., serta anak-anak yang salih-salihah sebagaimana para shahabat-shahabiyah.

Mungkinkah semua itu teraih? Sangat mungkin. Sebab, Islam dulu adalah Islam saat ini, hanya sejauh mana upaya dan kesungguhan kita mewujudkannya.

Marilah kita mulai kembali lembaran hidup kita dengan sesuatu yang bermanfaat bagi masa depan kita di akhirat kelak. Kita tekadkan kembali untuk memperbaiki kadar keimanan kita pada hari-hari selama sebelas bulan berikutnya. Tentu dengan selalu berusaha melakukan yang terbaik semata-mata karena Allah SWT. Sebab, bukankah kita diciptakan hanya untuk mengabdi kepada-Nya?


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here