Peradaban Sekuler Kehilangan Otoritas Moralnya - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Tuesday, October 20, 2020

Peradaban Sekuler Kehilangan Otoritas Moralnya


Indarto Imam (Direktur FORPeace)

Sejumlah opini sering dilontarkan kepada publik menganggap bahwa peradaban Islam hanya ada dalam lembaran buku sejarah; bahwa mereka yang menginginkan Islam, syariah adalah orang yang menginginkan keterbelakangan dan kegelapan.

Namun, apa yang tidak ditunjukkan oleh Barat dan kaum liberalis adalah jurang eksploitasi yang dalam, kekacauan, dan keputusasaan yang telah diciptakan Kapitalisme di seluruh dunia. Propaganda Barat tidak mampu menyembunyikan kemunduran dan kerusakan peradaban ini—suatu masalah yang memang telah jelas bagi kita semua. Ketika mereka menyebarkan nilai-nilai dan ideologi mereka kepada dunia dengan cara yang sangat arogan sembari memfitnah peradaban Islam, maka mereka telah mencoba untuk menyembunyikan keputusasaan yang mereka buat kepada masyarakat mereka sendiri dan di seluruh dunia.

Percampuran antara materialisme dan kebebasan individu tanpa batas telah menyebabkan kekerasan yang mewabah, penggunaan obat bius, dan alkohol; pengabaian orang lanjut usia, kemiskinan, kerusakan pada keluarga, kekosongan spiritual, rasisme, dll. Penyalahgunaan obat meningkat pesat. Depresi dan mewabahnya LGBT, perzinaan dan pesta minuman keras makin tinggi.

Secara global, peradaban Barat telah menciptakan tata dunia yang tidak adil yang dicirikan oleh imperialisme melalui penggunaan utang, perdagangan yang tidak adil, dukungan bagi para diktator dan tiran, dan pendudukan yang ilegal. Pada saat yang sama, peradaban ini mengurangi kemerdekaan bersuara masyarakat sipil dengan cara menakut-nakuti dengan kebijakan represif.

Mereka berbicara soal penentuan nasib sendiri dan demokrasi, tetapi mendukung diktator di seluruh Dunia Islam, seperti Al Sisi dan Bashar Al Assad, dan mencegah keinginan masyarakat untuk kembali pada Islam, dan syariah.

Mereka berbicara soal supremasi hukum dan membawa perdamaian di Timur Tengah. Kenyataannya, mereka menjajah dan menjarah; menduduki tanah-tanah orang, seperti di Irak, membunuh lebih dari 650,000 ribu jiwa.

Mereka berbicara soal keringanan utang. Nyatanya, mereka memperbudak seluruh negera di bawah belenggu IMF dan Bank Dunia.

Mereka berbicara soal pemberantasan korupsi, tetapi menyogok ratusan juta dolar kepada para penguasa di negeri-negeri Muslim untuk mendapatkan kontrak dagang.

Mereka berbicara soal HAM. Namun, sejumlah fakta—seperti Guantanamo Bay, Abu Ghraib, Patriot Act, Undang-undang anti-teroris yang tersamar; menghentikan dan menggeledah, penahanan, penyiksaan, penawanan tanpa proses pengadilan; menganggap tersangka sebagai zalim, interogasi yang brutal dan perang-perang yang ilegal dan imperialistis—adalah bukti-bukti atas sebuah peradaban yang telah memasuki kemunduran yang permanen. Nilai-nilai, prinsip, dan tradisi dari Peradaban Barat telah dijual murah. Negara-negara Barat saat ini telah kehilangan otoritas moralnya.


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here