Ka Ghutsai Assail (Laksana Buih) - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Thursday, October 1, 2020

Ka Ghutsai Assail (Laksana Buih)


Hadi Sasongko (Direktur POROs)

Dunia muslim saat ini mengalami krisis dan penindasan. Tampaknya umat Islam yang mulia ini sekarang sedang berada dalam kondisi laksana buih (ka ghutsai assail), seperti diberitakan oleh Rasulullah Muhammad saw. Penyebab semua itu pun jelas, yaitu cinta dunia dan takut mati, hubbud dunya wa karahiyat almaut (HR Muslim dan Ahmad).

Bila direnungkan, kenyataannya al-Quran dan as-Sunnah tidak dijadikan landasan kehidupan. Peradaban yang dicontohkan Rasul itu adalah peradaban Islam yang menerapkan syariah. Di negeri Muslim terbesar ini hukum-hukum Allah SWT dipinggirkan. Kapitalisme sekuler dijadikan sandaran, padahal sistem ini berarti menyerahkan urusan hukum kepada manusia. Berbeda kata dengan perbuatan:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لا تَفْعَلُونَ (٢)كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لا تَفْعَلُونَ

Hai orang-orang yang beriman, mengapa kalian mengatakan apa yang tidak kalian perbuat? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kalian mengatakan apa-apa yang tiada kalian kerjakan (QS ash-Shaff [61]: 2-3).

Untuk menjawab problematika ini, umat Islam butuh kepemimpinan yang adil. Kepemimpinan Islam merupakan kepemimpinan untuk menerapkan syariah Islam demi kemaslahatan umat. Kepemimpinan yang ada terdiri dari dua jenis, yakni kepemimpinan umat dan kepemimpinan negara (dawlah). Selama ini kedua jenis kepemimpinan ini terpisah. Padahal sejatinya kepemimpinan umat menyatu dengan kepemimpinan negara agar benar-benar mendatangkan kemaslahatan bagi umat. Karena umat Islam adalah umat yang satu, maka perlu ada satu kepemimpinan umat.

Kemaslahatan umat hanya bisa diwujudkan manakala kepemimpinan negara menerapkan syariah dan menolak segala bentuk penjajahan. Kemaslahatan umat hanya bisa diwujudkan manakala kepemimpinan dijalankan dengan penuh amanah dalam sistem syariah. Kemaslahatan umat dalam satu negara sesungguhnya sangat dipengaruhi oleh sistem dan konstalasi politik internasional. Umat Islam dalam sebuah negeri sesungguhnya merupakan bagian tak terpisahkan dari umat Islam di negeri lain. Oleh karenanya, kepemimpinan umat harus diwujudkan pada level global. Hanya bila memiliki kepemimpinan global (internasional), umat akan memiliki kekuatan global yang sangat diperlukan untuk menjawab tantangan global (penjajahan, agresi militer dan sebagainya). 

Tibalah saatnya ketika hope (harapan) and change (perubahan) tidak lagi sekadar slogan atau retorika. Harapan dan perubahan itu kini tampak nyata. Kegagalan dan kebangkrutan Sosialisme-Kapitalisme telah menghantarkan umat menjadikan sistem Islam sebagai satu-satunya harapan menuju kehidupan dambaan. Kini setelah semakin banyak yang merindukan kembalinya kejayaan Islam, perubahan ke arah itu semakin dekat, tinggal menunggu waktu.


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here