Berkibar Al Liwa Dan Ar Rayah - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Monday, November 9, 2020

Berkibar Al Liwa Dan Ar Rayah


Eko Susanto

Al-Liwa' dan ar-Rayah sering dikibarkan dalam aksi-aksi damai umat dalam dua dekade terakhir, termasuk dalam demo -demo umat memprotes sikap Islamophobia Macron. merupakan nama untuk bendera dan panji Rasulullah saw. Secara bahasa, keduanya berkonotasi al-'alam (bendera). Namun, secara syar'i, al-liwa' (jamak: al-alwiyah) dinamakan pula ar-rayah al-'azhimah (panji agung), dikenal sebagai bendera negara dan simbol kedudukan pemimpin. Bendera ini tidak dipegang kecuali oleh pemimpin tertinggi peperangan atau komandan pasukan (amîr al-jaisy), yakni Khalifah, atau orang yang menerima mandat dari Khalifah, sebagai simbol kedudukan komandan pasukan. Ia memiliki karakteristik berwarna putih, dengan khath (tulisan) berwarna hitam “La ilaha illalLah Muhammad RasululLah”, berjumlah satu. Adapun ar-Râyah (jamak: ar-râyât) adalah panji berwarna hitam, dengan khath berwarna putih "La ilaha illalLah Muhammad RasululLah". Panji ini dinamakan pula al-'Uqab. Ar-Rayah berukuran lebih kecil dibandingkan dengan aL-liwa'. Panji ini digunakan sebagai panji jihad para pemimpin detasemen pasukan (satuan-satuan pasukan (kata'ib)), yang tersebar sesuai dengan jumlah pemimpin detasemen dalam pasukan sehingga berjumlah lebih dari satu. Dalil-dalil Al-Liwa' dan Ar-RâyahBanyak dalil as-Sunnah dan atsar yang menjelaskan tentang al-Liwa' dan al-rayah. Ibn 'Abbas ra., misalnya, menyatakan, "Bendera (liwa') Rasulullah saw. berwarna putih dan panjinya (râyah) berwarna hitam (HR al-Hakim, al-Baghawi dan at-Tirmidzi).Ibn Abbas ra. Juga menyatakan:


«كَانَتْ رَايَةُ رَسُولِ اللَّهِ سَوْدَاءَ وَلِوَاؤُهُ أَبْيَضُ، مَكْتُوبٌ عَلَيْهِ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ»

Panji (râyah) Rasulullah saw. berwarna hitam dan benderanya (liwâ’) berwarna putih; tertulis padanya: Lâ ilâha illalLâh Muhammad RasûlulLâh (HR ath-Thabrani).

Jabir bin Abdullah ra. menyatakan, “Sesungguhnya liwa Nabi saw. pada Hari Penaklukkan Kota Makkah berwarna putih.” (HR Ibn Majah, al-Hakim dan Ibn Hibban).

Yunus bin Ubaid, mawla' Muhammad bin al-Qasim, berkata: Muhammad bin al-Qasim mengutus aku kepada Bara' bin 'Azib. Aku bertanya tentang râyah Rasulullah saw. seperti apa? Bara' bin 'Azib menjawab, "(Ar-Rayah) berwarna hitam, berbentuk persegi panjang, dan terbuat dari kain wol." (HR at-Tirmidzi, al-Baghawi dan an-Nasa'i),

Dalil-dalil di atas secara sharîh menisbatkan bendera dan panji dengan karakteristiknya yang istimewa kepada Rasulullah saw. Karena itu tidak aneh jika para ulama hadis bahkan menuliskan satu sub-bab khusus berkenaan dengan al-liwa' dan ar-rayah.


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here