INDONESIA, AMBRUK BERSAMA KAPITALISME DEMOKRASI ATAU BANGKIT MENJADI ADIDAYA MEMIMPIN DUNIA DENGAN KHILAFAH? - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Monday, October 26, 2020

INDONESIA, AMBRUK BERSAMA KAPITALISME DEMOKRASI ATAU BANGKIT MENJADI ADIDAYA MEMIMPIN DUNIA DENGAN KHILAFAH?

 

Muhammad Ismail (eLSAD)

 

Wajah negeri jamrut katulistiwa tampak ruwet dan dirundung banyak masalah. Sang ayah terlibat asmara segitiga antara AS dan China, kondisi ekonomi keluarga  sedang lesu, pada kwartal II yang lalu terjadi kontraksi ekonomi sedalam minus 5,32% sementara pada Kwartal III pertumbuhan ekonominya diprediksi kembali minus hingga 2,9%. Resesi Ekonomi di depan mata. Disisi yang lain anak-anaknya juga sedang kecewa berat dengan keputusan orang tuanya yang mengesahkan UU Omnibus Law, pada ngambek dan unjuk rasa diberbagai daerah. Bahkan beberapa anaknya di wilayah timur sana (Papua dan Maluku Selatan) kabarnya mau kabur dari rumah, setelah beberapa tahun yang lalu anak bungsunya Timor Timur sudah kabur duluan. Prahara cinta segitiga sang ayah dengan AS dan China juga sedang memanas di laut China Selatan. Ruwet ruwet ruwet.

Kekacauan rumah tangga negeri Jamrut Katulistiwan ini terjadi, sebagai dampak dari sistem Demokrasi di bidang politik dan Kapitalisme di sector ekonomi.  Sistem politik Demokrasi yang dikenal dengan Politik berbiaya tinggi, telah melahirkan sistem pemerintahan Oligarki, dan menempatkan Pemilik Modal Besar pada posisi memiliki daya tawar yang tinggi, sehingga banyak kebijakan ditengarahi sangat kental dengan kepentingan Kapitalis. Polemik UU Omnibus Law bisa menjadi salah satu contoh, bagaimana mungkin DPR mengesahkan UU untuk rakyat, tapi ditentang oleh rakyat?, lebih dari itu, Trias politika yang ditujukan agar kekuasaan tidak ditangan satu pihak, namun realitanya Demokrasi melahirkan kekuasaan Oligarki yang menempatkan Penguasa Ekskutif, Legislatif, dan Yudikatif pada satu kendali. Inilah anomali Demokrasi.

Di bidang Ekonomi, Kapitalisme Liberal yang mengeliminir peran Negara untuk ikut campur dalam pengelolaan Ekonomi, telah mengakibatkan pengelolaan berbagai Sumber Daya yang dimiliki Negeri Jamrut Katulistiwa ini dikuasai oleh Swasta, baik Asing, Aseng, dan Asong. Inilah jawab dari pertanyaan, Mengapa Negara yang sangat Kaya dengan Sumber Daya Alam, tetapi Pendapatan Utama APBN nya berasal dari Pajak? Dampak ikutannya adalah kedaulatan Negeri Jamrut Katulistiwa bisa tergadaikan atas nama investasi. Akibatnya, penghasilan yang semestinya bisa digunakan untuk menafkahi 260an juta anak-anaknya dari pengelolan Sumber Daya Alam, Pengelolaan Faktor Produksi yang menguasai Hajat Hidup Orang banyak, justeru diambil alih oleh para investor. Inilah yang menurunkan wibawah sang ayah di hadapan anak-anaknya. Jika hal ini diteruskan, anak-anak bisa kabur dari rumah, dan bukan tidak mungkin Negeri Jamrut Katulistiwa ini ambruk bersama Kapitalisme Global yang kini sudah sempoyongan mendekati ajalnya.

Dalam sistem Islam, rakyat di negeri Khilafah memiliki wakil rakyat yang duduk di Majelisul Ummah, termasuk rakyat non muslim ada wakil yang membawa aspirasi mereka tentang pelayanan Khilafah di daerah mereka. Para wakil rakyat yang duduk di Majelisul Ummah, memikul tugas utama membawa aspirasi rakyat dan mengoreksi Pemerintah menjalankan Hukum-hukum Allah SWT dalam melayani rakyatnya. Jadi undang-undang Negara bersumber dari Wahyu Ilahi, yang mengeliminir kepentingan pemilik modal dan oligarki. Inilah garansi sistem Islam dalam menjaga marwah dan Kedaulatan Negara, wibawa Pemerintah, baik dihadapan rakyatnya sendiri maupun dalam percaturan politik Internasional.

Disisi Ekonomi, pengelolaan Ekonomi Negara tegak diatas 3 Pilar, Al Milkiyah (Kepemilikan), Tashorruf al Milkiyah (Pengelolaan Kepemilikan), dan Tauzi' al-Tsarwah baina al-Nas (Distribusi Pendapatan di tengah masyarakat). Individu leluasa memiliki kekayaan sejauh kekayaan ini memang domain milik individu, sedangkan Bumi, Air, dan sekala apa yang terkandung didalamnya, serta factor produksi yang menguasai Hajat Hidup  orang banyak, menjadi public property (kepemilikan umum/Al Milkiyatul Ammah) wajib dikelola oleh Negara untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat, sedang Individu (swasta, baik asing aseng maupun asong) haram memilikinya. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW.

اَلْمُسْلِمُوْنَ شُرَكَاءُ في ثلَاَثٍ فِي الْكَلَإِ وَالْماَءِ وَالنَّارِ

 

 

 


Kaum Muslim berserikat dalam tiga perkara yaitu padang rumput, air dan api (HR Abu Dawud dan Ahmad).[1]

Sehingga Sumber mata air, laut, hutan, minyak, gas, listrik, batubara, berbagai tambang mineral dan factor-faktor produksi yang menguasai hajai Hidup Orang banyak harus dikelola dan dilindungi oleh Negara. Dengan demikian, misal Freeport yang memproduksi 6.065 ton konsentrat per hari. Konsentrat ini adalah pasir olahan dari batuan tambang (ore), dimana pada setiap ton konsentrat mengandung 26,5% tembaga, 39,34 gram emas, dan 70,37 gram perak[2]. Dan berbagai perusahaan tambang Minyak, Gas, Batu Bara, dan berbagai mineral yang lain, jika ini semua dikelola Negara, maka pengelolaan layanan kesehatan, pendidikan, dan kebutuhan dasar seperti sandang, pangan, papan dapat diberikan Negara kepada setiap rakyatnya dengan baik dan adil.

Inilah, yang menjadi garansi keadilan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat. Ini pula yang bisa menjadikan anak-anak bangsa betah di rumah, dan bukan tidak mungkin si anak bungsu Timor Timur pulang ke rumah, bahkan tetangga kita seperti Malaysia, Brunai, Philipina, dan negeri-negeri Muslim yang lain bisa berhimpun menjadi pasar tunggal, dengan standar moneter yang sangat stabil (Dinar Dirham). Diskursus tentang sistem Khilafah menjadi urgen bagi seluruh stake holder yang menginginkan Negeri Jamrut Katulistiwa bangkit menjadi Negara Adidaya Baru, sebagai mana misi mulia diutusnya Rasulullah SAW kedunia:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

“Dan tidaklah Kami (Allah) mengutus kamu (wahai Muhammad) kecuali sebagai rahmat untuk semesta alam.” [ QS. Al-Anbiya’ : 107 ]

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 H ini, adalah momentum menyusuri Jejak Langkah Nabi dalam mendakwahkan Islam, membebaskan manusia dari menghamba kepada manusia, kepada menghamba kepada Allah SWT. Semoga kita semua layak disebut sebagai ummat Rasulullah SAW. Aamiin. [ ]


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here