Mencukupkan Diri Mencari Rezeki Dengan Cara Halal - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Monday, October 12, 2020

Mencukupkan Diri Mencari Rezeki Dengan Cara Halal


Ramadhan Abu Yafi

Al mutawakkil (orang yang bertawakal) hakikatnya adalah orang yang tahu bahwa Allah menjamin untuk hamba-Nya rezeki dan kecukupannya. Dengan itulah ia percaya kepada Allah SWT atas apa yang Dia jamin. Hatinya tsiqah. Ia merealisasikan penyandaran dirinya kepada Allah terkait rezeki dan yang lainnya yang telah Dia jamin. Rezeki itu telah dibagi untuk tiap hamba, baik itu orang yang baik (birrun) atau jahat (fajirun), Mukmin ataupun kafir. Karena itu rezeki hamba itu tetap datang dan tetap Allah berikan ketika hamba itu memintanya baik dengan cara halal maupun haram. Namun, orang yang bertawakal kepada Allah, karena keyakinan dan tawakalnya, ia tidak akan mencederai tawakalnya dengan meminta rezeki secara haram. Dalam hal ini Rasul saw. bersabda:

أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ أَحَدَكُمْ لَنْ يَمُوتَ حَتَّى يَسْتَكْمِلَ رِزْقَهُ فَلا تَسْتَبْطِئُوا الرِّزْقَ وَاتَّقُوا الله يَا أَيُّهَا النَّاسُ وَأَجْمِلُوا فِى الطَّلَبِ خُذُوا مَا حَلَّ وَدَعُوا مَا حَرُمَ

Hai manusia, sesungguhnya salah seorang kalian tidak akan mati sampai Allah menyempurnakan rezekinya. Karena itu janganlah kalian menganggap lelet rezeki, dan bertakwalah kepada Allah, hai manusia; baguslah dalam meminta, ambil yang halal dan tinggalkan yang haram (HR al-Hakim, al-Baihaqi dan Ibn Majah).

Rasul saw. juga bersabda:

الْمُؤْمِنُ الْقَوِىُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى الله مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِى كُلٍّ خَيْرٌ احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِالله وَلا تَعْجِزْ وَإِنْ أَصَابَكَ شَىْءٌ فَلاَ تَقُلْ لَوْ أَنِّى فَعَلْتُ كَذَا وَكَذَا. وَلَكِنْ قُلْ قَدَرُ الله وَمَا شَاءَ فَعَلَ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ

Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih Allah sukai daripada Mukmin yang lemah. Pada masing-masing itu (yang kuat dan yang lemah) ada kebaikan. Perhatianlah apa yang manfaat untuk kamu, mintalah tolong kepada Allah serta jangan menggampangkan perkara (tasahul). Jika sesuatu menimpa kamu maka jangan engkau berkata, "Seandainya aku melakukan begini dan begini." Akan tetapi, katakanlah, “Itu telah menjadi ketetapan Allah. Apa saja yang Dia kehendaki, pasti Dia lakukan." Sesungguhnya kata-kata "law (seandainya)" itu membuka aktivitas setan (HR Muslim, Ibn Majah dan Ahmad).

Rezeki setiap hamba telah Allah tetapkan. Umar bin Khathab berkata, "Di antara hamba dengan rezekinya ada tirai. Jika ia qana’ah dan jiwanya ridha, maka rezekinya datang kepada dia. Jika ia mendobrak dan merobek tirai tersebut, hal itu tidak menambah rezekinya."

Karena itu, hendaknya yang dibangun adalah sikap qana’ah, ridha dan sabar, serta mencukupkan diri meminta rezeki dengan cara halal. Sebaliknya, hendaknya tidak tergesa-gesa dan meminta rezeki dengan cara haram.


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here