Kapitalisme Dua Sisi Mata Uang: Krisis Dan Dominasi - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Sunday, November 29, 2020

Kapitalisme Dua Sisi Mata Uang: Krisis Dan Dominasi


Lukman Noerochim (Stafsus FORKEI)

 Aspek ekonomi dalam kehidupan umat manusia saat ini semakin penting dari hari ke hari, hingga semua negara menganggap kekuatan ekonomi termasuk pilar kekuatan negara dan penentu kemampuannya untuk mempengaruhi berbagai kebijakan internasional. Sebagian pakar mengembalikan sebab terpecah-belahnya Uni Soviet pada faktor defisit dan kebangkrutan ekonomi. Uni Soviet pun harus mundur dari posisinya sebagai negara nomor dua di dunia.

Kuatnya hubungan ekonomi dengan politik internasional saat ini telah menjelma dalam kerakusan dan keinginan negara-negara imperialis untuk merampok kekayaan berbagai bangsa yang menjadi mangsanya. Banyak perang telah terjadi karena motif-motif ekonomi. Maka pada tahun-tahun terakhir ini diselenggarakan sejumlah konferensi ekonomi internasional, guna meredam niat pihak yang kuat untuk mendominasi pihak yang lemah dalam segala hal. Contoh paling jelas untuk itu adalah Konferensi GATT (General Agreement on Trade and Tariff).

Niat mendominasi itu nampak paling jelas pada Amerika Serikat. Hegemoni politiknya dihasilkan secara otomatis dari hegemoni ekonominya, melalui dominasi para pemilik modal AS di bidang industri, infrastruktur kehidupan yang vital, dan produksi di negara-negara lemah untuk mengendalikan arah perekonomiannya.

Belakangan ini berbagai persoalan ekonomi tampak mencuat, seperti krisis finansial global, globalisasi dalam segala bentuknya baik globalisasi ekonomi, globalisasi keuangan, maupun globalisasi moneter; juga ada persoalan privatisasi, berbagai pakta perdagangan, dan blok-blok ekonomi. Pakta perdagangan dan blok ekonomi ini misalnya Uni Eropa, KTT Tahunan G-8, Konferensi Utara-Selatan, Konferensi Negara-Negara Sekitar Laut Mediterania, berbagai konferensi ekonomi, dan kesepakatan GATT. Juga terdapat persoalan perusahaan multi nasional (Multi National Corporation – MNC) dan perusahaan lintas benua.

Akan tetapi, meski sebab semua bencana dan krisis itu adalah sistem Kapitalisme, Barat terus saja mempropagandakan berbagai prestasinya, gaya hidupnya, dan sistemnya. Barat jadi tampak lebih hebat dari fakta sebenarnya. Ini mengakibatkan semakin banyak manusia yang terpesona dengan peradaban dan sistem-sistem Barat yang bermacam-macam. Taqlid buta pun menjadi ciri orang-orang yang terpesona itu. Mereka mengira sistem kapitalisme itu tidak ada tandingannya dan tidak ada alternatifnya. Jatidiri pun terabaikan dan sikap yang jelas menjadi lenyap.

Padahal siapa pun yang menelaah sistem ekonomi kapitalisme, akan dapat melihat bahwa orang-orang yang terpesona dengan kapitalisme itu benar-benar seperti yang difirmankan oleh Allah SWT :

لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آَذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا

"Mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah)." (QS. al-A’râf [7]: 179)

Seandainya mereka mengkaji dengan cermat realitas sistem kapitalisme, niscaya mereka akan melihat sistem kapitalisme itu telah gagal sejak dulu, bukan hanya sejak meletusnya krisis global sekarang ini. Mereka pun pasti akan melihat bahwa asas-asas sistem kapitalisme telah menghembuskan kebusukan sejak kemunculannya. Sistem kapitalisme itu bagaikan tongkat Nabi Sulaiman AS, tetap berdiri karena belum ada seseorang yang mendorong tongkat itu dengan tangannya.


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here