Barat Menyokong Gerakan Moderat


Suardi Basri (El Harokah Research Center)

Penelitian Dengan judul "Politik Luar Negeri AS dan Pembaruan Islam" yang dikeluarkan oleh Institut Amerika untuk Perdamaian, United States Institute of Peace (USIP).

Penelitian tahun 2006 tentang peran Amerika Serikat dalam kerangka kerja yang memberikan kontribusi dalam menentukan sifat diskusi dan perdebatan saat ini dalam masyarakat di negeri-negeri Islam, antara apa yang disebut dengan arus fundamentalis Salafi dan arus pembaruan Islam.

Penelitian ini mengatakan bahwa gerakan pembaharuan Islam membawa kesempatan emas bagi Amerika Serikat untuk memperbaiki reputasinya di dunia Islam dan menempatkannya di kawasan Timur Tengah, bahwa mendukung reformasi dan menghadapi ideologi ekstremis melalui kerjasama dengan gerakan pembaruan Islam akan memberikan kredibilitas besar bagi Amerika Serikat.

Rencana tersebut benar-benar merupakan alternatif yang ideal bagi pilihan-pilihan yang lain seperti kebijakan perubahan rezim, kerjasama keamanan dengan pemerintah yang otoriter, atau mendukung demokrasi dengan konsep-konsep Barat sekuler, yang asing bagi budaya politik di dunia Islam.

Penelitian ini menegaskan bahwa tidak ada keraguan lagi bahwa korelasi antara Islam dan politik merupakan keniscayaan, di mana cepat atau lambat Amerika Serikat harus menerimanya. Namun pertanyaan yang tersisa: visi Islam manakah yang akan menang dalam pergolakan antara ekstremisme dan pembaharuan, visi radikalisme dan intoleransi agama, atau visi toleransi, kesetaraan dan pembangunan? Pergolakan ini dapat diselesaikan untuk kepentingan visi terakhir jika politik Amerika mendukung para pengemban pembaharuan Islam.

Kemudian penelitian Institut Amerika untuk Perdamaian ini mengusulkan sejumlah rekomendasi untuk restorasi politik AS terhadap dunia Islam, dan untuk menghadapi apa yang disebutnya sebagai bahaya ekstremisme agama. Berikut adalah poin yang paling penting dalam rekomendasinya:

- Mendirikan sebuah organisasi independen dengan nama "Lembaga Islam Internasional" untuk mempromosikan perdamaian, pembangunan dan kemakmuran, serta keterbukaan dalam masyarakat dan negara-negara Islam.

- Menyediakan hibah khusus untuk kelompok AS guna mendukung penelitian dan kajian yang menyoroti karya-karya dan ide-ide "modernisasi Islam".

- Partisipasi partai-partai Islam berdasarkan standar, dan menfokuskan dialog pada isu-isu politik yang penting seperti kebebasan berpendapat dan berekspresi, hak-hak perempuan dan minoritas, daripada banyak menyibukkan atas isu pemilihan umum yang bebas.

- Menekankan perlunya reformasi pada isu-isu sosial, ekonomi dan isu agama yang krusial.

- Re-formulasi struktur, optimalkan semua program diplomasi publik, serta mendukung demokrasi dan bantuan untuk memperbaiki status gerakan reformasi dan pembaruan Islam.

- Mempertimbangkan untuk mendukung lembaga-lembaga sosial yang memiliki identitas keagamaan yang dapat membantu untuk memperkuat moderasi keagamaan di dunia Islam.

Pada tahun 2007 Institut yang sama mengeluarkan hasil penelitian seputar "Islam Moderat" berjudul "Integrasi Para Aktivis Islam Dan Promosi Demokrasi: Sebuah Penilaian Awal". Ini merupakan usaha awal bagi penilaian upaya-upaya Amerika yang dibuat dalam rangka mempromosikan dan mendukung demokrasi di negara-negara Arab.

Di sini penelitian mulai memutuskan bahwa pertempuran Amerika Serikat dengan arus kekerasan dan ekstremisme harus dilakukan dengan mendukung dan memperkuat proses demokratisasi di dunia Arab, sekalipun hal itu menyebabkan munculnya para aktivis Islam "moderat". Bahkan, penelitian menegaskan pentingnya mendukung para aktivis Islam "moderat" ini, sebab mereka sebagai dinding pertahanan pertama dalam menghadapi para ekstrimis dan radikal. Oleh karena itu, penelitian menuntut pentingnya AS terus mendukung demokrasi di Timur Tengah, dan mempromosikan integrasi para aktivis Islam dalam kehidupan politik Barat.


 

Post a Comment

Post a Comment (0)

Previous Post Next Post