Dimana Khairu Ummah Itu? - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Friday, November 20, 2020

Dimana Khairu Ummah Itu?


Ilham Efendi (Direktur RIC)

Diakui atau tidak, dunia Islam saat ini dalam keadaan sangat terpuruk. Jika secara normatif umat Islam disebut Allah Swt. dalam al-Quran sebagai khayru ummah (umat terbaik) yang diturunkan di tengah-tengah umat manusia, maka secara faktual umat Islam saat ini—baik di bidang politik, ekonomi, pendidikan, sosial maupun budaya—bukanlah yang terbaik. Ada banyak faktor yang menyebabkan terjadinya kemunduran itu. Salah satunya yang paling menonjol adalah karena perpecahan. Penyebab utama dari perpecahan itu tidak lain adalah karena di tengah-tengah umat tidak ada lagi figur dan institusi pemersatu, sidtem Islam yang dinamakan khilafah. 

Jika diibaratkan, umat Islam sekarang ini bagaikan anak ayam kehilangan induknya, tak punya rumah pula. Karena itu, umat Islam bukan saja tidak mampu menegakkan kembali 'izz al-Islam wal Muslimîn, namun juga tidak mampu menahan setiap gempuran jahat dari luar. Perbedaan mazhab dan kelompok/organisasi gampang sekali memecah umat. Berbagai intervensi dari luar baik fisik maupun pemikiran amat mudah masuk ke dalam tubuh umat. Ibarat penyakit, paham sekularisme, kapitalisme, liberalisme, sinkretisme, materialisme bahkan nasionalisme juga dengan mudah merasuk ke dalam tubuh umat. Tak pelak lagi, 1,8 miliar umat Islam yang hidup terpecah di 57 negara bangsa (nation-state) saat ini bagaikan buih, tak memiliki kekuatan dan identitas.

Sebagai khayru ummah, kita tentu tidak boleh terus-menerus dalam keadaan terpuruk seperti itu. Salah satu ciri umat terbaik adalah cepat menyadari kesalahan dan segera bangkit memperbaiki diri. Karena itu, tepat sekali jika kita memulai moment of awakening (momen kebangkitan) ditandai dengan kebangkitan dan persatuan umat. Beban berat perjuangan penegakan kembali syariah dan Khilafah tentu akan menjadi ringan dan akan terasa semakin ringan jika dilakukan secara bersama-sama.

Keberadaan beragam kelompok di tengah-tengah umat telah menjadi kenyataan yang tidak bisa diabaikan. Tidak mengapa, karena memang demikianlah tabiat ajaran Islam yang memungkinkan terjadinya perbedaan, asal keragaman itu tidak menjadi pangkal perpecahan dan disorientasi dari perjuangan umat. Karena itu, penting sekali untuk memantapkan kesamaan visi dan misi dari berbagai ragam kelompok itu. Apa visi dan misi yang mestinya sama? Tentu tegaknya kembali syariah Islam secara kaffah.

Dalam konteks Indonesia, berbagai masalah yang menimpa bangsa dan negara ini—yang sebenarnya juga dialami oleh bangsa dan negara lain di Dunia Islam—dipicu oleh buruknya sistem yang ada, yakni sistem sekular yang telah terbukti gagal membawa negeri ini ke arah yang lebih baik, dan terpecah-belahnya umat Islam. Diyakini, umat Islam akan bisa kembali meraih kemuliaannya jika syariah Islam diterapkan kepada mereka, dan mereka bersatu kembali di bawah kepemimpinan seorang khalifah.


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here