Islam Bertolak Belakang Dengan Paham Filsafat Laizess Faire - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Saturday, November 14, 2020

Islam Bertolak Belakang Dengan Paham Filsafat Laizess Faire


Muhammad Amin,dr,MKed.Klin. SpMK (Swasembada Center)

Secara teoretis sistem kapitalisme dengan filsafat Laizess Faire-nya menghendaki adanya kebebasan individu dalam mengembangkan modal dan menghendaki minimnya peran negara dan pemerintah. Ini artinya peran swasta lebih dominan dalam pengelolaan perekonomian. Namun, secara empiris paradigma tersebut terbantahkan dalam beberapa momen krisis ekonomi yang telah terjadi secara periodik saat pemerintah campur tangan guna menyelamatkan perekonomian AS sebagai dampak krisis.

Menurut Adam Smith, peran negara meliputi tiga hal saja, yaitu: (1) Memelihara pertahanan dan keamanan dalam negeri; (2) Menyelenggarakan peradilan; (3) Menyediakan barang-barang yang tidak bisa disediakan oleh swasta. Konsekuensi dari kriteria tersebut maka rumah sakit (kesehatan) dan sekolah (pendidikan) juga diserahkan kepada pihak swasta. Dengan kondisi tersebut biasanya rumah sakit dan sekolah menjadi mahal.

Dalam paradigma Islam, negara berperan dalam pemenuhan kebutuhan dasar (al-hajat al-asasiyah) yang terkelompok menjadi dua. Pertama: kebutuhan dasar individu, yaitu sandang, pangan dan papan. Negara berperan secara tidak langsung (dengan memastikan penerapan hukum nafkah (ahkam an-nafaqat) agar mereka dapat memenuhi kebutuhan dasar individunya). Jika hukum ini sudah diterapkan dan individu tetap tidak mampu, barulah negara berperan langsung untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka. Kedua: kebutuhan dasar masyarakat, yaitu keamanan, kesehatan dan pendidikan. Negara berperan langsung (dengan menyediakan semua secara gratis.

Paul Kennedy (1987) menulis, "Imperium Utsmani lebih dari sekadar mesin militer; ia telah menjadi penakluk elit yang telah mampu membentuk satu kesatuan iman, budaya dan bahasa pada sebuah area yang lebih luas dibandingkan dengan yang pernah dimiliki oleh Imperium Romawi dan untuk jumlah penduduk yang lebih besar. Dalam beberapa abad sebelum tahun 1500, Dunia Islam telah jauh melampui Eropa dalam bidang budaya dan teknologi..."

Dalam praktiknya, kebutuhan dasar ini dijamin bukan saja bagi Muslim tetapi juga non-Muslim. Khalifah Umar bin al-Khaththab ra. pernah bertemu dengan orang Yahudi yang sedang dalam keadaan susah dan membutuhkan makanan dan usia lanjut , sementara ia harus membayar jizyah. Khalifah Umar ra. lalu membebaskan pembayaran jizyah Yahudi tersebut, dan memerintahkan Baitul Mal untuk menanggung beban nafkahnya beserta seluruh orang yang menjadi tanggungannya.

Pada masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz (99-102 H/818-820 M), Yahya bin Said, seorang petugas zakat masa itu, berkata, "Saat hendak membagikan zakat, saya tidak menjumpai seorang miskin pun. Umar bin Abdul Aziz telah menjadikan setiap individu rakyat pada waktu itu berkecukupan."

Dalam hal jaminan pemenuhan hak pendidikan, Rasulullah saw. pernah menetapkan kebijakan terhadap tawanan Perang Badar: seorang tawanan yang telah mengajar 10 orang penduduk Madinah dalam hal baca dan tulis akan dibebaskan. Langkah itu diikuti oleh para khalifah dan penguasa berikutnya. Di Baghdad pernah dibangun Universitas al-Mustanshiriyah. Khalifah Hakam bin Abdurraham an-Nashir juga pernah mendirikan Universitas Cordova yang saat itu menampung mahasiswa dari kaum Muslim maupun dari Barat. Universitas-universitas itu telah mencetak para ilmuan yang pengaruhnya mendunia hingga kini melalui berbagai temuan-temuannya.

Lalu dalam bidang kesehatan, Bani bin Thulun di Mesir memiliki masjid yang dilengkapi dengan tempat-tempat untuk mencuci tangan, lemari tempat menyimpan minuman dan obat-obatan serta dilengkapi dengan ahli pengobatan (dokter) untuk memberikan pengobatan gratis kepada orang-orang yang sakit. Bani Umayah banyak membangun rumah sakit yang disediakan untuk orang yang terkena penyakit lepra dan tuna netra. Bani Abasiyah juga banyak mendirikan rumah sakit di Bagdad, Kairo, Damaskus, dan lain-lain. Merekalah yang mempopulerkan rumah sakit keliling.


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here