Apakah Khilafah Akan Mampu Menandingi Hegemoni AS? - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Tuesday, October 20, 2020

Apakah Khilafah Akan Mampu Menandingi Hegemoni AS?


Oleh Ainul Mizan (Peneliti LANSKAP) 

Sebagai negara adidaya, sepak terjang AS tentunya berpengaruh pada percaturan politik dunia. AS berhasil mengarahkan dunia pada national interestnya di dalam apa yang disebutnya sebagai War on Terorisme. Begitu pula AS mampu menciptakan apa yang disebut sebagai hukum internasional. Sementara dirinya sendiri menempati posisi sebagai The Globe Cop (Polisi Dunia). 

Semua sepak terjangnya tersebut tidaklah terlepas dari ideologi Kapitalisme yang diembannya. Penjajahan menjadi metode yang melekat dalam penyebaran ideologinya. AS berkamuflase dengan apa yang disebutnya sebagai keamanan dan ketertiban internasional. Maka AS mampu mengontrol dinamika yang terjadi dalam hubungan antar negara. Demikianlah strategi politik (khitthoh siyasi) yang dijalankannya. 

Dengan mudahnya AS menuduh negara lain memiliki senjata pemusnah masal. Bermodal legitimasi demikian, AS tidak segan - segan menyerang dan menghancurkan negara lain. Tahun 2003, AS dengan pongahnya menyerang Irak dan menggulingkan Rejim Saddam Husein. 

Kalau pun Irak dalam Perang Teluk pernah menggunakan Rudal Squad, bukankah AS sendiri seringkali menggunakan senjata pemusnah masal. Pada tahun 1945 AS menjatuhkan bom atom berturut - turut di kota Hiroshima dan Nagasaki,  Jepang. Tentu saja AS akan berdalih bahwa hal demikian adalah sebagai serangan balasan terhadap Jepang yang sebelumnya memborbardir Pearl Harbour AS di 1941. Apakah hal tersebut cukup menjadi legitimasi untuk 'menghukum' negara lain atas nama ketertiban dunia? Sementara efek bom atom di kedua kota tersebut sedemikian dahsyatnya. 

Begitu pula dengan apa yang terjadi dalam perang Vietnam. AS menggunakan senjata pemusnah masal Agen Orange saat menyerang Vietnam. Kerusakan bagi Vietnam demikian besarnya. Walaupun akhirnya Vietnam keluar sebagai pemenang, hal tersebut ditunjang notabenenya pasukan Vietnam berperang di medan negerinya sendiri. Lantas kekalahan yang cukup memalukan tersebut berusaha untuk ditutupi dengan adanya film Rambo. Lagi - lagi posisi The Globe Cop harus tetap dalam genggamannya.

Walhasil AS mampu mengontrol perjanjian internasional yang menitik-beratkan pada terciptanya perdamaian internasional. Salah satu klausulnya adalah mengontrol kepemilikan senjata pemusnah masal oleh negara - negara di dunia. Hal demikian menurutnya hanya akan memanaskan suhu percaturan politik dunia. Kepemilikan pembangkit nuklir diijinkan hanya untuk ketersediaan energi, bukan sebagai senjata militer. Di Indonesia sendiri terdapat PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir) di Lembang Jawa Barat. 

Sangat berbeda sekali dengan perlakuan AS atas Israel. Menurut laporan CIA, pada tahun 1964 Israel mampu memproduksi bom atom Plutonium. Bahkan dalam laporan buletin The Atomics of Sciences dinyatakan bahwa Israel menempati urutan kelima dunia dalam kepemilikan hulu ledak nuklir. Israel memiliki sekitar 100 - 200 piranti hulu ledak nuklir dan pengangkut Rudal Jericho. Oleh karenanya Israel tidak mau menandatangani perjanjian non proliferasi nuklir. AS mendiamkannya.

Di samping itu kebrutalan AS terhadap Jenderal Sulaimeni. Dengan alibi untuk mencegah memanasnya kawasan Timur Tengah, AS menghabisinya. Padahal diketahui secara luas bahwa Sulaimeni termasuk kepercayaan AS. Demikianlah nasib antek yang dipandang sudah tidak menguntungkan bagi AS.  

Sepak terjang AS sedemikian tentunya berpotensi memperbesar eskalasi kebencian dunia kepada AS. Hanya saja posisi AS yang masih kuat dengan legitimasi PBB masih mempengaruhi hubungan internasional.

Bukankah menguatnya Islamophobia di Barat semasa pandemi ini cukup guna menunjukkan pengaruh politik War on Terorismenya? Juga apa yang disebut dengan Demokrasi masih menjadi alat favorit dalam dominasi politik, ekonomi dan budayanya di seluruh negeri. Atas nama pembentukan negara demokratis, AS tidak segan - segan ikut andil menentukan rejim yang berkuasa di sebuah negeri khususnya di dunia Islam. 

Bagi AS, dunia Islam walaupun saat ini masih didominasi oleh negara - negara berkembang bahkan terbelakang, tidak bisa dipandang sebelah mata. Islam menjadi cikal bakal lahirnya kekuatan baru yang mengimbangi dominasi AS. AS tidak ingin dunia terbelah. Tentu saja hal itu hanya akan melemahkannya.

Khilafah, Adidaya Islam yang Menandingi AS

Jaman akan memainkan perannya yang penuh keberkahan. Saat itulah kaum muslimin akan membaiat seorang Khalifah. Dengan dibaiatnya seorang Kholifah, artinya Khilafah telah diproklamirkan. 

Kaum muslimin bergembira atas pertolongan Alloh SWT. Mereka bersenandung nasyid kegembiraan dan kemenangan saat tegaknya Khilafah. Kaum muslimin membulatkan tekad akan membela Khilafah. Bagi mereka membela Khilafah sama dengan membela Islam. Khilafah notabenenya merupakan institusi politik yang menerapkan Syariat Islam secara paripurna. 

Dari asas berdirinya yakni aqidah hingga menjadi magnet kuat bagi berkumpulnya umat guna membelanya adalah modal pertama bagi Khilafah. Dengannya Khilafah akan membangun kehidupan Islam. 

Khilafah akan menyatukan negeri - negeri Islam dalam naungannya. Tidak membutuhkan waktu yang lama Khilafah secara bertahap mampu melakukannya. 

Bersamaan dengan langkah politik tersebut, Khilafah akan segera membenahi akad - akad yang, bermasalah. Termasuk dalam pengelolaan kekayaan alam oleh korporasi swasta maupun asing. Khilafah akan mengambil alih tambang emas Tembaga Pura dari tangan Freeport, blok minyak Cepu dari Exxon Mobile dan yang lainnya. Mengingat persoalan eksploitasi kekayaan alam oleh korporasi tersebut merupakan sesuatu akad yang mempunyai pengaruh terus menerus dalam menyelisihi ajaran Islam. Padahal dalam Islam, kekayaan alam adalah milik umum yang hanya menjadi hak negara dalam mengelolanya. Pemanfaatannya adalah untuk sebesar - besar kemakmuran rakyat. Dalam konteks ini, Khilafah di samping menggunakan langkah politik juga melakukan pendekatan militer.

Jika korporasi - korporasi asing itu masih alot tentunya Khilafah akan melakukan pemaksaan. Oleh karena itu, di masa awal berdirinya, Khilafah akan menciptakan atmosfer jihad di tengah - tengah umat. Persiapan dan pelatihan kemiliteran digalakkan, khususnya bagi para pemuda. Di kancah politik dunia, dengan powernya Khilafah bisa memaksa dunia untuk meninggalkan apa yang dinamakan hukum internasional. Hukum internasional hanya memihak kepentingan negara yang selama ini menyebut dirinya The Globe Cop. Pada titik inilah, AS dan sekutunya akan berpikir ulang guna menyerang Khilafah saat terjadi pengambilalihan asetnya dari kerasukan korporasi - korporasi mereka sendiri.

Betul Khilafah itu masih baru. Akan tetapi semangat perangnya adalah fi sabilillah. Tidakkah AS bisa mengambil pelajaran dari Perang Mu'tah dan Perang Tabuk? Oleh karenanya, mereka menggunakan instrumen utang. Memang mereka harus menerima korporasinya 'terusir'. Maka Khilafah akan mengingatkan agar mereka juga menghitung besaran hasil tambang yang mereka bawa dari jajahannya di dunia Islam. Artinya Khilafah tidak akan mengemplang utang. Akan tetapi harus proporsional.

Dalam kancah perpolitikan dunia, Khilafah akan konsisten untuk menyebarkan Islam dengan dakwah dan jihad. Khilafah akan melakukan korespondensi politik dengan negara - negara lain. Menyerukan mereka untuk masuk ke dalam Islam secara sukarela. Kalaupun mereka enggan, mereka hanya diminta untuk tunduk pada kekuasaan Islam. Artinya diterapkan Islam atas mereka. Jika tetap enggan, mereka akan menghadapi gelombang jihad pasukan Islam. 

Tentunya dalam melakukan aktifitas dakwah, Khilafah akan menggunakan berbagai wasilah guna menjelaskan Islam dan keunggulannya segamblang - gamblangnya. Suatu penjelasan yang mampu menjadikan sirna keraguan mereka terhadap Islam. Dengan kata lain, Khilafah mampu membelah dunia. 

Ada negara - negara yang berpihak kepada Khilafah. Mereka merasakan nikmatnya berada dalam naungan hukum Islam. Tentunya hal demikian bisa menjadi senjata efektif Khilafah untuk mengisolir AS dari pergaulan dunia. 

Dalam perdagangan internasional, Khilafah menjadi negara yang dominan. Dengan dinar dan dirhamnya, Khilafah akan mampu menciptakan stabilisasi keuangan dunia. Hal ini akan dapat memperkuat posisi Khilafah. Dan pada saat yang bersamaan dapat dipakai dalam memainkan manuver politiknya menguasai sejengkal demi sejengkal dunia untuk tujuan meninggikan kalimat Allah di muka bumi. Tidak terkecuali Roma dan istana putih Presiden AS akan ditaklukan oleh Khilafah.

Demikianlah sepak terjang Khilafah guna mempengaruhi kondisi hubungan internasional. Dengan keunggulan ideologi Islam, Khilafah mampu menggantikan kepemimpinan Kapitalisme, tercakup juga di dalamnya Komunisme. Walhasil kepemimpinan Khilafah notabenenya adalah kepemimpinan untuk membangun kehidupan manusia yang yang berkah dan sejahtera. 

# 20 Oktober 2020


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here