Esensi Khilafah - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Friday, November 20, 2020

Esensi Khilafah


Indarto Imam

Kaum Muslim membutuhkan Khilafah karena mereka membutuhkan ridha dan rahmat dari Allah Swt. Dengan itu, mereka bisa meraih kemuliaan di dunia dan pahala yang besar di akhirat. Khilafah adalah kepemimpinan umum bagi seluruh kaum Muslim di dunia untuk menegakkan hukum-hukum syariah dan mengemban risalah Islam ke seluruh penjuru dunia. Khilafah itulah yang akan mendarahdagingkan pemenuhan praktis perintah dan seruan hangat dari Allah kepada kaum Muslim di dalam al-Quran yang mulia:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ۝

Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan Rasul-Nya jika dia menyeru kalian pada sesuatu yang memberi kehidupan kepada kalian (QS al-Anfal [8]: 24).

Hal itu karena Khilafah secara praktis berarti:

1. Penegakkan hukum-hukum syariah di tengah-tengah kaum Muslim, sekaligus pencampakan hukum-hukum kolonialis.

2. Penyebaran Islam ke seluruh dunia melalui dakwah dan jihad untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya yang terang-benderang.

3. Penyatuan negeri-negeri kaum Muslim di dalam lindungan satu negara di bawah kepemimpinan seorang khalifah. Tegaknya Khilafah menandakan berakhirnya perpecahan dan ketercerai-beraian yang sengaja diadakan oleh kaum kafir dan kaki tangan mereka di negeri-negeri kaum Muslim. Kaum kafir dan antek-antek mereka itu telah memecah-belah kaum Muslim dalam lebih dari 50 negara kecil tak berdaya. Rencana pemecah-belahan itu dari hari ke hari kian bertambah.

4. Pengembalian ikatan ukhuwah Islamiyah. Kata Nabi saw., "Seorang Muslim adalah saudara Muslim yang lain." Karena itu, ikatan ukhuwah adalah satu-satunya ikatan yang menggantikan ikatan-ikatan Jahiliah seperti ikatan patriotisme, nasionalisme, kesukuan dan yang lainnya, yang telah memecah-belah kaum Muslim saat ini.

5. Kembalinya umat mendapatkan kekuasaannya yang telah dirampas. Umat juga kembali memegang kehendak dan keputusan di tangan mereka sendiri. Ini berarti pembebasan dari penghambaan dan sikap membebek pada Barat kapitalis penjajah di seluruh aspek, politik, budaya, pemikiran, ekonomi, pers media massa dan militer.

6. Pembebasan negeri-negeri kaum Muslim yang dicaplok seperti Irak, Afganistan, Kashmir, Timor Timur dan yang lainnya. Ini sekaligus juga berarti pengusiran terhadap militer asing agresor yang telah menumpahkan darah, menyebabkan kehancuran dan menyemai fitnah di negeri-negeri kita.

7. Realisasi jaminan pemenuhan makanan pokok bagi kaum Muslim dengan menempuh strategi-strategi yang bertujuan menjamin pencapaian swasembada bahkan lebih, baik dari hasil-hasil pertanian, peternakan, perikanan laut maupun darat.

8. Realisasi keamanan industrial melalui strategi politik pembangunan dan pengembangan industri berat untuk memproduksi berbagai peralatan, mesin-mesin pabrik dan persenjataan, sekaligus menghentikan sikap mengekor dan mengemis-ngemis di depan pintu negara-negara Barat.

9. Pemberdayaan sumberdaya umat yang amat besar melalui politik pendidikan yang bertujuan membuka ruang dan kesempatan bagi semua orang. Dengan itu, mereka menjadi orang-orang yang kreatif dan produktif demi kepentingan agama dan umat mereka. Dengan itu pula, berakhirlah masalah akumulasi jumlah pengangguran meski berijazah tinggi.

10. Pengembalian kekuasaan umat atas kekayaan-kekayaannya sehingga umat menjadi pemilik murni atas kekayaan-kekayaan itu. Dengan begitu, terputuslah cengkeraman negara-negara dan berbagai perusahaan Barat yang selama ini telah merampok kekayaan umat. Ini saja sebenarnya sudah cukup untuk memutus rantai kemiskinan sistemik yang sengaja dibuat di negeri-negeri kaum Muslim.

11. Penyebarluasan kebaikan, keutamaan, keadilan serta penjagaan atas darah, kekayaan, kehormatan dan kemuliaan kaum Muslim. Dengan itu, terputuslah siklus fitnah, kerusakan, dan ketidakstabilan yang disemai oleh penjajah Barat dan antek-anteknya di negeri-negeri kaum Muslim.

Itulah sebagian arti berdirinya kembali Khilafah. Jika demikian, betapa besar kerugian yang diderita kaum Muslim akibat tiadanya Khilafah; betapa besar kebutuhan kita akan kembalinya Khilafah; dan betapa besar apa yang diraih oleh kaum kafir penjajah akibat tiadanya Khilafah. Inilah yang menjelaskan betapa besarnya daya dan kesungguhan yang dicurahkan oleh kaum penjajah dan antek-antek mereka untuk menghalangi kembalinya Khilafah. Akan tetapi, keinginan mereka itu hanyalah ilusi dan fatamorgana. Sebaliknya, janji Allah pasti akan terjadi.

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ۝

Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal salih di antara kalian, bahwa Dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa; Dia pun akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah Dia ridhai untuk mereka dan Dia benar-benar akan menukar keadaan mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan, menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Siapa saja yang tetap kafir sesudah janji itu, mereka itulah orang-orang fasik. (QS an-Nur [24]: 55).

Sementara itu, kebutuhan kaum non-Muslim di dunia terhadap Khilafah adalah karena sesungguhnya siapapun tidak perlu harus mengerahkan banyak perhatian untuk bisa melihat bahwa umat manusia saat ini tengah berada di dalam penderitaan, kenestapaan serta sedang menghadapi ancaman yang membahayakan masa depan mereka. Hal itu disebabkan oleh dua permasalahan mendasar. Siapa saja yang ingin membebaskan umat manusia dan mewujudkan kebaikan dan keamanan, maka kedua masalah itu harus diatasi.


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here