Amerika Serikat Menjelang Runtuh? - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Friday, November 27, 2020

Amerika Serikat Menjelang Runtuh?


Aminudin Syuhadak (Direktur LANSKAP)

Amerika adalah sebuah negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia. Kekuatan militernya yang besar telah hadir di lebih dari 100 negara. Sistem politiknya memungkinkan negara itu melakukan sebuah pergantian pemimpin dengan lancar. Begitulah yang tampak di permukaan. Ia tidak tampak sebagai sebuah negara yang berada di jurang kehancurannya.

Selama bertahun-tahun, Amerika mengklaim bahwa sistem kapitalisme dan demokrasi liberal adalah cara terbaik yang bisa memberikan kesejahteraan, pemerintahan yang stabil dan ekonomi yang memakmurkan; serta mampu menyelesaikan permasalahan sosial, ekonomi, politik dan masalah-masalah lain yang dihadapi masyarakat. Inggris dan Amerika melakukan lebih jauh lagi dengan mengekspor sistem ini, dengan laras bedil ke Irak, Afganistan dan di bagian Dunia Islam lainnya.

Siapapun yang tinggal di Barat dapat melihat kehancuran sosial dari tangan pertama. Meningkatnya kehancuran keluarga, tingkah laku yang anti-sosial, perzinaan, sikap tidak sopan kaum muda, anak-anak yang tidak mengetahui ayah mereka, dan banyak masalah-masalah lain yang saat ini dianggap sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari di Barat. Begitulah akibat dari paham individualisme.

Amerika Serikat Barat memiliki dua barang ekspor utama ke penjuru dunia: sistem demokrasi dan sistem ekonominya yang dianggap sebagai cara terbaik untuk menghasilkan dan mendistribusikan kekayaan. Sejak dilancarkan apa yang dinamanakan 'perang melawan teror', negara-negara Barat, yang merupakan benteng ‘kebebasan dan demokrasi’ melakukan penyiksaan di Abu Ghraib dan Guantanamo. Di barat orang dapat dihukum lewat bukti-bukti rahasia yang tidak bisa diketahui terdakwa, ditahan tanpa pengadilan. Dalam beberapa hal, demokrasi liberal dapat menjadi sebuah kekuatan penekan sebagaimana kediktatoran.

Resesi luar biasa efek pandemi dalam beberapa bulan terakhir ini telah mencemarkan model ekonomi kapitalis sehingga banyak orang Barat yang menyerukan dilakukan reformasi atas sistem ini. Namun sayang, reformasi yang dilakukan tidaklah cukup untuk melakukan sebuah perubahan sistem yang memiliki kelemahan yang begitu nyata. Misal: sistem ini memungkinkan perusahaan-perusahaan swasta untuk memiliki harta milik umum, atau pasar uang dan perdagangan derivatif yang tidak lebih dari sebuah pertaruhan di meja judi.

Inilah satu sisi cacat sistem kapitalis demokratik melekat inheren di dalamnya, masih banyak lagi jika kita ungkap panjang-lebar. Dan orang yang memeriksanya dengan mata yang tajam dan telinga yang sadar, baginya hal itu akan tampak jelas, nilai-nilai yang paling menonjol dalam sistem kapitalis demokratik adalah utilitarianisme (asas manfaat), yakni kepentingan-kepentingan material. Oleh karena itu keputusan yang ditentukan berbeda sesuai derajat manfaat dan kualitasnya antara satu orang dengan orang lainnya. Sehingga bagi seseorang, termasuk presiden AS, dia merealisasi manfaat sesuai dengan keinginannya, sehingga dia mengeluarkan keputusan positif,  dan oleh presiden lain, presiden sebelum atau sesudahnya, tidak sesuai dengan keinginannya bahkan merugikan, sehingga dicegah atau dibatalkan pada saat masing-masing menegaskan bahwa dia menerapkan sistem kapitalis demokratik dan mematuhi konstitusi buatan manusia. Masing-masing berjalan berdasarkan hawa nafsunya sendiri.

Tidak ada sistem shahih yang menghadang Amerika dan sistem kapitalis, sehingga menjadi jelas bagi mereka bagaimana sstem itu yang haq, lawan dari sistem mereka yang batil. Seandainya sistem Islam diterapkan di bumi, niscaya sistem Islam akan memenuhinya dengan kebaikan dan keberkahan, keadilan dan ketenteraman, niscaya kepercayaan manusia terhadap sistem kapitalis akan terguncang dan mereka mencari kebaikan di Daulah Khilafah, Daulah Islam, negara yang tidak ada Tuhan selain Allah, Muhammad saw adalah utusan Allah SWT.


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here