Sungguh, Guru Memiliki Peran Dan Posisi Yang Tinggi Dan Penting - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Saturday, October 24, 2020

Sungguh, Guru Memiliki Peran Dan Posisi Yang Tinggi Dan Penting


 Manshur Abdilla (MT. An Nahl)


Satu peran yang paling penting dari seorang guru adalah membentuk kepribadian muridnya. Para murid menunggu sosok ideal dari gurunya. Karenanya wajib bagi guru untuk menjadi teladan yang baik bagi muridnya. Teladan yang baik adalah salah satu cara yang paling jitu dalam pembentukan kepribadian murid, menjadi panutan dalam kepribadian, penampilan, karakter, daya pengaruh serta moral.


Ibunda Imam Malik berpesan pada puteranya agar ia belajar adab dari gurunya sebelum mengambil ilmu darinya, karena di dalam adab terdapat berbagai hal penting bagi tingkah lakunya, jiwanya, bagi hubungan dia dengan Rabbnya dan dengan manusia yang lain. Saat Imam Malik akan pergi mencari ilmu, ia teringat pesan ibunya, kemudian sang Ibu memilihkan pakaian terbaik dan memasangkan sorban untuknya, kemudian berkata: "Pergilah, cari ilmu sekarang". Imam Malik R.A. mengatakan: "Ibuku telah memasangkan sorban dan berkata: “Pergi ke Rabi'ah, belajar adab darinya sebelum belajar ilmu". 


Jika ada guru yang berbicara kepada murid-muridnya tentang efek dari merokok, misalnya, sambil memegang sebatang rokok di tangannya, atau seorang guru yang menuntut murid-muridnya untuk jujur, tepat waktu, memenuhi janji, tapi kemudian guru itu berbohong, terlambat datang ke kelas, melanggar janjinya, diam dan menjadi pengecut disaat dibutuhkan keberanian darinya untuk mengatakan kebenaran. Dengan hanya satu tindakan ia telah menghapus sepuluh perkataan yang diajarkannya.


Jadi, guru bukan sekedar gudang ilmu, tempat murid-murid menimba ilmu pengetahuan, namun ia adalah suri tauladan. Teladan adalah unsur penting dalam penilaian baik dan buruknya guru. Jika ia jujur, amanah, mulia, berani, menjaga diri, berhias dengan akhlak-akhlak yang baik, maka murid-muridnya akan tumbuh menjadi orang yang jujur, amanah, berakhlak mulia, berani dan menjaga diri. Sebaliknya, jika guru berbohong, khianat, munafik, pengecut, maka murid pun akan tumbuh dengan sifat dan akhlak tersebut. 


Posisi dan peran guru sangat kritis, berapa orang yang sudah dibuat baik olehnya dan berapa yang telah dibuat rusak?, berapa yang diberi pengaruh positif dan berapa yang negatif?. Pendidikan dengan teladan lebih efektif dan kuat pengaruhnya dibanding perkatan teoritis semata. Dan bagaimana jika perbuatan berbeda dengan perkataan, dan tingkah laku menyalahi arahan? Sungguh, Al-Qur'anul Karim telah menegur keturunan Bani Israil dalam ayat:


﴿أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنْسَوْنَ أَنْفُسَكُمْ وَأَنْتُمْ تَتْلُونَ الْكِتَابَ أَفَلَا تَعْقِلُونَ﴾ [البقرة: 44].


Artinya: "Mengapa kalian menyuruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedang kalian melupakan diri (kewajiban) sendiri, padahal kalian membaca Al kitab (Taurat)? Maka tidaklah kalian berpikir?"


Guru memiliki peran dan posisi yang tinggi dan penting. Ia tidak boleh terpisah dari umat dan masyarakat, guru adalah agen perubahan, cerdas dan aktif, ulama dan pejuang, penyuruh pada kebaikan dan pencegah kemunkaran serta berani mengatakan kebenaran.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here