Bahasa Arab Dibidik - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Thursday, November 19, 2020

Bahasa Arab Dibidik


Dede Wahyudin (Tabayyun Center)

Seperti yang kita ketahui , identitas adalah esensi dari sesuatu. Ketika  berbicara tentang identitas kaum muslimin, maka akan berbicara tentang kekhasan yang dimiliki oleh ummat ini yang  tentunya berbeda dengan umat-umat yang lain, yaitu kekhasan peradaban. Karena identitas adalah faktor utama yang menjamin hidupnya ummat dan menjaga keberlangsungannya. tanpa identitas yang jelas ummat akan lemah, tertinggal , hilang kewibawaan dan akan memgikuti peradaban yang lain. Oleh sebab itu setelah barat berhasil meruntuhkan daulah khilafah hilanglah identitas  dan peradaban Kaum muslimin, kemudian menggantinya dengan ideologi Barat melalui hal-hal berikut:

Pertama, Barat mencoba menyerang kaum muslimin dari sisi akidah, karena akidah adalah bagian yang sangat penting. Akidah menentukan pandangan hidup kaum muslimin, dan yang mendasari kaum muslimin dalam berbuat dan bersikap.

Kedua, Barat mencoba menyerang dari sisi bahasa Arab. ketiga menanamkan keraguan pada diri kaum muslimin terhadap sejarah peradaban Islam.

Dengan tiga hal inilah Barat mampu menghancurkan  dan menghapus simbol identitas kaum muslimin, menghilangkan kewibawaan kaum muslimin di mata dunia. Neckson mengatakan dalam bukunya (إنتهز الفرصة  merebut kesempatan) , "kami sama sekali tidak takut menghadapi serangan nuklir, akan tetapi kami lebih takut menghadapi Islam dan perang  idiologis yang dapat menghabisi jati diri bangsa barat".

Barat meyakini bahwa kaum muslimin mampu mengembalikan kewibawaan mereka jika kaum muslimin  betul-betul berusaha mengembalikan identitas mereka sebagai kaum muslimin, dan betul-betul berusaha mengembalikan cara pandang mereka terhadap kehidupan dengan mainframe  yang benar, yang akan membangkitkan pemikiran mereka, untuk mengembalikan predikat ummat terbaik  bagi manusia yang akan memimpin dunia dengan bimbingan wahyu Al-quran dan petunjuk As-sunnah.

Dengan demikian Barat sengaja memanfaatkan generasi kaum muslimin untuk melancarkan tipu daya busuk mereka dengan cara menjadikan identitas kaum muslimin menjadi buruk. Mereka adalah para penghiyanat seperti yang dikatakan Jaadul Al Haq Aliy Jaadu Al haq, salah satu syeikh Universitas Al Azhar rahimahullah "menggantikan identitas kaum muslimin dengan indentitas kaum yang lain adalah  pengkhianatan yang besar, dan kajahatan yang keji".

Musthafa Kemal At-Taturk Laknatullah telah  memimpin kaum kafir menghancurkan khilafah dan pengadilan agama, mengganti bahasa Arab menjadi bahasa latin, di balik semua inilah musuh-musuh Islam berhasil menghilangkan  jati diri kekhilafahan, jati diri yang unik yang berbeda dengan idiologi manapun, dan dengan cara yang sama. Thoha Husain mencoba menyebarkan paham barat di tengah-tengah kaum muslimin walaupun paham tersebut sangat bertentangan dengan  idiologi  Islam, terang-terangan ia mengatakan, "ketika Islam berusaha menghalangi rencana-rencana kami, sungguh kami akan menghabisinya". Walaupun sebenarnya  kaum muslimin hanya taklid terhadap budaya barat yang akan menghantarkan mereka kepada jurang kehancuran.

Semua upaya  yang dilakukan  Barat terhadap kaum muslimin adalah tidak lain untuk menghilangkan jati diri kaum muslim itu sendiri, menanamkan faktor-faktor yang dapat mengokokhkan paham nasionalisme pada tubuh kaum muslimin dan menghilangkan ikatan yang menyatukan ummat yang sesungguhnya. Barat menghancurkan peran  daulah  sebagai pengatur urusan  umat  dan peran sebagai perisai bagi kaum muslimin dari musuh-musuh Islam atau siapapun yang akan menghapus identitas kaum muslimin. Tanpa malu-malu, Ahmad luthfi mengatakan bahwa undang-undang Islam yang ada adalah teks yang membosankan, karena di dalamnya tertulis bahwa Islam adalah agama resmi bagi daulah. Aktivitas mereka ini untuk mendapatkan imbalan berupa jabatan dan harta.

Barat terus berupaya untuk  menghancurkan ummat sehingga ummat menjadi lemah tak berdaya , terombang ambing di tengah derasnya gelombang westernisasi dan sekulerisme. Akan tetapi masih ada orang-orang yang ikhlas, yang mencoba mempertahankan Islam sebagai identitas mereka, menyerang balik serangan-serangan yang dilakukan oleh barat, agar Islam tetap terjaga, diantaranya Ibnu Taimiyah, Ar Rafi'i, Mahmud Syakir dan masih banyak lagi.

Kondisi kaum muslimin saat ini jauh berbeda dengan yang seharusnya, mereka seharusnya hidup dengan idiologi Islam yang melahirkan peraturan-peraturan hidup , yang akan membawa  ketentraman hidup, dan mulia dengan identitas mereka sebagai seorang muslim. Akan tetapi identitasnya digantikan dengan identitas yang yang lain, yang jauh berbeda dengan identitas aslinya, tentu ini akan membawa kaum muslimin kepada kehancuran yang menghinakan.

Oleh karena itu identitas sebuah masyarakat akan melindungi pemiliknya dari goncangan kehidupan dan kehancuran dan akan menjadikan hidup meraka aman, tentram dan mulia juga akan tercipta kekuatan dan tsaqofah, akan tetapi sebaliknya jika identitas itu hilang, maka masyarakat tersebut juga akan lemah, dan kehidupan mereka akan dipenuhi dengan kericuhan dan pertentangan. Jika masyarakat itu sendiri tidak berusaha menjaga identitasnya maka mereka aka hidup tanpa tujuan, dan hilanglah keunikan yang dimiliki, Allah subhanahu wataala berfirman "Banyak di antara ahli kitab menginginkan sekiranya mereka dapat mengembalikan kamu setelah kamu beriman, menjadi kafir kembali, karena rasa dengki dalam diri mereka". (QS. Al-Baqarah : 109), orang kafir tidak henti-hentinya membuat tipu daya yang ditujukan kepada kaum muslim, agar  hilang jati diri mereka.

Hal yang sangat menyakitkan hari ini adalah ketika melihat generasi ummat ini awam dengan bahasa Arab, bahkan mereka menganggap  bahasa Arab adalah bahasa yang rendah dan tidak layak digunakan, mereka lebih memilih bahasa asing agar lebih terlihat sebagai intelektual yang mengikuti perkembangan zaman. Generasi ini  malu menggunakan bahara Arab yang fusha karena akan menjadi bahan ejekan  orang lain, kepercayaan mereka terhadap bahasa Arab mulai hilang dan perlahan indentitas diri mereka sebagai seorang muslimpun memudar. Inilah yang diinginkan oleh barat agar mereka mudah menggoyahkan kekuatan kaum muslimin dan memetakannya sesuai dengan agenda yang mereka inginkan, jadilah generasi umat ini  tumbuh tanpa mengetahui akan identitas aslinya dan terpesona dengan peradaban barat  kemudian  pemikirannya digerakkan oleh  pemikiran barat, sadar ataupun tidak.

Barat mengerahkan segala upayanya untuk menjaga identitas mereka dan menyerang siapa saja yang menentang mereka,  yaitu dengan mengubah pemikiran kaum muslim dan dan unsur penting dari pemikiran itu sendiri yang tidak lain adalah bahasa Arab , upaya tersebut telah mereka lakukan dan akan terus dilakukan untuk menghilangkan kekhasan yang dimiliki oleh bahasa tersebut, agar tampak sebagai bahasa yang terbelakang dan tidak relevan dengan perkembangan zaman, dan mereka sangat yakin bahwa menghabisi Islam tidak lain adalah dengan menghancurkan bahasa Arab.


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here