Sekeranjang Bunga Untuk Diktator Komunis Kim Jong-un Dari Presiden Indonesia? - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Saturday, September 26, 2020

Sekeranjang Bunga Untuk Diktator Komunis Kim Jong-un Dari Presiden Indonesia?


Agung Wisnuwardana (Strategic And Military Power Watch)

Dikutip dari liputan6.com Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un menerima sekeranjang bunga dari Presiden Indonesia Joko Widodo atau Jokowi. Pengiriman bunga itu dilakukan dalam rangka menyambut HUT ke-72 Korea Utara, menurut laporan media nasional negara tersebut, Korean Central News Agency (KCNA).

"Pemimpin Tertinggi Kim Jong Un menerima sekeranjang bunga dari Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia, dalam rangka HUT ke-72 DPRK," tulis KCNA dalam laporannya.

Komentar:

Jika informasi ini benar, maka sangat disayangkan akan moralitas pemimpin Indonesia terhadap kehidupan. Mengingat dunia sudah paham tentang mentalitas politik Kim sebagai pemimpin Korea Utara yang diktator dan bengis, sepenuhnya dibentuk oleh ideologi komunismenya yang jahat dan kejam kepada rakyatnya, yang berkembang menebar teror kepada rakyatnya. Ini diterjemahkan pada tingkat nasional juga kebijakan luar negeri komunistik yang mencari eksploitasi, dan hegemoni. 

Pemimpin Indonesia tidak perlu memberi ucapan selamat dan kemitraan apapun terhadap penguasa yang menganut dan menerapkan Ideologi setan komunisme ini telah membawa dunia ke jurang kehancuran dari berbagai ancaman eksistensial: nuklir, biologis, kimia, ekologi, ekonomi, keuangan, dan seterusnya. Tapi mungkin, kejahatan terbesar dari semuanya itu adalah bahwa para rezim komunis telah menulis ulang sejarah untuk menghapus agama, perdamaian dan keadilan. Komunisme gagal memajukan dan menyebarkan ilmu pengetahuan, kemakmuran, dan nilai peradaban yang tinggi untuk semua orang di dunia.

Pemimpin Indonesia juga tidak boleh mendukung intervensi AS atas semenanjung korea. Tindakan Amerika memanaskan konflik 2 Korea itu sesuai dengan tujuan grand strateginya. Amerika adalah salah satu yang menciptakan masalah Korea dengan melakukan invasi ke semenanjung Korea setelah Perang Dunia II. Dan Amerika adalah salah satu yang telah memperpanjang masalah Korea selama lebih dari enam dekade.

Mempertahankan keadaan perang dengan Korea Utara telah memberikan Amerika pembenaran bagi kehadiran militernya yang signifikan di Korea Selatan selama periode waktu itu. Ini juga membantu membenarkan pangkalan militer Amerika yang penting di Jepang. Militerisasi Amerika di Pasifik Barat memiliki dua tujuan: pertama, untuk mengamankan Samudera Pasifik, yang Amerika anggap sebagai perairan pribadinya; dan kedua, untuk mendekati batas-batas Cina dan Rusia agar dapat melawan ekspansi keduanya ke arah timur. Dengan demikian, Trump tidak memiliki niat menyelesaikan masalah Korea; paling-paling dia akan mencari pembongkaran rudal balistik antar benua (ICBM) Korea yang dapat menargetkan Amerika, sebagai imbalan atas pelonggaran sanksi ekonomi yang juga dapat menguntungkan Amerika dengan dirancang untuk mengurangi ketergantungan ekonomi Korea Utara terhadap China.

Terakhir, penulis ingin menyampaikan bahwa dunia tidak akan pernah damai selama dunia didominasi oleh kapitalis Barat sekuler yang materialistis. Dengan izin Allah, umat manusia akan segera kembali merasakan perdamaian dan keadilan di seluruh dunia dengan berdirinya kembali ketika sistem Islam memimpin dunia dan membawa cahayanya ke seluruh dunia, menghadapi, mengatasi dan kemudian menenangkan konflik dunia, dan menghidupkan kembali peradaban yang menolak dasar materialisme dan menjadikan spiritualitas sebagai fondasinya, berpegang pada ayat-ayat Al-Qur’an yang mulia seperti berikut:

]يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُونُواْ قَوَّامِينَ لِلّهِ شُهَدَاء بِالْقِسْطِ وَلاَ يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلاَّ تَعْدِلُواْ اعْدِلُواْ هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَاتَّقُواْ اللّهَ إِنَّ اللّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ[

“Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (TQS al-Maidah [5]: 8).


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here