Titik Kulminasi - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Tuesday, October 6, 2020

Titik Kulminasi


Hadi Sasongko (Direktur POROS)

Umat Islam kini mulai menyadari bahwa sesungguhnya saat ini umat Islam di seluruh dunia pada umumnya dan di Indonesia pada khususnya tengah menghadapi berbagi persoalan baik di lapangan ekonomi, politik, sosial budaya maupun tsaqafah yang membuat umat Islam tidak lagi mampu menunjukkan dirinya sebagai khayru ummah.

Seluruh problem tersebut berpangkal pada tidak adanya kehidupan Islam di mana di dalamnya diterapkan syariah Islam dibawah kepemimpinan seorang pemimpin yang adil yang dapat melindungi umat dari berbagai serangan dan gangguan.

Bahwa oleh karena itu, perjuangan bagi penegakan Islam adalah mutlak adanya karena ini adalah jalan satu-satunya menuju terwujudnya kembali izzul Islam wal muslimin dimana seluruh problematika umat dapat diatasi dengan cara yang benar sedemikian sehingga kerahmatan Islam bagi seluruh alam dapat diujudkan secara nyata.

Bahwa dalam perjuangan ini para ulama sebagai pewaris para nabi (waratsatul anbiya) yang memiliki tanggungjawab yang sangat besar dalam meneruskan risalah nabiyullah Muhammad saw, semestinya mengambil peran aktif dalam membimbing dan mengarahkan umat hingga cita-cita perjuangan tersebut benar-benar dapat diujudkan.

Para ulama, dengan bekal ilmu dan pemahaman terhadap hukum-hukum Islam yang dikaruniakan Allah SWT, sudah semestinya berada pada garda terdepan dalam perjuangan ini. Dengan kesadaran itu pula, mereka bergegas mengajak umat untuk melanjutkan kehidupan Islam dengan menegakkan syariah. Para ulama bertekad sekuat tenaga untuk mendukung perjuangan ini dengan terus menerus menyadarkan umat dan berusaha mendekati para pemilik kekuatan (ahl al-quwwah) di negeri-negeri Muslim untuk memberikan dukungan (nushrah) kepada para pejuang.

Ulama semestinya menjadi pengontrol penguasa. Peran dan fungsi ini hanya bisa berjalan jika ulama mampu memahami konstelasi politik global dan regional. Ulama juga harus mampu menyingkap makar dan permusuhan musuh - musuh Islam dalam memerangi Islam dan kaum Muslim. Dengan ungkapan lain, ulama harus memiliki visi politis-ideologis yang kuat hingga fatwa-fatwa yang ia keluarkan tidak hanya beranjak dari tinjauan normatif belaka, tetapi juga bertumpu pada ideologis-politis. Dengan demikian, fatwa-fatwa ulama mampu menjaga umat Islam dari kebinasaan dan kehancuran, bukan malah menjadi sebab malapetaka bagi kaum Muslim. 

Ulama juga membina umat agar selalu berjalan di atas tuntunan Allah dan Rasul-Nya. Dengan begitu, umat memiliki kepribadian Islam yang kuat; mereka juga berani mengoreksi penyimpangan masyarakat dan penguasa.


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here