Islam Pembangkit Utama Umat - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Monday, October 5, 2020

Islam Pembangkit Utama Umat


Yuli Sarwanto

Dunia Islam, tak terkecuali Indonesia, memiliki kekayaaan alam yang melimpah dan sumberdaya manusia yang banyak dan berkualitas. Namun, umat Islam justru berada dalam kondisi terpuruk. Sebutan Allah dalam al-Quran sebagai umat terbaik (khayru ummah) belum terwujud. Dunia Islam terpecah-belah menjadi 57 negara lebih dengan berbagai problem yang membelitnya. Semua potensi alam seolah tak berarti apa-apa.

Munculnya berbagai masalah itu berpangkal pada tidak adanya kedaulatan Asy-Syâri', yaitu tidak diterapkannya sistem Islam di tengah-tengah masyarakat. Masalah utama ini kemudian memicu terjadinya berbagai persoalan ikutan seperti kemiskinan, kebodohan, korupsi, kerusakan moral, kezaliman, ketidakadilan, disintegrasi dan penjajahan dalam segala bentuknya.

Sejak kemerdekaan hingga lebih dari enam dekade, sekularisme mengatur Indonesia. Rakyat Indonesia terus-menerus diuji dalam berbagai krisis yang tidak berkesudahan. Kondisi ini tidak akan berubah jika Indonesia tetap mempertahankan sistem sekular. Adapun sistem sekuler dalam bentuk diktatorianisme pasti gagal membawa kesejahteraan.

Dalam bentangan sejarah dunia, Islam terbukti berhasil membangkitkan masyarakat dengan sebuah kebangkitan yang luar biasa dan tidak pernah bisa ditandingi oleh kebangkitan yang terjadi dalam masyarakat manapun. Itulah masyarakat Islam pertama dalam naungan Daulah Islam, di Madinah al-Munawwarah. Selama lebih dari satu milenium, peradaban Islam nan gemilang itu menjadi mercusuar bagi seluruh umat manusia.

Sistem Islam bekerja mengatur masyarakat dengan sebaik-baiknya sehingga kerahmatan yang dijanjikan benar-benar dapat terwujud. Dalam kaitannya dengan perlindungan kaum minoritas, misalnya, telah terbukti Khilafah mampu melindungi mereka. Ketika orang-orang Yahudi terpaksa harus mengungsi akibat praktik inkuisisi yang dilakukan oleh orang-orang Kristen di Spanyol pada abad ke-15, mereka mendapat perlindungan dari Khalifah Bayazid II. Wilayah Negara Islam menjadi tempat tinggal mereka yang baru. Daulah Khilafah menjadi tempat yang nyaman bagi siapa pun. Semua warga negara Daulah Khilafah—tanpa memandang keyakinan, agama, ras dan bahasa, baik Muslim maupun non-Muslim—dijamin akan menikmati keadilan dan keamanan. Keadaan seperti ini tentu tidak bisa dipenuhi oleh sistem selain Islam.

Kebangkitan umat Islam pada masa lalu terbukti mampu menciptakan kemajuan di segala bidang, termasuk di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi serta kemajuan di bidang ekonomi. Semua itu menjadi monumen peninggalan sejarah dunia yang tak terlupakan.

Dalam bidang ilmu kedokteran dan astronomi, misalnya, Daulah Khilafah jauh lebih maju dibandingkan dengan negara-negara lain pada waktu itu. Buktinya, universitas-universitas di berbagai wilayah Islam saat itu menjadi tempat utama bagi orang-orang Eropa, termasuk para pangeran dan putri dari berbagai kerajaan di Eropa, untuk menimba ilmu. Salah satu ukuran orang berilmu ketika itu adalah kemampuannya dalam menguasai bahasa Arab, karena bahasa Arab seakan menjadi kunci harta karun ilmu yang memang saat itu kebanyakan ditulis dalam bahasa Arab. Daulah Khilafah juga menjamin tersedianya akses bagi semua orang untuk mendapatkan kekayaan, sembari mencegah kekayaan tersebut terpusat di tangan segelintir orang. Sepanjang kepemimpinan Daulah Khilafah, ketersediaan berbagai kebutuhan pokok (primer) bagi seluruh warga negara berhasil diamankan. Kesempatan untuk mendapatkan kebutuhan pelengkap (sekunder dan tersier) pun senantiasa terbuka bagi semua orang. Demikian sejahteranya, pada masa Khalifah Umar bin Abdul Azis, misalnya, pernah terjadi di wilayah Afrika, harta zakat tidak bisa dibagikan karena tidak ada seorang pun yang layak menerimanya. Demikian pula selama berabad-abad di bawah pemerintahan Islam, masyarakat di anak benua India menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia.

Dalam konstelasi politik internasional, Daulah Khilafah menjadi negara nomor satu selama berabad-abad tanpa pesaing. Daulah Khilafah berhasil menyatukan berbagai sumberdaya yang luar biasa besar yang dimiliki umat Islam dalam sebuah institusi negara yang luasnya mencapai tiga benua.

Kondisi semacam ini insya Allah dapat diwujudkan kembali asal umat Islam mau kembali pada rahasia kejayaan Islam, yakni penerapan sistem Islam secara kâffah.


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here