Menumbuhkan Nilai Spiritual Pada Anak - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Friday, November 20, 2020

Menumbuhkan Nilai Spiritual Pada Anak


[08:52, 11/20/2020] Ust Umar: Ainun D. N. (Dir. Muslimah Care)

Nilai spritual ditumbuhkan di dalam kepribadian anak dengan mengenalkan mereka pada Aqidah Islam dan Ahkamus Syariah (hukum-hukum Islam) sejak dini, seperti: ibadah, akhlak, aturan berpakaian dan muamalah.

Disunnahkan untuk mengumandangkan adzan dan iqamat pada telinga bayi yang baru lahir, adzan dikumandangkan di telinga kanan dan iqamah di telinga kirinya, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu Sani dari Al-Hussain bin Ali (ra) bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:

«مَنْ وُلِدَ لَهُ مَوْلُودٌ، فَأَذَّنَ فِي أُذُنِهِ الْيُمْنَى، وَأَقَامَ فِي أُذُنِهِ الْيُسْرَى، لَمْ يَضُرَّهُ أُمُّ الصِّبْيَانِ»

"Jika seseorang memiliki bayi dan membacakan adzan pada telinga kanannya dan iqamat pada telinga kirinya, penyakit ummusibyan tidak akan mengganggunya (jin tidak akan mengganggunya)."

Mengajarkan anak doa makan, minum dan ketika menggunakan kamar kecil. Mengajarkan anak bagian-bagian dalam al-Quran sehingga dia dapat melaksanakan shalat pada umur tujuh tahun, sebagaimana yang diperintahkan oleh Nabi Muhammad SAW:

«مُرُوا أَبْنَاءَكُمْ بِالصَّلَاةِ لِسَبْعِ سِنِينَ، وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا لِعَشْرِ سِنِينَ، وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ»

"Perintahkan anak-anakmu untuk shalat ketika mereka tujuh tahun, dan pukullah mereka (jika tidak shalat) ketika mereka sepuluh tahun; dan pisahkan tempat tidur mereka." (HR. Ahmad)

Orang tua harus menggunakan cara dan metode penuh kasih sayang untuk membiasakan anak shalat dan puasa sejak kecil, karena ibadah-ibadah ini perlu dilatih sejak dini (tujuh tahun). Para sahabat ra. juga melatih anak-anak mereka untuk puasa dan jika salah satu anak mereka menangis karena lapar, mereka akan memberikan si anak beberapa mainan untuk dimainkan sehingga mengalihkan mereka dari rasa lapar.

Mengajari anak-anak Sirah Nabi SAW dan sifat-sifatnya. Salah satu sahabat berkata:
"Kami mengajari anak-anak kami tentang perang-perang Rasulullah SAW sebagaimana kami mengajari mereka ayat-ayat al-Quran."

Anak harus dibesarkan dengan kesadaran pada Allah SWT (idrak sillah billah) dalam setiap aktivitas mereka, prilaku mereka, takut pada Allah SWT, mentaati-Nya dan meninggalkan larangan-Nya.
[08:52, 11/20/2020] Ust Umar: Bunda, Mari Kita Tumbuhkan Nilai Kemanusiaan Pada Anak Didik Kita

Ainun Dawaun Nufus (Dir. Muslimah Care)

Nilai Kemanusiaan (Qimah Insaniyah)
Allah SWT menciptakan naluri untuk melanjutkan keturunan pada manusia, sebuah sifat dalam diri manusia yang mendorong mereka untuk menjaga keberlangsungan ras manusia. Manifestasi dari naluri ini termasuk emosi keayahan (fatherhood), keanakan (sonship), keibuan (motherhood). Tanpa perasaan ini ras manusia pasti sudah punah, karena orang tua tidak akan memiliki rasa sabar dalam mengasuh anak-anak mereka, tidak memberi makan anak mereka, membesarkan mereka, menenangkan mereka ketika sakit atau memikirkan kesejahteraan mereka. Allah SWT berfirman:

﴿الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا﴾

"Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia." (TQS: Al-Kahfi [18]: 46)

 
﴿وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا﴾

"Dan orang-orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (hami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa." (TQS:  al-Furqan [25]: 74)

Berbeda dengan naluri mempertahankan diri yang akan melindungi dan membantu anak bertahan hidup; Nilai kemanusiaan terdapat dalam perintah Allah SWT kepada anak untuk mencintai orang tua mereka, memenuhi hak-hak mereka, menghormati mereka dengan sepantasnya, menaati mereka, bersikap lemah lembut, penuh kasih sayang dan mengurus mereka ketika sudah tua. Allah SWT berfirman:

﴿وَقَضَى رَبُّكَ أَلاَّ تَعْبُدُواْ إِلاَّ إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلاَهُمَا فَلاَ تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلاَ تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلاً كَرِيمًا * وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا﴾

"Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan 'ah' dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia ۝  Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: 'Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil." (TQS: Al-Isra' [17]: 23-24]

Nilai kemanusiaan juga termasuk bersikap baik pada tetangga, teman, manusia pada umumnya dan kerabat pada khususnya, juga bersikap kooperatif dengan mereka dan membantu mereka jika membutuhkan. Rasulullah SAW bersabda:

«وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ»

"Allah akan menolong urusan hambanya selama hamba tersebut menolong saudaranya." (HR. Muslim)


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here