Stop Kriminalisasi Penyeru Ajaran Islam Khilafah! - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Friday, September 4, 2020

Stop Kriminalisasi Penyeru Ajaran Islam Khilafah!


Mahfud Abdullah (Dir. Indonesia Change)

Hari ini ada berbagai isu diciptakan untuk memberikan citra negatif terhadap Khilafah, topik ini juga diseret untuk mengkriminalisasi perjuangan penegakkan ideologi Islam. Mereka menggeneralisasi bahwa pihak-pihak yang memperjuangkan Khilafah dan HTI adalah sama bahayanya dengan ISIS.

Di berbagai kesempatan, kalimat-kalimat provokatif acap terlontar dari lisan para aktivis liberal yang menjadi corong-corong dari negara-negara kapitalis itu. Mereka menuding kelompok-kelompok yang memperjuangkan Khilafah harus diwaspadai. Harapan mereka ialah supaya umat menjauh dari kelompok pejuang Khilafah yang kini semakin dipercayai umat tersebut.

Perlu diketahui, ini adalah bagian dari pertarungan pemikiran dalam perang ideologi yang sedang berlangsung. Karena itu umat perlu waspada.

Beberapa strategi digunakan Amerika Serikat dalam mempertahankan dominasinya. Berikut beberapa strategi mereka:

1. Hard Power (kekuatan fisik) dengan cara menduduki sebuah negeri Islam.

2. Soft Power (kekuatan lunak) dengan melakukan pertarungan pemikiran. Wujudnya ialah gencarnya meracuni pemikiran umat dengan kampanye sekularisme, demokrasi, kapitalisme, nasionalisme, dst.

3. Law Power (kekuatan hukum). AS melalui boneka ataupun kader binaannya di berbagai negara berupaya mendorong lahirnya sebuah UU yang membatasi gerak sebuah kelompok Islam.

Setelah mencitrakan Khilafah dengan sedemikian buruk, kaum sekular-liberal berupaya menampilkan sekaligus mengkampanyekan Islam sekular (Islam yang memisahkan agama dengan kehidupan). Bagi mereka Islam cukup aktivitas ritual dan spiritual belaka tanpa perlu adanya formalisasi syariah. Menurut mereka, syariah dan Khilafah tidak wajib diterapkan, gagasan utopis, tidak relevan, dst.

Mereka sungguh menyeru umat pada suatu keburukan. Umat diajari untuk menduakan Allah dalam hal kedaulatan membuat hukum atau undang-undang. Padahal Allah memerin-tahkan kita untuk bertauhid. Mereka mentoleransi umat saat tunduk pada perintah Allah dalam perkara-perkara menyangkut individu seperti shalat, zakat dan puasa; namun orang-orang itu mengajarkan umat supaya ingkar pada perintah Allah terkait urusan negara, seperti dalam persoalan ekonomi, sosial, maupun politik dan sistem pemerintahan.

Mereka mendorong umat untuk lalai kepada Allah. Padahal mereka hidup, makan, minum dan bertebaran mencari rezeki di bumi Allah. Ajaran sekuler ini identik dengan ajaran Kristen: "Berikanlah kepada Kaisar apa yang menjadi milik Kaisar dan berikanlah kepada Tuhan apa yang menjadi milik Tuhan." (Matius, 22:21) (Lihat: Abdullah Nashih Ulwan, Islam Syariat Abadi, Jakarta: GIP 1996).


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here