Agar Kebutuhan-Kebutuhan Dasar Rakyat Terjamin - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Friday, October 30, 2020

Agar Kebutuhan-Kebutuhan Dasar Rakyat Terjamin


Lukman Noerochim (Stafsus FORKEI) 

Islam memiliki peraturan untuk memenuhi jaminan sosial bagi seluruh rakyat. Syariah Islam menjamin kebutuhan-kebutuhan dasar baik bagi individu maupun bagi seluruh masyarakat. Ini tentu berbeda sekali dengan sistem jaminan sosial dalam Kapitalisme, yang nyata-nyata hanya merupakan upaya tambal-sulam atas kebobrokan Kapitalisme, bukan upaya yang dilakukan negara sebagai norma asli. Lagi pula, karena Kapitalisme menganut asas manfaat (naf'iyah); ada pamrih untuk tetap mendapat profit (untung). Nulung sambil cari untung. Maka dari itu, sering jaminan sosial itu dilakukan dengan cara-cara terselubung untuk memalak bahkan mengeruk duit rakyat, seperti lewat asuransi yang dipaksakan, lalu uang itu pun diinvestasiksan lagi untuk mendapatkan untung, dan seterusnya. 

Dalam Islam, negara wajib menyediakan kebutuhan dasar masyarakat, yaitu keamanan, kesehatan dan pendidikan kepada seluruh rakyat secara gratis. Tentang keamanan, jelas sekali menjadi kewajiban negara yang mendasar, karena keamanan (al-amn) menjadi salah satu dari dua syarat sebuah negeri agar memenuhi kriteria Darul Islam. Dalam Sirah Ibnu Ishaq disebutkan Rasulullah saw. memberitahukan kepada para Sahabatnya di Makkah:

إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ جَعَلَ لَكُمْ إِخْوَاناً وَدَاراً تَأْمَنُونَ بِهَا

Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla telah menjadikan saudara-saudara buat kalian [yaitu kaum Anshar] dan sebuah negeri yang aman buat kalian [yaitu Madinah] (Muqaddimah Ad-Dustur, II/8).

Tentang kesehatan, terdapat banyak dalil yang menunjukkan negara wajib menyediakan kesehatan itu secara gratis untuk rakyat. Di antaranya hadits dari Jabir ra. yang berkata:

بَعَثَ رَسُولُ اللهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ طَبِيبًا فَقَطَعَ مِنْهُ عِرًْقا ُثمَّ كَوَاهُ عََليْهِ

Rasulullah saw. telah mengutus seorang dokter (tabib) kepada Ubai bin Kaab. Dokter itu memotong satu urat dari tubuhnya, lalu membakar bekas urat itu dengan besi bakar (HR Muslim).

Khalifah Umar bin al-Khaththab ra. juga pernah mengutus seorang dokter kepada Aslam ra. untuk mengobati penyakitnya (HR al-Hakim dalam Al-Mustadrak).

Dalil-dalil ini menunjukkan bahwa kesehatan atau pengobatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang wajib disediakan negara secara gratis bagi seluruh rakyatnya (Muqaddimah Ad-Dustur, II/9).

Adapun pendidikan, telah terdapat riwayat hadis bahwa Rasulullah saw. telah menetapkan bahwa seorang kafir yang menjadi tawanan ditebus pembebasannya dengan cara mengajar sepuluh anak kaum Muslim. Tebusan jasa ini adalah sebagai ganti dari tebusan berupa harta rampasan perang (ghanimah) yang menjadi milik seluruh kaum Muslim. Selain itu terdapat Ijmak Sahabat bahwa gaji para pengajar adalah menjadi tanggungan Baitul Mal (Kas Negara). Ini menunjukkan bahwa pendidikan wajib disediakan secara gratis oleh negara bagi seluruh rakyatnya (Muqaddimah Ad-Dustur, II/9).

Jelaslah, bahwa kebutuhan dasar masyarakat yang berupa keamanan, kesehatan dan pendidikan wajib disediakan oleh negara secara cuma-cuma bagi seluruh rakyatnya, baik Muslim maupun non-Muslim, kaya maupun miskin, tanpa ada diskriminasi sedikitpun.

Namun demikian, meski ketiga kebutuhan tersebut menjadi kewajiban negara, tidak berarti syariah mengharamkan individu rakyat untuk memenuhi sendiri kebutuhan-kebutuhan tersebut. Boleh hukumnya seseorang membayar seorang satpam untuk mengamankan rumahnya. Boleh dia mendatangkan seorang guru privat untuk mengajari anak-anaknya di rumahnya. Boleh pula dia mempunyai dokter keluarga untuk mengobati seluruh anggota dengan gaji tertentu. Kebolehan hal-hal tersebut berdasarkan dalil-dalil ijarah yang bersifat umum yang dapat diterapkan pada kasus-kasus di atas. (Abdurrahman Al-Maliki, As-Siyasah al-Iqtishadiyah Al-Mutsla, hlm. 180-181).


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here