Keniscayaan Perang Ideologi - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Thursday, October 1, 2020

Keniscayaan Perang Ideologi


Mahfud Abdullah (Direktur Indonesia Change)

Perang antara kebenaran dan kebatilan sudah menjadi semacam takdir sejarah yang tidak mungkin dihapuskan dari kehidupan manusia. Bahkan sampai kapanpun, keduanya akan saling menghancurkan, mengalahkan, dan berusaha memenangkan dirinya atas yang lain. 

Kebenaran tidak mungkin bisa bersanding dengan kebatilan. Begitu juga sebaliknya; kebatilan tidak mungkin bisa disandingkan dengan kebenaran. Keduanya juga berusaha terus-menerus menanamkan pengaruh-pengaruhnya ke dalam benak manusia, dan berupaya menyeret sebanyak-banyaknya manusia agar rela menjadi pejuang dan pengikut setianya.

Lahirlah kemudian kubu kebenaran dan kubu kebatilan. Keduanya akan terus bertarung dan menyebarkan pengaruh-pengaruhnya hingga Hari Kiamat, seperti halnya kebenaran dan kebatilan itu sendiri bertarung dan berperang.

Dalam konteks pertarungan ideologi, Islam telah menempatkan Kapitalisme dan Sosialisme ke dalam kebatilan, dan wajib untuk diperangi. Pasalnya, kedua ideologi tersebut bertentangan dengan Islam. Bahkan keduanya adalah musuh sejati bagi Islam dan kaum Muslim. 

Mengakhiri perang melawan ideologi Kapitalisme dan sosialisme sama artinya telah meninggalkan kewajiban syariah. Seorang Mukmin tidak diperkenankan berdiam diri atau tidak turut terjun secara langsung dalam perang ideologi tersebut. Sebaliknya, ia wajib menerjunkan dirinya ke dalam kancah perang ideologi hingga Islam dimenangkan oleh Allah Swt. Tidak hanya itu, kaum Muslim juga dilarang mengakui kebenaran ideologi lain. Ia harus tegas menyatakan bahwa ideologi-ideologi buatan manusia itu adalah ide batil dan wajib diperangi.

Seorang Mukmin dilarang keras menyerahkan loyalitasnya kepada musuh - musuhnya, apalagi membantu mereka untuk menghancurkan ideologi Islam. Allah Swt. berfirman:

الَّذِينَ آمَنُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللهِ وَالَّذِينَ كَفَرُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ الطَّاغُوتِ فَقَاتِلُوا أَوْلِيَاءَ الشَّيْطَانِ إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كَانَ ضَعِيفًا

Orang-orang beriman itu berperang di jalan Allah, sedangkan orang-orang kafir berperang di jalan thâghût. Karena itu, perangilah kawan-kawan setan itu, karena sesungguhnya tipudaya setan itu lemah. (QS an-Nisa’ [4]: 76).

Di dalam hadits sahih dituturkan bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda:

أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَقُولُوا لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ فَمَنْ قَالَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ فَقَدْ عَصَمَ مِنِّي مَالَهُ وَنَفْسَهُ إِلاَّ بِحَقِّهِ

Aku telah diperintahkan untuk memerangi seluruh manusia hingga mereka menyatakan, "Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah dan aku Muhammad adalah utusan Allah," hingga mereka menunaikan shalat dan membayar zakat. Jika mereka melakukan hal itu, terpeliharalah darah dan harta mereka dari aku, kecuali atas hak Islam (HR Muslim).

Al-Quran juga telah menyatakan dengan sangat jelas permusuhan orang-orang Yahudi, Nasrani dan orang-orang musyrik terhadap Islam dan kaum Muslim. Bahkan al-Quran telah memerintahkan kaum Muslim untuk memerangi mereka hingga mereka kembali ke jalan Allah Swt. atau tunduk kepada kaum Muslim dengan menyerahkan jizyah.

Semua ini menunjukkan bahwa memerangi ideologi rusak merupakan kewajiban asasi seorang Muslim. Dengan kata lain, perang ideologi tidak akan pernah berakhir hingga Allah Swt. memenangkan Islam sekaligus menghancurkan kezaliman di muka bumi ini.

Dari sini pula dapat disimpulkan, propaganda "tidak ada perang ideologi" ataupun propaganda "mendamaikan ideologi Islam, kapitalisme dan komunisme" tidak saja bertentangan dengan realitas, tetapi juga bertentangan dengan nash al-Quran dan as-Sunnah. Umat Islam tidak boleh terseret dan terpedaya dengan propaganda ini. Sebaliknya, mereka wajib menerjunkan dirinya dalam perang melawan ideologi-ideologi keliru, baik Kapitalisme ataupun Sosialisme.


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here