Disiplinlah Berjuang... Pertolongan Allah SWT Pasti Datang - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Tuesday, October 20, 2020

Disiplinlah Berjuang... Pertolongan Allah SWT Pasti Datang


Abu Inas (Tabayyun Center)

Dalam Hasyiyah as-Sindi Syarah Sunan Ibnu Majah terdapat bab, "La Tha'ata fi Ma'shiyatilLah (Tidak Ada Ketaatan dalam Bermaksiat kepada Allah)".

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Rumhin, telah menceritakan kepada kami Laits bin Saad dari Abdullah bin Umar dari Nafi', dari Ibnu Umar; (dari sanad lain) telah menceritakan kepada kami Muhammad bin shabah dan Suwaid bin Saad, keduanya berkata telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Raja' al-Makki dari Nafi' dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah saw bersabda:

«عَلَى الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ الطَّاعَةُ فِيمَا أَحَبَّ أَوْ كَرِهَ إِلاَّ أَنْ يُؤْمَرَ بِمَعْصِيَةٍ فَمَنْ أُمِرَ بِمَعْصِيَةٍ فَلاَ سَمْعَ وَلاَ طَاعَةَ»

Seorang Muslim wajib menaati apa pun yang disenangi atau yang dibenci, kecuali dia diperintah untuk bermaksiat. Siapa saja yang diperintah untuk bermaksiat, ia tidak wajib mendengar dan taat.

Sabda Rasulullah, "Seorang Muslim wajib menaati apa pun yang disenangi atau yang dibenci," yakni menaati Imam yang adil.

Allah SWT berfirman (yang artinya): 

Siapa saja yang menyangka bahwa Allah sekali-kali tiada menolong dia (Muhammad) di dunia dan akhirat, hendaklah ia merentangkan tali ke langit; lalu hendaklah ia melalui tali itu; kemudian hendaklah ia berpikir apakah tipudayanya itu dapat melenyapkan apa yang menyakitkan hatinya. (TQS al-Hajj [22] : 15).

 Benar, Pertolongan Allah pasti datang. Ayat ini dengan jelas menunjukkan hal itu. Namun, di mana pertolongan itu sekarang? Bagaimana pertolongan itu diberikan? Kepada siapa pertolongan itu diberikan? Pernahkah Anda melihat pertolongan itu diberikan kepada umat yang loyalitasnya kepada selain Allah? Pernahkah Anda melihat pertolongan itu diberikan kepada masyarakat yang kiblatnya bukan kiblat yang diperintahkan Allah? Atau pertolongan itu diberikan kepada orang yang tidak taat kepada Allah dan Rasul-Nya? Lalu bagaimana dengan umat sekarang ini yang taat kepada orang (pemimpin) yang bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya? Pantaskah mereka mendapatkan pertolongan Allah?

Perlu kita ketahui bahwa Khalifah Abu Bakar—semoga Allah meridhainya—adalah sebaik-baik orang setelah para nabi dan rasul. Namun demikian, beliau berkata: "Taatilah aku selama aku taat kepada Allah dalam memimpin kalian. Jika aku bermaksiat kepada Allah, kalian tidak wajib menaati aku." Khalifah Abu Bakar ra. menegaskan dengan jelas bahwa dirinya bukan hujjah (dalil) bagi Islam, namun Islam-lah yang menjadi hujjah (dalil) bagi dirinya. Jika Khalifah Abu Bakar ra. saja menjelaskan bahwa dirinya bukan hujjah (dalil) bagi Islam, lalu bagaimana dengan kaum Muslim yang tingkatnya jauh di bawah beliau seperti pemimpin, ketua, gerakan dan partai, maka tentu mereka bukanlah hujjah (dalil) bagi Islam. Islam-lah hujjah (dalil) bagi mereka semua.

Untuk itu bahwa ketika kita semua taat kepada para pemimpin dalam bermaksiat kepada Allah, apapun bentuknya, maka tidak ada pertolongan dan kemuliaan dari Allah yang diberikan kepada kita.


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here