Al-Birr Husn Al-Khulq [2] - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Sunday, October 18, 2020

Al-Birr Husn Al-Khulq [2]


Abu Inas (Tabayyun Center)

Akhlak mulia adalah bagian dari ketakwaan. Namun demikian, akhlak mulia disebut secara khusus dalam hadits di atas. Ini menunjukkan betapa istimewanya akhlak mulia. Ibn al-Qayyim berkata, "Penggabungan takwa dengan akhlak mulia karena takwa menunjukkan baiknya hubungan seseorang dengan Tuhannya, sementara akhlak mulia menunjukkan baiknya hubungan dirinya dengan orang lain." (Muhammad ‘Alan, Dalil al-Falihin, III/68).

Sebaliknya, saat Baginda Rasulullah SAW ditanya tentang apa yang paling banyak menyebabkan orang masuk neraka. Beliau menjawab, "Mulut dan kemaluan." (HR at-Tirmidzi).

Mengapa mulut? Sebab, dari mulut bisa meluncur kata-kata kekufuran, ghibah (membicarakan kejelekan orang lain), namimah (mengadu-domba orang lain), memfitnah orang lain, membatalkan yang haq dan membenarkan yang batil, dll.

Keutamaan kedudukan orang yang berakhlak mulia juga disejajarkan dengan keutamaan kedudukan orang yang biasa memperbanyak ibadah shaum dan sering menunaikan shalat malam. Baginda Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya seorang Mukmin-karena kebaikan akhlaknya-menyamai derajat orang yang biasa melakukan shaum dan menunaikan shalat malam." (HR Abu Dawud).

Bahkan kedudukan orang yang berakhlak mulia pada Hari Kiamat nanti dekat dengan kedudukan Baginda Rasulullah saw., sebagaimana sabda beliau, "Sesungguhnya orang yang paling aku cintai dan paling dekat kedudukannya dengan majelisku pada Hari Kiamat nanti adalah orang yang paling baik akhlaknya. Sebaliknya, orang yang aku benci dan paling jauh dari diriku adalah orang yang terlalu banyak bicara (yang tidak bermanfaat, pen.) dan sombong." HR at-Tirmidzi).

Lalu apa yang dimaksud dengan akhlak mulia atau husn al-khulq? Di dalam tafsirnya, Abdullah ibn al-Mubarak, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi, menyebut husn al-khulq sebagai: selalu bermuka manis; biasa melakukan kebajikan, di antaranya dengan biasa memberikan nasihat kepada orang lain dengan kata-kata yang baik, ringan tangan (mudah membantu orang lain), dll; serta sanggup menahan diri dari sikap menyakiti orang lain baik lewat ucapan maupun tindakan.

Husn al-hulq sesungguhnya juga merupakan gabungan dari sikap suka memaafkan, biasa memerintahkan kebajikan dan berpaling dari orang-orang yang jahil/bodoh, sebagaimana firman Allah SWT: Berilah maaf, perintahkanlah kebaikan dan berpalinglah dari orang-orang yang bodoh (TQS al-A'raf [7]: 199). (Muhammad ‘Alan, Dalil al-Falihin, III/72).


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here