Surat Khalifah Harun al Rasyid Yang Dikirimkan Kepada Guru Puteranya - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Saturday, October 24, 2020

Surat Khalifah Harun al Rasyid Yang Dikirimkan Kepada Guru Puteranya


Dede Wahyudin (Tabayyun Center)

Islam agama yang adil. Allah SWT berfirman: "Sungguh Allah memerintahkan untuk bersikap adil dan baik". Dalam Islam tidak ada kasta, orang kaya tidak dihormati karena kekayaannya dan orang miskin tidak dihinakan dengan kefakirannya. 

Dalam konteks pendidikan, Para murid adalah 'rakyat' dan tanggungjawab seorang guru sebagai pengejawantahan hadis Rasulullah SAW: "Setiap kalian adalah pemimpin dan penanggungjawab atas siapa yang dipimpinnya". Mereka adalah sama, tidak dibedakan dalam memperlakukan mereka karena kedudukan orangtuanya, keturunan maupun hartanya. 

Budaya adil dalam pergaulan tidak pernah absen dari para ulama kita terdahulu, mereka wariskan sikap saling memberi nasihat dan saling mengingatkan kesalahan. Diriwayatkan dari Mujahid bin Jabar, ulama taabi'in senior dan murid dari Abdullah ibnu Abbas r.a. mengatakan: "Seorang guru bagi anak-anak, jika ia tidak bersikap adil, kelak di hari kiamat dia akan datang sebagai penindas".  Ibnu Sahnun berkata tentang keadilan diantara anak-anak, "Berlakulah adil diantara mereka, yang mulia ataupun yang sederhana, kecuali engkau seorang pengkhianat".

Namun kadangkala apa yang kita lihat saat ini, sebagian guru yang membeda-bedakan perlakuan diantara muridnya. Mereka abaikan kesalahan murid yang orangtuanya punya jabatan atau kaya raya, mereka berikan hak yang bukan menjadi miliknya dan mengabaikan hak orang lain. Padahal di dalam Islam, para imam/amirul mukminin/khalifah menekankan agar para guru memperlakukan anak-anak mereka sama seperti murid lainnya. 

Berikut adalah surat Khalifah Harun al-Rasyid dalam wasiat yang dikirimkan kepada Al-Kisa'i pendidik puteranya, didalamnya tercantum: "...dan cegahlah ia tertawa, selain pada waktunya, buat agar ia hormat kepada sesepuh Bani Hasyim jika datang kepada mereka, dan menghargai para pemimpin jika mereka menghadiri majlis, dan mengoreksinya dengan kedekatan dan kelembutan sebanyak yang Anda bisa, jika ia mendurhakai maka harus tegas dan disiplin".


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here