Merayakan Maulid Nabi Disertai Upaya Mulia Menyelamatkan Masyarakat Dari Mirasantika - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Saturday, October 24, 2020

Merayakan Maulid Nabi Disertai Upaya Mulia Menyelamatkan Masyarakat Dari Mirasantika


Yuli Sarwanto 

Dalam suasana peringatan maulid Nabi Muhammad saw saat ini, tentu sangat layak kita merenungkan kembali keteladanan Rasulullah saw. yang paripurna baik sebagai pribadi, pemimpin keluarga maupun pemimpin negara. Juga sangat perlu kita pahami hakikat meneladani Nabi saw. dalam segala aspeknya, termasuk dalam hal kepemimpinan politik/negara, dan tidak berhenti hanya pada tataran moral/akhlak belaka.

Allah SWT di dalam surat al-Ahzab ayat 21 memerintahkan kita untuk meneladani Nabi saw secara utuh, yakni meneladani semua keteladanan yang ada pada diri Nabi, bukan hanya sepenggal seraya mengabaikan yang lainnya. Tentu untuk itu, ajakan meneladani Nabi saw itu bukan sekadar ajakan untuk mengikuti akhlak Nabi saw. secara pribadi, sembari mengabaikan sebagian besar keteladanan Beliau pada aspek syariah lainnya seperti menerapkan syariah Islam secara kâffah dalam negara. Sebab yang demikian itu adalah bentuk pengkerdilan terhadap teladan Rasulullah saw., bukan memuliakan dan mengagungkan (takrim[an] wa ta'zhim[an]) Baginda Rasulullah saw.

Keteladanan Nabi saw akan senantiasa relevan untuk kita adopsi guna menjawab segala tantangan dan problem masa kini yang kita hadapi, termasuk dalam hal mewujudkan rasa keadilan di tengah masyarakat yang dalam sistem saat ini terasa makin jauh. Hukum hanya tajam ke bawah yakni masyarakat kecil. Bahkan hukum tak jarang buntu untuk bisa memberikan rasa keadilan pada masyarakat. Contohnya berbagai tindak kriminalitas dipicu efek miras dan mengkonsumsi narkotika.

Harus dipahami bahwa salah satu faktor terjadinya banyak kasus kriminalitas itu adalah konsumsi miras dan narkoba oleh pelaku. Hal itu bisa terjadi tentu karena sistem saat ini tetap mentolerir atau tidak berdaya memberantas peredaran miras dan narkoba. 

Syariah Islam bersikap sangat tegas dalam hal itu. Islam dengan tegas mengharamkan narkoba sedikit ataupun banyak. Ummu Salamah menuturkan:

« نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ عَنْ كُلِّ مُسْكِرٍ وَمُفَتِّرٍ»

Rasulullah saw melarang setiap zat yang memabukkan dan menenangkan (HR Abu Dawud dan Ahmad)

Mufattir adalah setiap zat relaksan atau zat penenang, yaitu yang kita kenal sebagai obat psikotropika. Al-'Iraqi dan Ibn Taymiyah menukilkan adanya kesepakatan (ijmak) akan keharaman candu/ganja (lihat, Subulus Salam, iv/39, Dar Ihya' Turats al-'Arabi).

Syariah Islam juga sangat tegas mengharamkan dan melarang miras (QS al-Maidah :90-91), bahkan dinilai sebagai kunci semua keburukan dan harus dijauhi sejauh-jauhnya. Sabda Rasul saw.:

« اِجْتَنِبُوْا الْخَمْرَ فَإِنَّهَا مِفْتَاحُ كُلِّ شَرٍّ »

Jauhilah khamr, sesungguhnya khmar adalah kunci semua keburukan (HR. al-Hakim dan al-Baihaqi)

Islam juga tegas mengharamkan semua hal yang terkait dengan khamr (miras). Nabi saw bersabda:

«لَعَنَ اللَّهُ الْخَمْرَ وَلَعَنَ شَارِبَهَا وَسَاقِيَهَا وَعَاصِرَهَا وَمُعْتَصِرَهَا وَبَائِعَهَا وَمُبْتَاعَهَا وَحَامِلَهَا وَالْمَحْمُولَةَ إِلَيْهِ وَآكِلَ ثَمَنِهَ»

Allah melaknat khamr dan melaknat peminumnya, yang menuangkannya, yang memerasnya, yang minta diperaskan, yang membelinya, yang menjualnya, yang membawakannya, yang minta dibawakan, dan yang makan harganya (HR. Ahmad).

Karena itu sistem Islam akan melarang produksi miras dan narkoba, peredaran dan penjualannya. Tempat-tempat yang menjualnya baik diskotek, kafe, klub malam, warung, dsb akan dilarang dan ditutup. Orang yang melanggarnya berarti melakukan tindakan kriminal dan dia harus dikenai sanksi ta'zir. Sanksi itu bisa dijatuhkan lebih berat dari sanksi orang yang mengkonsumsinya.

Itulah tuntutan dan teladan yang diberikan Nabi saw dalam kasus ini yang tentu harus kita ambil dan teladani. Begitu juga tuntunan dan teladan yang diberikan Nabi saw dalam semua perkara. Dengan semua itu, rasa keadilan akan terwujud dan masyarakat selamat dari ancaman keburukan. Hal itu hanya bisa diwujudkan dengan menerapkan syariah Islam dalam semua perkara secara utuh.


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here