Agenda Hitam dibalik kunjungan Sang Menteri Amerika - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Friday, November 6, 2020

Agenda Hitam dibalik kunjungan Sang Menteri Amerika


Oleh: Wafi Mu'tashimah (Siswi SMAIT AI-Amri)


Amerika melakukan kunjungan ke lndonesia saban hari. Rakyat lndonesia heboh. Analisa berterbangan dimana-mana. Lantaran,
Amerika sedang berkecimpung dalam ketegangan Laut Cina Selatan dan perang dagang dengan Cina.

Selain lndia, Srilanka, Maladewa, lndonesia juga menjadi salah satu tujuan dalam rangkaian kunjungan Menlu AS, Mike Pompeo ke Asia pada 25-30 Oktober lalu. Pompeo direncanakan akan bertemu dengan Menlu Rl, Retno dan menghadiri forum GP Anshor.

Kunjungan Pompeo dilakukan menyusul kunjungan Wakil Menteri Pertahanan AS dan delegasi lnternational Development Finance Corporation.

Terkait kunjungan ini, pemerintah menanggapi dengan mengatakan jikalau lndonesia telah lama menerapkan kebijakan luar negeri yang netral dan tidak pernah mengizinkan wilayahnya digunakan oleh asing.

Saat ini Amerika mengendalikan geo-politik dunia. Ia hampir selalu memiliki andil dalam setiap kejadian politik yang ada. Kepentingan demi kepentingan Amerika menggerogoti dari dalam maupun luar negara bonekanya. Disisi lain, konflik antara AS dan Cina memanas. Mereka tengah memperebutkan Laut Cina Selatan. Para ahli pun banyak yang memprediksikan akan adanya perang dunia ketiga.
Oleh karena itu, kunjungan Menlu Amerika perlu dipertanyakan, mengingat Amerika adalah negeri adidaya yang penuh pertimbangan dalam setiap kebijakannya.

Barat sudah memprediksi akan terjadinya hari ini. Dalam rilis yang dikeluarkan oleh NIC (National Intelligent Council) untuk tahun 2020 ada 4 skenario global yang mungkin terjadi. Pertama, PAX Amerika. Kedua, menguatnya Cina dan lndia. Ketiga, Munculnya kembali Khilafah lslam. Perlu diketahui NIC adalah institusi thinkthank berpengaruh di Amerika Serikat, sehingga hasil kajiannya patut dipertimbangkan.

Amerika tidak mungkin melakukan suatu pekerjaaan yang tidak memberikan keuntungan baginya. Sebagaimana konflik Timur Tengah yang selama ini telah direncanakan dan dan sengaja "dibuat". Seperti yang kita ketahui, Irak hingga sekarang belum bisa melepaskan diri dari cengkraman Amerika yang menjajahnya secara militer sejak 2003. Lalu Negeri Paman Sam memanaskan suhu politik lrak dengan membiarkan bara konflik antar kelompok yang berlawanan disana, yaitu Sunni, Syiah, dan Kurdi. Ini terjadi untuk melemahkan negara jajahan agar sulit melepaskan diri dari pendudukan Amerika.

Amerika juga memberikan dukungan pada Presiden Bashar Assad untuk mengokohkan posisinya di Suriah dan mengakui berdirinya negeri Yahudi di bumi Palestina.

Dari fakta-fakta diatas, bukan tidak mungkin ada udang dibalik batu. Bila ada asap pasti ada api. Menlu Amerika tidak hanya sekadar ingin "touring" ke Indonesia ditengan pandemi virus Corona, melainkan ada agenda politik dibalik itu.

Menurut hemat penulis, ada beberapa agenda yang dilancarkan penulis terhadap lndonesia, diantaranya: 

 _Pertama , merayu lndonesia agar berpihak padanya._ 

Omong kosong belaka pemerintah mengatakan bila lndonesia berada dalam posisi netral. Padahal negeri maritim ini bak kue lezat yang diperebutkan potongan-potongannya oleh para kapitalisme global, yang diantaranya termasuk Amerika nan Cina. Pasalnya, fakta-fakta yang ada menunjukkan bahwasanya lndonesia membiarkan,  bahkan seolah-olah mempersilahkan Amerika dan Cina menjajah kita secara tidak langsung. Mengapa tidak? Negara kita kaya, tapi kekayaan itu tidak dirasakan oleh rakyat sendiri, tapi para asing dan aseng mengeksploitasinya dan membawanya ke negeri asal. Apakah itu tidak disebut memihak pada mereka?

Perlu diketahui juga, bahwa saat ini China telah membuat banyak pulau buatan dilaut China Selatan dan membangun pangkalan militer disana. Selain itu, lndonesia tampak lebih condong ke Negeri Tirai Bambu. Mulai adanya proyek One Belt One Road (OBOR) di negeri ini dan banyaknya tenaga kerja China yang masuk ke Indonesia.

Fakta ini meresahkan Amerika. Mengingat Laut China Selatan juga meliputi salah satu wilayah di lndonesia. Maka dari itu, ia  melancarkan serangan 'soft aproach' pada Indonesia agar negeri ini kembali dalam cengkramannya.
 _
 Kedua , membangun pangkalan militer_

Saat Indonesia sudah berada dalam genggaman Amerika dan lepas dari China, dengan mudah ia dapat mendirikan pangkalan-pangkalan militer dinegeri ini. Ditambah pula, cadangan sumber daya alam lndonesia yang melimpah sangat mampu untuk menganggung bahan bakar alat-alat militer mereka, serta membiayai biaya selama konflik terjadi. Belum lagi, bangsa Nusantara yang terlampau ramah. Sehingga perlawanan rakyat bisa diminimalisir.

 Ketiga , personil tentara yang banyak.

Menurut data yang dirilis globalfirepower.com (17/2/2015), jumlah tentara aktif di lndonesia sejumlah 476.000 personil. 
Jumlah ini sangat menggiurkan. Kemungkinan besar Amerika juga akan menggunakan jumlah yang besar ini sebagai personil cadangan. Ini cukup menguntungkan bagi Amerika karena konflik mereka terjadi di lndonesia dan tentara lndonesia sendirilah yang paling tau bagaimana medan yang ada dinegeri mereka.

 Keempat , mencari restu masyarakat

Selain untuk "sekadar" berkunjung ke lndonesia, Menlu Amerika juga menghadiri Forum yang diadakan oleh GP Anshor.

NU yang termasuk dibawahnya GP Anshor adalah organisasi  terbesar di negeri mayoritas muslim ini. Sesuatu yang lumrah saat para kapotalis mencari dukungan dari para tokoh untuk memenangkan opininya. Karena apa yang mereka katakan musti mendapat pembenaran dari masyarakat. Bukan hanya pembenaran, perintah dan aba-aba mereka pun dapat dengan mudah ditaati tanpa dibantah. Jika organisasi ini memihak pada Amerika , ia dapat dengan mudah memuluskan rencananya.

Inilah kepentingan besar yang dibalut dengan 'soft aproach' oleh Amerika. Indonesia bagaikan hewan langka yang diperebutkan oleh dua konglomerat. Yang mana hewan itu tidak bisa berbuat bebas sesuai kehendaknya sendiri. Ia selalu berpindah dari bawah ketiak konglomerat A ke bawah konglomerat B. Begitu seterusnya.

Upaya Pencegahan


Telah jelas bahwa selama ini Indonesia tengah di intervensi oleh asing, melalui berbagai sumber daya alam yang mereka eksploitasi secara bebas. Apalagi jika rencana mereka diatas benar-benar terlaksana.

Berdasarkan lslam, intervensi asing sejatinya ialah sesuatu yang haram. Allah SWT. menegaskan, "dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang kafir untuk menguasai orang-orang yang beriman". (QS. An-Nisa':141)

Menurut Rahmat Kurnia (2009), sejatinya lslam mengajarkan metode untuk mencegah terjadinya intervensi asing melalui beberapa pendekatan, yaitu:

Pertama, tidak menjadikan kaum kafir sebagai wali. Allah SWT. berfirman, "hai orang-orang yang beriman janganlah kalian mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kalian mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu)?" (QS. An-Nisa': 144). Wali pluralnya auliya ' yang berarti teman yang akrab, juga berrati pelindung atau penolong, pemimpin. Karenanya, kaum mukmin baik pemimpin maupun rakyat haram menjadikan negara kafir imperialis sebagai wali dalam bentuk apapun. 

 Kedua , menghukum pengkhianat intervensi asing tidak mungkin terjadi tanpa adanya para antek mereka didalam negeri (komprador). Dalam lslam, siapapun baik individual maupun LSM yang melakukan kerja sama dengan negara imperialis dan kaki tangan mereka harus ditindak tegas. Rasulullah telah mengajari kita dalam menyikapi mereka. Sekalipun memata-matai rakyat (baik muslim maupun non muslim) hukumnya haram, tapi terhadap anggota masyarakat atau LSM yang menjadi antek negara kafir imperialis dibolehkan. Zaman nabi juga ada orang seperti itu. Misalnya, Abdullah Bin Ubay. Dia terkenal punya hubungan erat dengan kafir muharib, kaum Yahudi di Madinah, dan musuh lslam lainnya. Karena itu, Nabi Muhammad SAW. membiarkan Zaid Bin Arqam melakukan spionase terhadap Abdullah Bin Ubay. (HR. Muslim, 4976).

 Ketiga , menerapkan syari'at (Lihat, QS. Al-Hasyr: 7). Intervensi asing umumnya dilakukan menyangkut aturan dan kebijakan. Islam mencegah terjadinya intervensi asing dalam aturan dengan cara melihat langsung apakah aturan yang disodorkan atau dipaksakan negara asing itu sesuai dengan syariah atau tidak. Jika bertentangan tentu harus ditolak. Begitu juga jika menyangkut pilihan kebijakan. Disinilah pentingnya peran rakyat dan kelompok-kelompok dalam masyarakat untuk mengawasi secara langsung semua aturan dan kebijakan yang ditetapkan pemerintah. Dalam hal pilihan kebijakan, diperlukan pemimpin idiolosgis yang berani untuk menolak setiap intervensi asing.

 Keempat, mencermati kedutaan besar asing. Para duta besar hanya boleh melakukan fungsi-fungsi kedutaan. Mereka tidak diperkenankan melakukan hak-hal yang mendatangkan mudharat bagi rakyat dan negeri kaum muslim. Misalnya melakukan intervensi. Bila hal ini terjadi maka hubungan diplomatik harus diputus berdasarkan kaidah dharar: "Suatu perkara mubah yang bersifat dharar (bahaya) yang menyebabkan adanya dharar maka diharamkan perkara yang dharar tersebut saja sekalipun tetap perkara tersebut hukumnya mubah" ( Taisir al-Wushul ila al-Ushul). Jadi kedutaan yang mendatangkan dharar itu saja dilarang.

 Kelima, memperkokoh kekuatan militer . Untuk melawan intervensi militer diperlukan kekuatan militer yang tangguh pula. Allah SWT. berfirman, "dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kalian sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kalian menggentarkan musuh Allah dan musuh kalian dan orang-orang selain mereka yang kalian tidak mengetahuinya; sedangkan Allah mengetahuinya. Apa saja yang kalian nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepada kalian dan kalian tidak akan dianiaya (dirugikan)." (QS. Al-Anfal: 60)

Membangun Negara Super Power

Masih terkait dengan poin terakhir, sejatinya lndonesia dalam menghadapi konflik yang ada dan menghadang intervensi asing serta bebas dari tekanan mereka bisa ditempuh dengan cara menjadi negara mandiri yang tidak bergantung pada negara manapun. Atau yang lebih baik lagi, bila lndonesia mampu menjelma menjadi negara super power.

Sebuah negara super power membutuhkan kemandirian ekonomi. Dalam segi sumber daya alam, lndonesia pasti mampu mencukupi biaya dalam negeri untuk menjadi negara adidaya. Sayangnya, keramahan bangsa ini menghasilkan keterpurukan bagi kita. Hampir 90% sumber daya alam yang ada diduduki oleh asing. Rakyat hanya menikmati sekelumit saja. Sehingga jika lndonesia ingin bangkit, maka ia harus mengambil alih seluruh potensi tersebut.

Terkait tenaga ahli, negeri ini tak pernah kekurangan para ilmuwan yang siap mengabdi bagi bangsa dan negara. Hanya saja, jika memang benar-benar tidak mencukupi dalam hal kualitas dan kuantitas, kita bisa mendatangkan tenaga dari luar negeri. Dengan anggaran yang ada, sangat mudah menyewa tenaga ahli profesional secara personil.

Ada satu potensi sangat besar yang tidak boleh kita lupakan eksistensinya. Itulah pemuda. Sebuah data menunjukkan jika lndonesia dalam rentang tahun 2020-2030 mengalami masa Bonus Krusial Demografi. Dimana jumlah pemuda mendominasi jumlah total populasi di Indonesia.

Bonus Krusial Demografi ini juga pernah dirasakan oleh Prancis beberapa abad silam. Masa kemilau ini merubah Eropa yang saat itu terkumkum pada yang di sebut 'Dark Age' menuju kebangkitan. Kebangkitan yang menjadikan Eropa sebagai salah satu peradaban yang kuat dan penuh dengan penemuan-penemuan.

Di lndonesia, potensial besar ini seharusnya diarahkan untuk membawa negeri ini pada kebangkitan. Tapi apa kabar pemuda saat ini? Disinilah peran negara untuk mendidik pemuda sebaik-baiknya. Agar  benar-benar tercipta sosok pemuda yang bergelar 'agent of change'.

Pertanyaannya sekarang, idiologi apa yang akan di emban lndonesia untuk menyaingi negara-negara didunia? Apakah kapitalisme atau sosialisme? Atau mungkin indiologi yang kini belum diemban oleh negara manapun, yakni lslam?

Dulu Rusia unggul dengan berlandaskan sosialisme-komunisme. Tapi puncak peradabannya tak bertahan lama. Ia segera runtuh berkeping-keping dan digeser oleh negara-negara pengusung kapitalisme, termasuk Amerika dan antek-anteknya.

Akan tetapi, fakta  membuktikan kapitalisme global telah berada diambang  kehancuran. Baik karena pertentangan dalam penerapan kebijakannya, maupun karena dasar idiologi itu yang tidak kokoh. Karena kapitalisme berasaskan pemisahan kehidupan dari agama. Padahal fitroh dari segala sesuatu yang diciptakan akan rusak bila menggunakan aturan dari selain yang menciptakannya. Manusia adalah ciptaan dari Tuhan Semesta Alam, yakni Allah SWT. Lalu apa jadinya jika manusia tidak menerapkan aturan dari penciptanya. Pasti kerusakanlah yang terjadi. 

Maka, satu-satunya alternatif idiologi yang bisa membangkitkan bangsa dan negara ini menjadi negara super power yang kuat dan cemerlang adalah lslam. Mengapa? Karena hanya lslam satu-satunya idiologi yang berasal dari Allah. Idiologi yang pasti jelas tidak akan menimbulkan perselisihan dalam penerapan aturannya. 

Buktinya pun sudah jelas didepan mata. Sejarah membuktikan bahwa Daulah lslamiyah selama lebih dari 13 abad mampu menjadi negara adidaya yang disegani oleh negara-negara diseluruh dunia. Mercusuar dunia yang membawa bangsa dan negaranya menjadi peradaban terbaik sepanjang masa. Selain itu hanya lslamlah yang memiliki solusi terbaik dan komprehensif dalam menghadapi dan mencegah intervensi asing. Jadi hanya dengan penerapan lslam secara menyeluruh dalam setiap lini kehidupan lah yang bisa membuat negara ini bangkit bukan yang lain. Lalu tunggu apa lagi? Ayo bangkit!. Waallahu a'lam bishowab.


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here