Menolak Menjadi Bagian Dari Subordinasi Barat - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Friday, October 2, 2020

Menolak Menjadi Bagian Dari Subordinasi Barat


Agung Wisnuwardana (Strategic And Military Power  Watch)

Imperialisme modern tampaknya diemban negara2 barat seperti AS dan Inggris. Imperialisme wujudnya adalah imperialis tidak pernah kasihan kepada umat. Mereka tidak pernah mengharapkan kebaikan untuk Islam dan umatnya. Mereka semua telah melepaskan anak panahnya kepada umat dari busur yang sama. 

Diantara buktinya adalah: Pertama, barat pasca runtuhnya Uni Soviet telah memposisikan kita dalam sangkar tuduhan dusta dan bohong terhadap agama dan Nabi kita yang mulia melalui mulut para orientalis, media massa serta lembaga-lembaga Barat; baik politik maupun keagamaan. Dengan penuh kebohongan, Islam dituduh sebagai agama yang keras, keji, ekstrem dan pembunuh. Selain itu ada tuduhan-tuduhan bohong dan predikat yang sangat memalukan yang diarahkan pada kaum Muslim, seperti tidak memiliki harga diri, oportunis, fundamentalis, teroris, gemar menzalimi dan beberapa tuduhan-tuduhan lain. Semua itu merupakan tuduhan yang dibuat-buat.

كَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ إِنْ يَقُولُونَ إِلا كَذِبًا

Alangkah buruknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta (QS al-Kahfi: 5).

Kekuatan imperialis dan para pengikut mereka terus berusaha menguasai negeri-negeri Islam dan kekayaan alamnya. Mereka menjadikan penduduk negeri-negeri itu menjadi banyak kelompok dan golongan. Akibatnya, umat ini menjadi seperti anak yatim yang mengerubuti meja makan kehinaan.

Kedua, Barat selalu memperlakukan Islam dan kaum Muslim dengan beribu-ribu standar. Sebaliknya, agama-agama dan keyakinan-keyakinan yang lain mereka perlakukan dengan standar yang sama.

Ketiga, setelah Sosialisme runtuh, Barat menjadikan Islam sebagai musuhnya, bahkan sebagai satu-satunya bahaya yang mengancam negeri dan kepentingan mereka. Karenanya, mereka kemudian merekayasa berbagai persoalan. Mereka tak hentinya menuntut dan merumuskan—atas nama demokrasi, kebebasan dan HAM—untuk mengenyahkan kebangkitan Islam di berbagai negeri.

Keempat, kacaunya sikap Barat terkait dengan persoalan-persoalan politik di Palestina, Kashmir, Irak, Afganistan, Yaman, Sudan, Chechnya, Uighur, Suriah dan Darfur. Posisi mereka selalu berada pada pihak yang menganiaya, zalim dan diktator. Adapun pihak yang terzalimi harus dienyahkan dari muka bumi.

Kelima, dukungan Barat terhadap setiap penguasa yang zalim, diktator dan penjahat selama masih berjalan sesuai dengan kepentingan mereka. Penguasa diktator semacam ini selalu didukung dan didorong untuk berbuat zalim, merampok, dan menkorupsi kekayaan umat yang kemudian disimpan di bank-bank Barat.

Keenam, penggunaan Barat atas PBB sebagai mainan di tangan mereka dan sekaligus sebagai pedang yang terhunus yang siap menzalimi kaum Muslim. Karenanya, mereka tak segan mengusir kaum Muslim di manapun berada, tanpa alasan yang jelas. Bahkan mereka tidak pernah mengakui hak-hak kaum Muslim serta tidak pernah memperlakukan mereka dengan seimbang dan adil.

Ketujuh, Barat sengaja menciptakan kekacauan dan peperangan lokal antarpenduduk satu negeri. Mereka juga memberikan otoritas kepada pemerintah atas rakyatnya dan menindas mereka dengan tangan besi. Akibatnya, jadilah mereka pasukan perang dan singa bagi bangsa mereka sendiri dengan penyerbuan dan penghancuran terhadap desa-desa dan kota. Itulah yang pernah mereka lakukan di Yaman, Pakistan di daerah Peshawar, Lembah Swat, Bonaire, Deir, Bajaur, Mahnamd, Khaibar dan Waziristan. Kini ada banyak wilayah umat yang telah menjadi area peperangan yang telah memakan korban orang-orang yang tak berdosa dari orang-orang tua dan anak-anak. Di sisi lain, pesawat-pesawat Amerika dan pasukan NATO yang berada di Afghanistan di tahun - tahun sebelumnya siang dan malam tak henti-hentinya membantai penduduk Afganistan; membakar wilayah Afganistan dan membabi buta membombardir sisa-sisa korban dengan ribuan bom tanpa ada sedikit pun kekuatan dari Pakistan yang bergerak mencegahnya. Bahkan seluruh pemimpin politik tak mampu berkutik meskipun hanya sekadar mencela atau menyalahkan.

Secara ringkas telah saya uraikan posisi Barat terhadap kaum Muslim serta perlakuannya terhadap mereka. Tampak sekali bahwa keadaan kaum Muslim hari ini telah sampai pada level yang paling rendah.

Solusi satu-satunya adalah umat bersatu dan menolak menjadi bagian dari subordinasi serta sifat mengantek kepada Barat, disertai dengan berjuang menegakkan Islam. Hendaknya, keyakinan kita kepada Allah sangatlah kuat. Hendaknya seluruh kekuatan yang kita miliki kita gunakan di jalan yang benar menuju terwujudnya sistem yang diridhoi Allah SWT.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ

Hai orang-orang Mukmin, jika kalian menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolong kalian dan meneguhkan kedudukan kalian (QS Muhammad: 7).

وَلا تَهِنُوا وَلا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الأعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

Janganlah kalian bersikap lemah, jangan (pula) kalian bersedih hati, Padahal kalianlah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya) jika kalian beriman (QS Ali Imran:139).


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here