Kapitalisme Bangkrut, Islam Penggantinya! - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Monday, October 5, 2020

Kapitalisme Bangkrut, Islam Penggantinya!


Hadi Sasongko (Direktur POROS)

Tahun 2020 banyak musibah bagi banyak negara. Ada banyak negara yang masuk jurang resesi, ekonomi makin ambyar. Dampak resesi adalah pertumbuhan ekonomi negatif selama dua kuartal. Jika kondisi ini terus berjalan lama, maka negara tersebut masuk dalam fase depresi.

Krisis global di era pandemi adalah keniscayaan dalam sistem ekonomi kapitalisme. Tanda-tanda keruntuhan Kapitalisme sangat banyak. Pada tingkat ideologis murni, prinsip-prinsip utama Kapitalisme bertabrakan langsung dengan realita. Sebagai contoh, Kapitalisme sangat bergantung pada prinsip "kelangkaan relatif" yang menunjukkan bahwa sumber daya yang tersedia di pasar tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan semua orang yang menginginkan sumberdaya tersebut. Namun kenyataannya, dunia memiliki sumberdaya yang jauh lebih banyak daripada yang dapat dikonsumsi orang pada waktu tertentu. Hal ini jelas terlihat pada angka yang menunjukkan peningkatan berkelanjutan atas kekayaan negara-negara, sementara kemiskinan juga terus meningkat. Dengan kata lain, rusaknya distribusi sumberdayalah yang menyebabkan kemiskinan, dan bukan kelangkaan sumberdaya itu sendiri yang jadi penyebabnya.

Prinsip lain yang juga telah rusak adalah prinsip kepemilikan pribadi. Di seluruh dunia, di Amerika maupun di Eropa, pemerintah negara-negara itu bergegas untuk menasionalisasi dan mengubah perusahaan-perusahaan milik swasta menjadi milik pemerintah dan milik publik. Bank-bank, perusahaan-perusahaan raksasa asuransi, industri-industri otomotif dan lembaga-lembaga keuangan lainnya dialihkan menjadi milik pemerintah dalam konteks 'terlalu besar untuk gagal'. Itu artinya bahwa kepemilikan swasta saja tidak dapat mempertahankan ekonomi, terutama ketika ukuran ekonomi tumbuh besar.

Kinerja kapitalisme dalam beberapa dekade terakhir sangat buruk, meskipun terjadi peningkatan luar biasa dalam hal kekayaan dan produksi. Papan skor itu menjadi bukti atas kenaikan angka kemiskinan, tak terjaminnya kesehatan dan menyebarnya penyakit-penyakit menular, perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan, dan pembusukan infrastruktur pendidikan.

Namun, tanda yang paling serius dari kegagalan itu adalah terciptanya cabang-cabang ekonomi non-riil yang memungkinkan kekayaan negara-negara untuk muncul berkali-kali lebih besar dari ukuran perekonomian yang sebenarnya. Hal ini telah menciptakan suatu ilusi, yang pasti akan menyebabkan keruntuhan besar. Kekuatan-kekuatan yang mendorong ke arah ekonomi non-riil meliputi pasar saham, perbankan dan sistim keuangan yang berbasis riba, dan diasingkannya emas dan perak dari basis sistem moneter.

Saat ini, Islam adalah satu-satunya alternatif pengganti yang layak bagi Kapitalisme. Islam memiliki ide-ide dan pikiran-pikiran yang dirumuskan dengan baik dan memiliki sistem yang terstruktur dengan baik. Selain itu, Islam memiliki catatan sejarah penerapan lebih dari 1300 tahun yang menunjukkan bahwa Islam mampu menghasilkan sistem produktif yang dapat mengatasi dan menyelesaikan masalah-masalah manusia yang paling dasar seperti makanan, keamanan, kesehatan, pendidikan dan stabilitas. Masalah satu-satunya pada hari ini hanyalah bahwa Islam tidak diterapkan dalam kerangka negara dan masyarakat. Situasi itu mencegah pendemonstrasian sistem Islam di dunia nyata. Yang lebih buruk lagi, Dunia Islam yang sering keliru dianggap islami, memberikan contoh yang sangat buruk kepada dunia. Kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan dan distribusi yang rusak atas kekayaan berlimpah di dunia Muslim menghalangi tampilnya potret yang cerah dari Islam dari yang digambarkan kepada populasi dunia yang lebih besar.


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here