Barat Membutuhkan Islam Moderat - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Tuesday, November 24, 2020

Barat Membutuhkan Islam Moderat


Hadi Sasongko (Direktur PoroS)

American Enterprise Institute (AEI) menerbitkan hasil penelitian dengan judul: "Upaya Untuk Mencari Para Aktivis Islam Moderat" yang dipublikasikan dalam majalah Amerika "Commentary" pada Februari 2008. Sementara rangkuman hasil penelitian itu dipublikasikan di situs "The Washington Report":

Apa itu Islam moderat dan di mana menemukannya?

Kata "moderat" digunakan untuk jumlah atau tingkat yang lebih sedikit dari sesuatu. Misalnya, kelompok kiri moderat, maka itu tidak terlalu jauh dari kiri. Apakah "seorang Muslim moderat" itu bukan seorang Muslim yang saleh dan benar?.

Dengan mengambil cara ini, berarti pengakuan bahwa Islam bertentangan dengan Barat. Dan masalahnya adalah kebencian yang kuat. Dengan demikian tidak bisa menerima implikasi bahwa terorisme adalah hasil alami dari kesetiaan penuh terhadap akidah Islam. Ini adalah tolok ukur yang harus kami tolak, seperti ditunjukkan oleh hasil penelitian.

Penelitian ini mencoba untuk memaksa ide "Islam moderat" melalui penyampaian keyakinan-keyakinan baru untuk menginstal sebuah standar Barat bagi "Islam moderat", yang tidak berbeda dengan standar awal yang dibuat oleh hasil penelitian "Rand", bahwa eksistensi standar-standar ini berasal dari satu sumber pemikiran Barat. Di mana penelitian mengatakan: "Jika pertempuran kita melawan terorisme berdasarkan bahwa kaum Muslim harus menjadi orang yang kurang beriman dan bertakwa, maka peluang keberhasilan akan minimal dan buruk. Apa yang kita inginkan tidak terkait dengan semangat kaum Muslim terhadap keyakinan agama, melainkan terkonsentrasi pada penerimaan atau penolakan terhadap pluralisme."

Sebagai bagian dari jawaban untuk pertanyaan "1di mana kita menemukan Islam moderat?" Maka hasil penelitian menunjukkan ada empat kelompok kaum Muslim moderat:

Pertama, mencakup semua warga biasa di negeri-negeri kaum Muslim yang mempraktekkan simbol-simbol agama mereka, namun tanpa fokus pada politik dalam kehidupannya. Mereka juga tidak terlibat dalam aksi kekerasan, dan bahkan cenderung tidak mendukungnya.

Kedua, "kaum moderat" dan meliputi juga para rezim, di mana kaum moderat yang berkoalisi dengan Barat termasuk di dalamnya.

Ketiga, termasuk di dalamnya adalah kaum liberal sekuler yang sangat bersimpati dengan nilai-nilai politik dan budaya Barat.

Keempat, termasuk di dalamnya adalah berbagai kelompok Islam yang menggambarkan diri mereka sebagai kelompok yang menentang kekerasan.

Penelitian ini mengatakan bahwa meskipun keberadaan kelompok pertama dan kedua itu penting, namun keduanya tidak memainkan peran penting dalam perang melawan "terorisme". Mungkin di antara dua kelompok yang ketiga dan keempat ini ditemukan sumber kekuatan baru dalam perang ini, di mana kelompok sekuler liberal yang paling relevan dengan demokrasi dan nilai-nilai Barat. Penelitian ini menambahkan, sayangnya pandangan mereka tidak dibungkus dengan loyalitas, terutama ketika berdiri melawan kekuatan gerakan Islam yang terus berkembang dan tumbuh dengan kuat. Hal ini jelas di Mesir dan di Otoritas Nasional Palestina (kekalahan Fatah dalam pemilihan tahun 2006, sangat menguntungkan bagi Hamas).


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here