Mewaspadai Ambisi Imperialistik Negara Imperialis - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Wednesday, October 14, 2020

Mewaspadai Ambisi Imperialistik Negara Imperialis


Mahfud Abdullah (Direktur Indonesia Change)

Di Afrika dan sebagian wilayah Asia, pertarungan politik antara kepentingan AS dan negara-negara barat sangat ketat. Kadangkala oleh pihak pemenang sistem pemerintahannya diarahkan ke dalam pemerintahan militeristik, kadangkala dalam bentuk non militeristik. Akan tetapi, saat ini sejumlah besar negara - negara Asia - Afrika menjadi daerah yang panas bergolak bagi pertarungan kepentingan barat. Jika ditelaah, ada banyak presiden didukung oleh Amerika dengan konsepsi-konsepsi demokrasi dan pemerintahan sipil. Dalam hal ini, Amerika memiliki bandul yang lebih berat pada kekuasaan politik dan militer.

Barat seperti AS mensponsori banyak negara untuk melakukan operasi militer untuk menaklukkan musuh versi AS. Perumpamaan dari operasi militer itu adalah seperti seseorang yang hendak memukul seekor lalat di hidungnya dengan memukulkan martil ke wajahnya. Tentu saja, lalat itu pergi, namun wajahnya babak belur, tidak lagi bisa dikenali. Contoh kasus seperti yang terjadi di Bajour dan Waziristan pada 2009, operasi militer Pakistan dan AS telah menghancurkan rumah-rumah, pasar dan sekolah; membunuh dan melukai wanita, anak-anak dan laki-laki tua yang lemah dan tidak bersalah; hampir sejuta orang harus mengungsi. Padahal para pejuang perlawanan penjajahan AS yang dicap militan sudah pindah ke daerah lain.

Saat itu Pemerintah Pakistan melakukan propaganda dengan dukungan media massa. Tujuan dari operasi ini adalah untuk mengalihkan perhatian masyarakat dari penjajahan AS di kawasan itu, sekaligus menjauhkan para pejuang Islam dari masyarakat dengan membuat citra negatif terhadap mereka. Berbagai pengeboman pun dituduhkan kepada kelompok Taliban. Berikutnya yang terjadi adalah perang saudara antar sesama Muslim, tentara Pakistan yang Muslim dan para pejuang perlawanan yang juga Muslim.

Hal yang perlu kita garisbawahi, persaingan antarnegara kapitalis tidak lain merupakan penyamaran dari bentuk penjajahan. Kebijakan kolonial memancar dari Kapitalisme, yang menyatakan bahwa satu-satunya kriteria untuk suatu tindakan adalah "manfaat dan madharat". Menurut rumusan kapitalis, tujuan kebijakan luar negeri adalah untuk kepentingan mereka dan melindungi kepentingan mereka di luar negeri. Tentu kepentingan utama negara-negara kapitalis adalah ekonomi. Ini berarti bahwa bangsa-bangsa itu akan bersaing satu sama lain mengakses secara murah sumber-sumber daya alam dengan mengorbankan bangsa-bangsa yang lebih lemah.

Umat menyaksikan kebijakan dalam invasi Amerika ke Irak, tentara Amerika penyerbu itu melindungi kementerian perminyakan, tetapi meninggalkan rakyat jelata untuk bisa bertahan sendiri. Selanjutnya, sistem ekonomi kapitalis bergantung pada pengadaan secara murah sumberdaya dan tenaga kerja untuk memberikan landasan bagi perusahaan-perusahan dan mendorong harga saham dan indeks pasar saham agar lebih tinggi.

Hal yang sangat kontras dilakukan para Sahabat ra. yang setia kepada Allah dan Rasulullah saw. Misalnya, ketika Ka'ab bin Malik ra. diboikot oleh umat— atas perintah Allah—dia menerima surat dari Raja Ghassan yang pro-Romawi (yang memiliki kebencian mendalam terhadap Islam), dan mengundang dia untuk meninggalkan Madinah dan tinggal di dalam "kenyamanan dan kesenangan" dengan orang-orang Kristen. Setelah membaca surat itu, Ka'ab ra. hanya membakarnya. Namun, hari ini adalah cerita yang berbeda. Kita melihat para penguasa dan para pendukungnya mengikuti Amerika dan Inggris dari belakang dengan cara mengorbankan 'izzah (harga diri) mereka.

Ada banyak "bantuan asing" yang sebenarnya adalah alat bagi negara-negara kapitalis untuk memperbudak negara-negara Muslim, dan yang lebih penting, haram bagi negara-negara Muslim untuk membiarkan diri mereka untuk dijajah bangsa-bangsa lain. Allah SWT berfirman:

وَلَنْ يَجْعَلَ اللَّهُ لِلْكَافِرِينَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ سَبِيلا

Allah tidak akan memberi orang-orang kafir jalan (untuk menang) atas orang-orang Mukmin (QS an-Nisa’ [4]:141).


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here