Sabar Itu Penopang Ketaqwaan - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Wednesday, September 16, 2020

Sabar Itu Penopang Ketaqwaan


M. Arifin (Tabayyun Center)

Dua orang saling mencaci maki di hadapan Hasan al-Basri rahimahullâhu, semoga Allah merahmatinya. Lalu, orang yang dicaci maki itu berdiri sambil mengusap keringat dari wajahnya, dan membaca firman Allah: "Tetapi orang yang bersabar dan mema’afkan, sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan." (TQS. Asy-Syûra [42] : 43).

Kemudian Hasan al-Basri berkata: Bagus! Demi Allah, ia benar-benar memahaminya, di saat orang-orang bodoh menyia-nyiakannya.

Selanjutnya, ia berkata: Anak Adam itu (dalam menghadapi ujian) benar-benar bersabar atau ia benar-benar binasa (karenanya).

Abu al-Faraj Ibnul Jauzi, Adâb al-Hasan al-Bashri wa Zuhduhu wa Mawâ'idzuhu.

قَالَ ابْنُ الْمُقَفَّعِ فِي كِتَابِ الْيَتِيمَةِ: الصَّبْرُ صَبْرَانِ: فَاللِّئَامُ أَصْبَرُ أَجْسَامًا، وَالْكِرَامُ أَصْبَرُ نُفُوسًا. وَلَيْسَ الصَّبْرُ الْمَمْدُوحُ صَاحِبُهُ أَنْ يَكُونَ الرَّجُلُ قَوِيَّ الْجَسَدِ عَلَى الْكَدِّ وَالْعَمَلِ؛ لِأَنَّ هَذَا مِنْ صِفَاتِ الْحَمِيرِ، وَلَكِنْ أَنْ يَكُونَ لِلنَّفْسِ غَلُوبًا، وَلِلْأُمُورِ مُتَحَمِّلًا، وَلِجَأْشِهِ عِنْدَ الْحِفَاظِ مُرْتَبِطًا.

Dalam kitab Al-Yatīmah, Ibn Al-Muqaffa' mengatakan: “Sabar itu ada dua jenis: Kejahatan yang menimpa fisik, dan kedermawanan yang menimpa jiwa. Bukanlah kesabaran jika orangnya dipuji sebagai seorang yang fisiknya kuat berusaha dan bekerja keras, karena ini termasuk sifat keledai. Namun kesabaran itu bagi orang yang mampu mengendalikan diri, mampu memikul setiap urusan, serta tabah memelihara dan menjaga semuanya.” (Adab ad-Dunyā wa ad-Dīn – Karya Al-Mawardi).

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: “ألا أَدُلُّكُمْ عَلَى مَا يُحْبِطُ اللَّهُ بِهِ الْخَطَايَا وَيَرْفَعُ بِهِ الدَّرَجَاتِ؟ قَالُوا: بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ. قَالَ: إسْبَاغُ الْوُضُوءِ عِنْدَ الْمَكَارِهِ وَكَثْرَةُ الْخُطَى إلَى الْمَسْجِدِ وَانْتِظَارُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الصَّلاَةِ فَذَلِكُمْ الرِّبَاطُ”.

Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: "Maukah aku tunjukkan kalian pada sesuatu yang dengannya Allah menghapus kesalahan, dan mengangkat derajat?" Mereka menjawab: "Tentu, wahai Rasulullah." Beliau bersabda: “Sempurnakan wudhu’ di waktu-waktu yang tidak disenangi (saat sangat dingin atau sakit), banyak melangkah ke masjid, dan menunggu shalat setelah shalat, maka itulah yang disebut bersiap siaga (ar-ribāth)." (HR. Ibnu Majah).

Kemudian al-Qur’an turun untuk menegaskan pentingnya kesabaran dalam melakukan apa yang diwajibkan dan yang disunnahkan, serta menjadikannya di antara penopang ketakwaan dalam perkara yang diwajibkan dan dianjurkannya. [Adab ad-Dunyā wa ad-Dīn, Al-Mawardi]


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here