Peran Global Untuk Menjauhkan Dari Bahasa Arab - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Thursday, November 19, 2020

Peran Global Untuk Menjauhkan Dari Bahasa Arab


M. Arifin (Tabayyun Center)

Globalisasi atau gaya penjajahan model baru telah mengubah cara penjajahan terhadap bangsa-bangsa lain, terutama ummat Islam yang sekarang menjadi lemah setelah kehilangan Daulah khilafah dan identitas mereka sebagai ummat Islam, yang telah mencabut keinginan mereka untuk bangkit dan maju dengan hilangnya daulah khilafah tersebut. Globalisasi adalah perang  yang menyerang berbagai sisi kehidupan, politik, ekonomi, sosial budaya, dan lainnya, yang bertujuan untuk menghapus identitas kaum muslimin juga peradabanny , globalisasi sebenarnya digunakan untuk memaksakan hegemoni Amerika, ia berjalan sesuai dengan  kebijakan Amerika untuk berkuasa, agar  bahasa, budaya dan ideologi kapitalismenya digunakan baik dengan rayuan dan janji manisnya atau dengan ancaman dan siksaan.

Bagian dari sekularisme yang paling berbahaya adalah globalisasi bahasa yang bertujuan untuk  mengaktifkan peran bahasa asing dan mengekalkan kekuasaanya terhadap bahasa-bahasa lain, agar menjadikannya bahasa yang pertama di dunia, dan menjadi bahasa yang  penting dalam kemajuan peradaban.

Bahasa adalah tempat tumbuhnya sebuah pemahaman, maka negara-negara berlomba agar menjadikan bahasa mereka,  bahasa yang  setara dengan bahasa negara yang menjajahnya. Globalisasi adalah cara Amerika menjajah negara lain dari sisi politik, ekonomi dan sosial budaya, Prancis juga menggunakan cara yang sama seperti yang dilakukan Amerika , mereka mencoba mempromosikan bahasanya dengan mengikuti konferensi internasional, dan berusaha meyakinkan bahwa bahasa prancis adalah bahasa yang memiliki peran penting di afrika, dengan menjadikannya bahasa  resmi dan berkomunikasi dengan bahasa tersebut, adapun bahasa Arab tidak bisa seperti bahasa prancis, oleh karena itu prancis mengerahkan segenap upayanya agar negera-negara jajahannya tidak tereliminasi dari dunia.

Anis Manshur dalam surat Kabar Ahramu Arbia menuliskan 25/5/1993, "Orang-orang Prancis sangat bangga dengan bahasa mereka yang sangat indah, yang dapat mengungkapkan berbagai hal dengan detail baik masalah sastra maupun sains, oleh karena itu mereka menolak menggunakan bahasa inggris untuk mengungkapkan apa yang mereka  inginkan atau penamaan benda apapun dengan bahasa inggris, itu adalah bentuk pengakuan terhadap bahasa mereka, bahkan mereka  melakukannya lebih dari itu, mereka menghukum siapa saja yang menggunakan bahasa inggris, karena itu merupakan penghinaan terhadap bahasa asli, dan mereka tidak akan memberikan perizinan kepada perusahaan, yayasan atau lembaga apapun yang namanya tidak menggunakan bahasa Prancis".

Itu adalah sebuah serangan yang tujuan utamanya adalah memerangi bahasa Arab, agar bahasa Arab hilang dan terlupakan,  lapuk dikubur zaman, maka jadilah basa Arab adalah bahasa yang seolah-olah tidak mampu mengungkap penemuan-penemuan masyarakat di era modern,  ini merupakan perlombaan  untuk memaksa penggunaan bahasa inggris (Amerika) atau bahasa prancis (Prancis)) atau bisa jadi bahasa-bahasa yang lain juga, upaya aktif dari negara-negara barat untuk memaksaaan bahasa  dan kebudayaan mereka agar menonjolkan identitas mereka dan memperkuat cengkramannya kepada kaum muslimin baik secara politik maupun ekonomi,  lalu apa upaya kita, jika dibandingkan dengan upaya penjajah yang terus menerus  mencekoki bahasa mereka untuk menghapuskan bahasa Arab?

Sebuah upaya untuk menguliti ummat dari identitas aslinya dan agamanya dan menggantikannya dengan pemikiran mereka, maka perlahan mereka menerima peradaban barat, dan secara otomatis menguatkan hegemoni para imperialis, ini adalah perang antar peradaban  yang tidak lain tujuannya adalah sebuah kekuasaan.


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here