Maulid Nabi, Spirit Mewarnai Peradaban - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Monday, November 2, 2020

Maulid Nabi, Spirit Mewarnai Peradaban


Oleh: Ainur M. Dzkiyah 
Kepemimpinan  Rosululllah itu memenuhi kriteria konsistensi, korelansi, koherensi dan terkonfirmasi. (Ichsanoodin Noorsy, Pengamat politik Ekonmi Islam )

Kamis, 29 oktber 2020, bertepatan dengan 12 Robiul Awal 1442 Hijriyah telah diselenggarakan acara Akbar  Maulid Nasional. Puluhan ribu orang menyimak acara maulid online terbesar ini melalui situs mabuzz.co.

Acara dibuka dengan sambutan oleh KH. Rohmat S. Labib. Beliau menyampaikan bahwa cinta nabi harus diatas segalanya. Bukti cinta tersebut adalah dengan meneladani belau dalam menegakan syariah secara menyeluruh (Kaffah). Syariah tidak boleh diperlakukan sperti prasmanan, mana yang disuka diambil dan yang tidak suka ditinggalkan.  Hukum yang adil adalah hukum dari AL HAQ yakni Allah SWT. Sedangkan jika hukum diserahkan kepada manusia akan melehirkan peraturan yang tidak adil. Hal itu berarti bila menegakannya sama artinya kita sedang menegakkan ketidakadilan.

Sedangkan hukum yang tidak sesuai dengan batas-batas yang telah Allah tetapkan akan melahirkan kedzaiman. Kedzaliman hari ini secara nyata dilakukan oleh negara. Negara yang seharusnya menjadi pelayan umat, namun  negara hanya berperan sebagai pemungut pajak. Bahkan ketika Nabi yang muia dinistakan untuk mengecam saja tidak ada negara yang sanggup. 

Acara dilanjutkan dengan diskusi yang dipandu oleh Karebet Widjayakusuma. Dalam sesi diskusi menghadirkan cendekiawan muslim Ustadz Ismail Yusanto dan KH. Rohmat S Labib.  Pertanyaan dari peserta dari bebrbagai wilayah mengalir dan menyemaraakkan diskusi.
Kemudian ada penayangan testimoni dari empat tokoh nasional. Yakni Ichsanoodin Noorsyi, Prof. Suteki , Kyai Toha Kholili dan ustad Nadjamudin Romly. 

Ichsanoodin mengatakan bahwa Rosulullah ditepatkan oleh Michel Heart sebagai orang nomer satu  yang paling berpengaruh di dunia. Hal itu sangatlah tepat karena rosululah terbukti telah memenuhi kriteria melindungi pengikut dan rakyatnya serta mampu mencerdaskan dan mensejahterakan rakyatnya. Apa yang dijalankan oleh rosululah pun selaras atara keyakinan dan tindakannya. Karena  jika seorang pemimpin tidak dapat dipegang ucapannya maka itu adalah sebuah kebohongan.
Prof Piere Suteki, seorang ahli hukum, mengatakan bahwa peradaban berisi tiga hal yakni penegakan syariah ukhwah dan dakwah. Maka momentum maulid nabi ini hendaknya membawa spririt bagi umat islam untuk mempu mewarnai peradaban dunia. Janganlah umat islam menjadi buih di lautan,  jumlahya banyak namun tidak berarti.  Sedangkan Kyai Toha Kholili dari Bangkalan Madura menyampaikan bahwa , islam adalah sebuah ideologi, bukan sekedar aksesori atau budaya. Agar islam mampu menerangi sebagai cahaya (Nur) maka penerapan islam perlu diusahakan.  Testimoni dari ustadz Nadjamudin Romly, rosulullah adalah pribadi yang agung, dengan hadirnya rosulullah maka  pencerahan melingkupi bumi. Saat ini umat harus tegas ketika kedzaliman dipertotonkan. 

Ustad Ismail Yusanto mengingatan bahwa dalam momen maulid nabi ini nadalah momemntum kita untuk mengingatkan umat kembali utuk mendatangkan al haq, tentu saja ini adalah fase yang berat. Acara ditutup dengan do’a yang syahdu oleh Kyai Yasin Mutoha. Semoga momentum peringatan maulid nabi ini menjadikan kita umat isla semakin bersemangat dalam mengakkan syariah. Karena hanya dengan sistem islam maka keadilan dapat ditegakkan dan kezaliman dapat dilenyapkan.


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here